Tuban – Aksi balap liar yang meresahkan masyarakat kembali digagalkan aparat Kepolisian Resor Tuban. Sebanyak 35 sepeda motor diamankan dari aksi nekat para pemuda di ruas jalan nasional Soekarno-Hatta (JT bawah), Minggu dini hari (15/06/2025).
Satlantas Tuban Gagalkan Aksi Balap Liar Saat Patroli Dini Hari
Tim gabungan 813 Dakota dari Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Tuban yang dipimpin langsung oleh Kanit Turjagwali, Ipda Risky Dwi Prasetyo, melakukan patroli intensif di sejumlah titik rawan. Hasilnya, 35 kendaraan roda dua diamankan dari tangan para remaja yang diduga kuat akan menggelar aksi balap liar.
Para pemuda tersebut diketahui berasal dari berbagai kalangan usia dan daerah. Mereka dikumpulkan di lokasi dan diberikan tindakan tegas di tempat. Tak hanya itu, seluruh motor langsung ditilang dan digiring ke Mapolres Tuban dengan cara tak biasa—yakni didorong oleh para pemiliknya sendiri sambil berjalan kaki.
Masyarakat Resah, Polisi Bertindak Tegas
Penindakan ini merupakan respons cepat dari laporan warga sekitar yang merasa resah dengan suara bising dan aktivitas mencurigakan di jalan raya yang kerap dijadikan arena balapan.
“Setelah mendapat aduan dari masyarakat, kami langsung turun melakukan patroli dan penindakan. Tindakan ini bentuk komitmen kami dalam menjaga keselamatan pengguna jalan dan mencegah jatuhnya korban jiwa akibat aksi balap liar,” jelas Ipda Risky Dwi Prasetyo mewakili Kasat Lantas Polres Tuban, AKP Imam Reza.
Mayoritas Pelaku Masih di Bawah Umur
Dari hasil pemeriksaan awal, sebagian besar pelaku diketahui masih di bawah umur alias ‘bocil’. Mereka mengakui akan melakukan balapan dan bahkan mengatur titik start dan finish sebelum akhirnya diamankan petugas.
“Ini sangat berbahaya. Banyak dari mereka belum memiliki SIM dan kendaraannya pun tidak sesuai standar keamanan jalan. Ini harus menjadi perhatian bersama,” tegas Risky.
Ipda Risky juga mengimbau kepada para orang tua agar lebih ketat dalam mengawasi aktivitas anak-anaknya, terutama di malam hari. Menurutnya, pengawasan keluarga sangat penting untuk mencegah anak terlibat dalam kegiatan berbahaya seperti balap liar.
“Kami minta kerja sama dari masyarakat dan orang tua. Jangan sampai anak-anak kita menjadi korban atau pelaku kecelakaan karena kegiatan seperti ini. Penindakan akan terus kami lakukan secara berkala di titik-titik rawan,” pungkasnya.(Aj)
Editor : Mukhyidin Khifdhi