BPBD Jatim dan ITS Selidiki Fenomena Lubang Besar Penyedot Air di Blitar

- Reporter

Rabu, 13 November 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim BPBD Jatim menggandeng ITS meninjau lubang misterius di Blitar, (Ist).

Tim BPBD Jatim menggandeng ITS meninjau lubang misterius di Blitar, (Ist).

BLITAR – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur, bersama Tim Geofisika dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, melakukan penyelidikan terhadap fenomena lubang besar yang menghisap aliran air Sungai Kalisat di Kabupaten Blitar. Fenomena tersebut pertama kali ditemukan pada awal November lalu dan semakin melebar, sehingga menarik perhatian masyarakat dan menjadi viral di media sosial.

Kepala Pelaksana BPBD Jatim, Gatot Soebroto, didampingi Kepala BPBD Kabupaten Blitar, Ivong Bettriyanto, dan Plt. Kabid PK BPBD Jatim, Dadang Iqwandy, langsung meninjau lokasi lubang yang kini sudah dipasangi garis polisi untuk mencegah akses warga. Gatot mengungkapkan, respons cepat dilakukan BPBD Jatim dengan melibatkan Tim Geofisika ITS untuk melakukan kajian terhadap fenomena langka ini.

“Setelah viralnya temuan lubang besar yang menyedot air Sungai Kalisat di Desa Dawuhan, Kecamatan Kademangan, BPBD Jatim bekerja sama dengan Tim Geofisika ITS untuk melakukan kajian lebih lanjut,” ujar Gatot pada Rabu (13/11).

Gatot menambahkan, tim menggunakan teknologi radar penembus tanah (Ground Penetrating Radar/GPR) untuk memetakan objek yang ada di bawah permukaan tanah, serta menilai potensi pergerakan tanah yang bisa berisiko bagi warga sekitar.

“Tim ITS sudah mulai melakukan asesmen terhadap fenomena ini, termasuk mengkaji potensi gerakan tanah di daerah tersebut,” lanjutnya.

Gatot berharap hasil kajian akademik dari Tim ITS dapat mengungkap penyebab dan potensi bahaya yang mungkin timbul dari lubang besar tersebut. Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap mengikuti petunjuk dan menjaga jarak dari area yang telah dibatasi garis polisi guna menghindari kecelakaan, terutama dengan datangnya musim hujan yang dapat meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi.

Sementara itu, Kepala Desa Dawuhan, Ahmad Muhibbudin, mengungkapkan bahwa fenomena lubang ini bermula setelah hujan deras di awal November. Salah satu warga pertama kali menemukan lubang tersebut, dan seiring waktu, lubang tersebut semakin membesar.

“Kami berharap ada kajian mendalam tentang lubang yang menyebabkan tanah ambles ini, apakah berpotensi membahayakan warga atau tidak,” kata Ahmad.

Penyelidikan lebih lanjut diharapkan dapat memberikan penjelasan ilmiah mengenai fenomena yang mengkhawatirkan ini, serta solusi yang tepat untuk mengurangi risiko yang mungkin ditimbulkan.

Editor : Agus Susanto

Berita Terkait

Pembangunan Belum Rampung, MPLS Sekolah Rakyat Tuban Ditunda
Tabrakan Dua Kapal di Perairan Panarukan Situbondo, Satu Kapal Tenggelam
Viral Keluhan Barcode BBM Subsidi Dipakai Orang Lain, SPBU di Tuban Akui Lalai
Bupati Situbondo Lantik Tiga Kades PAW, Minta Rangkul Semua Warga Pascapemilihan
Kebakaran Pasar Agrobis Babat Hanguskan Tujuh Stand, Kerugian Ditaksir Rp1 Miliar
Rekaman CCTV Bongkar Aksi Maling di Tuban, Satu Pelaku Masih DPO
Gibran Tinjau Tol Prosiwangi, Target Waktu Tempuh Probolinggo –Banyuwangi Dipangkas Jadi 3 Jam
Hampir 6 Jam Berjuang, Damkar Akhirnya Jinakkan Kebakaran TPA Gunung Panggung Tuban

Berita Terkait

Senin, 13 Juli 2026 - 16:54 WIB

Pembangunan Belum Rampung, MPLS Sekolah Rakyat Tuban Ditunda

Senin, 13 Juli 2026 - 14:58 WIB

Tabrakan Dua Kapal di Perairan Panarukan Situbondo, Satu Kapal Tenggelam

Senin, 13 Juli 2026 - 14:33 WIB

Viral Keluhan Barcode BBM Subsidi Dipakai Orang Lain, SPBU di Tuban Akui Lalai

Senin, 13 Juli 2026 - 13:45 WIB

Bupati Situbondo Lantik Tiga Kades PAW, Minta Rangkul Semua Warga Pascapemilihan

Senin, 13 Juli 2026 - 11:34 WIB

Kebakaran Pasar Agrobis Babat Hanguskan Tujuh Stand, Kerugian Ditaksir Rp1 Miliar

Berita Terbaru

Molornya penyelesaian gedung membuat MPLS bagi 196 siswa baru tidak dapat dimulai sesuai jadwal. Bahkan masih terlihat beberapa pekerja di depan Sekolah Rakyat, (Assa/Liputansatu.id).

Pemerintah

Pembangunan Belum Rampung, MPLS Sekolah Rakyat Tuban Ditunda

Senin, 13 Jul 2026 - 16:54 WIB