Tuban – Aksi pekerja PT Sederhana Jaya Utama (SJU), vendor dari PT Solusi Bangun Indonesia (SBI) Pabrik Tuban, yang digelar pada Senin (06/04/2026) di halaman perusahaan berlangsung kondusif. Aksi tersebut tidak berujung pada orasi besar, melainkan dialihkan menjadi konvoi solidaritas dan doa bersama setelah melalui proses mediasi.
Mediasi dilakukan oleh Dinas Ketenagakerjaan dan Perindustrian (Disnakerin) Tuban sebelum aksi berlangsung, sehingga potensi eskalasi konflik berhasil ditekan.
PT SBI: Operasional Sesuai Regulasi
Menanggapi aksi tersebut, pihak PT Solusi Bangun Indonesia (SBI) melalui Corporate Communication Region 3 Pabrik Tuban, Ario Patra Nugraha, menegaskan bahwa perusahaan menjalankan operasional sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Baik kami maupun mitra menjalankan bisnis sesuai peraturan dan ketentuan yang berlaku,” ujarnya kepada Liputansatu.id, Selasa (07/04/2026).
Ia menambahkan bahwa seluruh pihak, termasuk mitra kerja, wajib mematuhi aturan yang berlaku. Selain itu, perusahaan juga mendorong komunikasi yang konstruktif dan solutif.
“Kami berharap komunikasi yang konstruktif sehingga tercapai solusi terbaik bagi perusahaan, mitra, pekerja, dan semua pihak,” tambahnya.
Serikat Pekerja Batalkan Orasi, Pilih Aksi Simbolik
Sebelumnya, Ketua Serikat Pekerja Ring Satu (SPRS), Ahmad Zainudin, yang juga menjadi koordinator aksi, menyampaikan bahwa pihaknya telah mengikuti proses mediasi dengan Disnakerin.
Sebagai hasilnya, rencana aksi orasi dibatalkan dan diganti dengan kegiatan yang lebih kondusif.
“Kami memilih konvoi solidaritas dan doa bersama,” ujarnya.
Langkah ini dinilai sebagai bentuk kompromi sekaligus upaya menjaga situasi tetap kondusif di lingkungan kerja.
Apresiasi untuk Respons Perusahaan
Pihak serikat pekerja juga mengapresiasi kehadiran perwakilan PT SBI yang diwakili oleh Manajer Community Relations (Comrel), Muhammad Yunani Rizzal.
Dalam kesempatan tersebut, perwakilan perusahaan menyampaikan terima kasih atas aksi damai yang dilakukan para pekerja tanpa menimbulkan gangguan.
Zainudin berharap ke depan tidak ada lagi persoalan serupa yang berujung pada aksi.
“Semoga saja tidak terulang lagi,” pungkasnya.
Masalah Kontrak Kerja Masih Jadi Sorotan
Meski aksi berakhir damai, isu utama terkait kontrak kerja yang menjadi pemicu aksi belum sepenuhnya dijelaskan secara terbuka kepada publik.
Kondisi ini menyisakan pertanyaan: apakah mediasi telah menyentuh akar persoalan, atau sekadar meredam situasi sementara?
Di tengah hubungan industrial yang kompleks, transparansi dan kejelasan kontrak menjadi kunci untuk mencegah konflik serupa di masa mendatang. (Az)












