Dirgahayu Republik Indonesia ke-81

Banjir Setinggi Lutut Orang Dewasa, Jalur Pantura Situbondo Macet Total

- Reporter

Selasa, 4 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kemacetan parah di jalur pantura Situbondo akibat banjir (Foto: Fia Rahma,Liputansatu.id).

Kemacetan parah di jalur pantura Situbondo akibat banjir (Foto: Fia Rahma,Liputansatu.id).

SITUBONDO, JATIM – Banjir yang melanda Jalur Pantura Situbondo mengakibatkan kemacetan total di Jalan Raya Mlandingan pada Senin (3/2/2025) malam. Ketinggian air yang mencapai lutut orang dewasa membuat kendaraan tidak bisa melintas, menyebabkan antrean panjang dari dua arah, baik dari Banyuwangi ke Surabaya maupun sebaliknya.

Kemacetan Parah Selama Berjam-jam

Menurut keterangan Lukman Hasbi, kemacetan mulai terjadi sejak pukul 19.00 WIB dan hingga pukul 22.00 WIB air masih belum surut.

“Kendaraan mulai tidak bisa melintas pada pukul 19.00 WIB saat air banjir naik dan memutus jalur lalu lintas, sehingga kendaraan tidak bisa bergerak. Macet total,” ujarnya.

Penyebab Banjir: Luapan Sungai yang Bertemu di Jalur Pantura

Lukman menjelaskan bahwa banjir terjadi akibat luapan air dari dua sungai, yaitu Sungai di Desa Sumber Pinang dan Sungai Selowogo. Kedua sungai ini bertemu di satu saluran menuju muara laut, sehingga air meluap dan menutup akses jalan.

“Air sungai dari Desa Sumber Pinang dan Selowogo bertemu di jalur ini, sehingga airnya naik. Debit air sungai memang meningkat karena hujan deras sejak sore,” jelasnya.

Baca juga: Puluhan Rumah Warga di Mlandingan, Situbondo Terendam Banjir

Rumah Warga Terendam Banjir

Tak hanya jalan raya, banjir juga merendam rumah warga sekitar dengan ketinggian air mencapai 50 cm. Warga khawatir jika hujan terus mengguyur, debit air sungai akan semakin bertambah dan memperburuk situasi.

“Hujan sangat deras dan tidak berhenti sama sekali, sehingga debit air terus meningkat. Semoga segera berhenti agar air cepat surut. Macetnya sudah lumayan panjang,” kata seorang warga.

Kemacetan ini berdampak pada arus lalu lintas yang menghubungkan Pulau Jawa dan Bali. Pengendara diimbau untuk mencari jalur alternatif atau menunda perjalanan hingga kondisi kembali normal.(Fia/Din)

Berita Terkait

El Nino Mengancam Tuban, BMKG Ingatkan Warga: Jangan Bakar Lahan!
Bocah 8 Tahun Tenggelam di Pantai Karangagung Tuban
30 Tahun Tukar Guling TKD Purworejo dari PT TPU Buntu
Kontrak Habis 30 September, PPPK Paruh Waktu Tuban Tetap Diminta Masuk Kerja
Tower BTS Belum Berizin Disegel, Satpol PP Tuban Mulai Sisir Sejumlah Titik
Kekeringan Ekstrem, 28 Desa di Tuban Bergantung Droping Air
LP2B Sumberejo Kulon Disorot, DPRD Tulungagung Minta Pengawasan Diperketat
Wakapolresta Tuban Resmi Dijabat AKBP, Windy Syafutra Gantikan Kompol Supiyan

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:11 WIB

El Nino Mengancam Tuban, BMKG Ingatkan Warga: Jangan Bakar Lahan!

Senin, 5 Oktober 2026 - 18:36 WIB

Bocah 8 Tahun Tenggelam di Pantai Karangagung Tuban

Senin, 5 Oktober 2026 - 18:25 WIB

30 Tahun Tukar Guling TKD Purworejo dari PT TPU Buntu

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 19:07 WIB

Kontrak Habis 30 September, PPPK Paruh Waktu Tuban Tetap Diminta Masuk Kerja

Jumat, 2 Oktober 2026 - 14:02 WIB

Tower BTS Belum Berizin Disegel, Satpol PP Tuban Mulai Sisir Sejumlah Titik

Berita Terbaru

Ilustrasi anak tenggelam

Peristiwa

Bocah 8 Tahun Tenggelam di Pantai Karangagung Tuban

Senin, 5 Okt 2026 - 18:36 WIB

Kantor Kepala Desa Purworejo (gambar : ist.)

Daerah

30 Tahun Tukar Guling TKD Purworejo dari PT TPU Buntu

Senin, 5 Okt 2026 - 18:25 WIB

Banner Liputansatu
Banner Liputansatu
Banner Liputansatu