TUBAN – Kebakaran hebat melanda dua rumah warga di Dusun Sawahan, Desa Bangilan, Kecamatan Bangilan, Tuban, pada Senin (17/02/25) sekitar pukul 05:00 WIB. Insiden ini diduga dipicu oleh pembakaran obat nyamuk yang kemudian menyambar kasur dan menyebabkan api dengan cepat membesar.
Kronologi Kebakaran
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kebakaran bermula dari rumah milik Rini Susilowati. Obat nyamuk bakar yang dinyalakan di dalam kamar tanpa sengaja membakar kasur kapuk. Api dengan cepat menjalar ke seluruh bagian rumah, mengingat bangunan tersebut sebagian besar terbuat dari kayu.
Tidak hanya rumah Rini, api juga merambat ke rumah tetangganya, Tengku Noviansa, yang juga berbahan kayu. Kondisi rumah yang mudah terbakar membuat si jago merah dengan cepat melahap kedua rumah tersebut dalam waktu singkat.
Kapolsek Bangilan, AKP Rukandar, mengungkapkan bahwa kebakaran pertama kali diketahui oleh pemilik rumah sendiri, Rini Susilowati.
“Saat melihat api berasal dari kasur anaknya, Aprilia, Rini panik dan segera membangunkan anaknya. Ia mencoba memadamkan api dengan alat seadanya, tetapi api justru semakin membesar dan melahap rumahnya hingga akhirnya menjalar ke rumah tetangga,” ujar AKP Rukandar.
Upaya Pemadaman Api
Melihat api semakin besar, warga sekitar segera membantu mengevakuasi barang-barang berharga milik korban. Beberapa di antaranya berhasil diselamatkan, seperti kulkas, kipas angin, springbed, pakaian, dan satu unit sepeda motor.
Selain itu, warga juga berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya sebelum akhirnya menghubungi Polsek Bangilan dan meneruskan laporan ke Pemadam Kebakaran Kabupaten Tuban.
Sekitar pukul 05:41 WIB, dua unit mobil pemadam dikerahkan, yakni satu dari Pos Singgahan dan satu lagi dari Pos Jatirogo. Petugas pemadam berjibaku selama hampir tiga jam, hingga akhirnya api berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 08:15 WIB.
Kerugian Akibat Kebakaran
Meski tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, kerugian material diperkirakan mencapai Rp100 juta. Sutaji, Kepala Pemadam Kebakaran Kabupaten Tuban, menyatakan bahwa beberapa barang berharga berhasil diselamatkan dengan nilai sekitar Rp25 juta.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun dua rumah hangus terbakar dengan kerugian cukup besar. Kami mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam penggunaan obat nyamuk bakar atau sumber api lainnya,” ujar Sutaji.
Imbauan untuk Masyarakat
Kebakaran akibat obat nyamuk bakar bukan kali pertama terjadi. Oleh karena itu, warga diminta untuk lebih berhati-hati dalam penggunaannya. Beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan antara lain:
- Meletakkan obat nyamuk di tempat yang aman, jauh dari bahan yang mudah terbakar seperti kasur, tirai, atau kertas.
- Menggunakan tatakan logam atau keramik sebagai alas untuk menghindari api merambat ke permukaan yang mudah terbakar.
- Memastikan ventilasi ruangan baik, sehingga asap tidak menumpuk dan memicu kebakaran atau gangguan pernapasan.
- Menggunakan alternatif lain, seperti obat nyamuk elektrik atau semprotan, yang lebih aman dibandingkan obat nyamuk bakar.
Kejadian ini menjadi pengingat penting agar masyarakat lebih waspada terhadap potensi bahaya kebakaran dari benda-benda kecil yang tampaknya sepele, seperti obat nyamuk bakar.(Az)
Editor : Mukhyidin khifdhi