Bencana Hidrometeorologi Terjang Trenggalek, Pohon Tumbang Sebabkan Kerusakan di Banyak Titik

- Reporter

Sabtu, 30 November 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hujan lebat disertai angin kencang mengakibatkan bencana hidrometeorologi di Kabupaten Trenggalek pada Kamis (28/11) sore hingga Jumat (29/11).

Hujan lebat disertai angin kencang mengakibatkan bencana hidrometeorologi di Kabupaten Trenggalek pada Kamis (28/11) sore hingga Jumat (29/11).

TRENGGALEK, JATIM – Hujan lebat disertai angin kencang mengakibatkan bencana hidrometeorologi di Kabupaten Trenggalek pada Kamis (28/11) sore hingga Jumat (29/11). Bencana ini menyebabkan pohon tumbang dan tanah longsor yang merusak rumah warga serta memutuskan akses jalan antar desa.

Menurut laporan Pusdalops BPBD Trenggalek, pada Jumat sore, di Kecamatan Panggul, sebuah pohon sengon tumbang dan menutup jalan utama yang menghubungkan Panggul dengan Pacitan. Tak jauh dari situ, pohon cengkeh tumbang dan menimpa rumah milik warga di Dusun Jati, Desa Sawahan.

“Di Dusun Jati, rumah yang tertimpa pohon tersebut milik Bapak Joni, warga RT 29/RW 15. Sementara itu, rumah Bapak Imron juga mengalami kerusakan parah setelah temboknya jebol akibat longsoran tanah setinggi empat meter dan lebar 3,5 meter,” jelas Kepala BPBD Trenggalek, Triadi Atmono.

Tak hanya di Panggul, bencana serupa juga melanda Kecamatan Dongko, di mana longsor setinggi tujuh meter menutupi jalan penghubung antar desa di Desa Watuagung dan merusak dua dapur rumah warga. Jalan yang menghubungkan Dusun Ngleben dan Krajan juga mengalami kerusakan parah, sementara jembatan terputus.

Kecamatan Munjungan pun tak luput dari dampak bencana ini, dengan pohon sengon tumbang dan menutup jalan penghubung antara Desa Munjungan dan Desa Tawing. Di Kecamatan Suruh, pohon tumbang menimpa dapur rumah warga di Desa Nglebo. Sementara itu, longsor juga melanda Desa Puyung di Kecamatan Pule, yang mengakibatkan kerusakan pada rumah warga.

Untuk merespons bencana ini, petugas gabungan dari BPBD, TNI, Polri, dan relawan segera diterjunkan ke lokasi untuk membersihkan puing-puing dan memberikan bantuan kepada para korban.

Kepala BPBD Trenggalek, Triadi Atmono, mengimbau agar masyarakat tetap waspada dan terus memantau informasi cuaca yang diberikan oleh pihak berwenang guna menghindari potensi bahaya lebih lanjut akibat cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi.

Editor : Agus Susanto

Berita Terkait

Pembangunan Belum Rampung, MPLS Sekolah Rakyat Tuban Ditunda
Tabrakan Dua Kapal di Perairan Panarukan Situbondo, Satu Kapal Tenggelam
Viral Keluhan Barcode BBM Subsidi Dipakai Orang Lain, SPBU di Tuban Akui Lalai
Bupati Situbondo Lantik Tiga Kades PAW, Minta Rangkul Semua Warga Pascapemilihan
Kebakaran Pasar Agrobis Babat Hanguskan Tujuh Stand, Kerugian Ditaksir Rp1 Miliar
Jangan Bohongi Presiden RI: Gus Lilur Soroti Dugaan Korupsi hingga Desak Penegakan Hukum Transparan
Rekaman CCTV Bongkar Aksi Maling di Tuban, Satu Pelaku Masih DPO
Gibran Tinjau Tol Prosiwangi, Target Waktu Tempuh Probolinggo –Banyuwangi Dipangkas Jadi 3 Jam

Berita Terkait

Senin, 13 Juli 2026 - 16:54 WIB

Pembangunan Belum Rampung, MPLS Sekolah Rakyat Tuban Ditunda

Senin, 13 Juli 2026 - 14:58 WIB

Tabrakan Dua Kapal di Perairan Panarukan Situbondo, Satu Kapal Tenggelam

Senin, 13 Juli 2026 - 14:33 WIB

Viral Keluhan Barcode BBM Subsidi Dipakai Orang Lain, SPBU di Tuban Akui Lalai

Senin, 13 Juli 2026 - 13:45 WIB

Bupati Situbondo Lantik Tiga Kades PAW, Minta Rangkul Semua Warga Pascapemilihan

Senin, 13 Juli 2026 - 11:34 WIB

Kebakaran Pasar Agrobis Babat Hanguskan Tujuh Stand, Kerugian Ditaksir Rp1 Miliar

Berita Terbaru

Molornya penyelesaian gedung membuat MPLS bagi 196 siswa baru tidak dapat dimulai sesuai jadwal. Bahkan masih terlihat beberapa pekerja di depan Sekolah Rakyat, (Assa/Liputansatu.id).

Pemerintah

Pembangunan Belum Rampung, MPLS Sekolah Rakyat Tuban Ditunda

Senin, 13 Jul 2026 - 16:54 WIB