Situbondo – Sebanyak 36 siswa yang akan mengikuti Jumpa Bakti Gembira (Jumbara) PMR X tingkat Jawa Timur resmi dilepas oleh Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, di Aula Pendopo Rakyat Situbondo, Senin (08/09/2025).
Pesan Bupati: Belajar Lewat Kegembiraan
Di hadapan para peserta, Bupati yang akrab disapa Mas Rio menegaskan bahwa keberangkatan ke Jumbara bukan sekadar untuk berkompetisi, melainkan juga kesempatan untuk bergembira sekaligus belajar dengan cara yang menyenangkan.
“Jumbara itu artinya jumpa, bakti, gembira. Jadi adik-adik berangkat bukan hanya untuk lomba, tapi juga untuk bergembira, bertemu teman baru, dan belajar dalam suasana yang menyenangkan,” ujarnya.
Kurangi Beban Akademis, Beri Ruang Bermain
Mas Rio menekankan pentingnya mengurangi tekanan akademis bagi pelajar dan memberikan ruang lebih untuk bermain. Menurutnya, kreativitas besar lahir dari suasana santai dan penuh keceriaan.
“Isaac Newton menemukan teori gravitasi saat bermain dengan apel. Thomas Alva Edison berkali-kali bereksperimen hingga akhirnya menemukan lampu. Mereka tidak dipaksa belajar terus-menerus, tapi belajar dalam konteks permainan,” katanya.
Ia juga mencontohkan sistem pendidikan di negara-negara maju seperti Finlandia dan Swedia yang memberi ruang luas bagi siswa untuk mengeksplorasi minat non-akademik seperti seni, olahraga, dan musik.
“Sejak SD sampai SMA, saya ingin adik-adik merdeka, punya pilihan, dan belajar dalam arti luas. Tidak hanya soal peringkat kelas, tapi juga bagaimana mengembangkan bakat dan minat masing-masing,” tambahnya.
55 Kontingen Situbondo Siap Meriahkan Jumbara
Sementara itu, Ketua PMI Kabupaten Situbondo, Sofwan Hadi, menjelaskan bahwa kontingen Situbondo mengirim 55 orang, terdiri dari peserta tingkat SD, SMP, SMA, serta tim pendukung.
“Mereka akan mengikuti Jumbara PMR X di Bumi Perkemahan Semen Gresik, Kabupaten Gresik, pada 16–21 September 2025, bersama sekitar 1.500 anggota PMR se-Jawa Timur,” terangnya.
Menurut Sofwan, kegiatan Jumbara bertujuan menumbuhkan karakter kepalangmerahan, memperkuat peran pendidikan sebaya, dan mengasah keterampilan hidup remaja.
“Ini juga sebagai bentuk edukasi anak-anak dengan cara bermain bersama, namun tetap penuh makna pembelajaran,” tutupnya. (Fia)
Editor : Kief