Tuban – Dapur Satuan Pelayanan Pemenyedia Gizi (SPPG) Glondonggede yang selama ini menjadi penyedia ransum Program Makan Bergizi (MBG) di Kabupaten Tuban, terancam ditutup sementara. Langkah itu muncul setelah delapan siswi SMKN Tambakboyo diduga mengalami keracunan usai menyantap makanan yang dipasok dari dapur tersebut, Selasa (14/10/2025).
Kasus ini bukan kali pertama dapur SPPG Glondonggede bermasalah. Tiga bulan sebelumnya, dapur yang sama sempat menjadi sorotan setelah ditemukan larva serangga dalam paket makanan yang dibagikan kepada siswa penerima manfaat.
Kronologi Kejadian: Mual Setelah Menyantap Ransum
Menurut keterangan siswa, gejala mulai dirasakan sekitar pukul 13.00 WIB saat jam pelajaran kosong. Salah satu korban, Ica, siswi kelas sepuluh, mengaku mulai merasa mual setelah memakan nasi goreng yang disediakan dalam program Makan Bergizi (MBG).
“Tadi dapat nasi goreng, telur ceplok, dan buah naga,” ujar Ica.
“Tapi nasi gorengnya kayak ada yang aneh. Setelah makan, saya merasa mual dan langsung dibawa ke Puskesmas,” tambahnya.
Keterangan senada juga disampaikan Dewi Aprilia, siswi kelas sebelas di sekolah yang sama.
“Di nasi gorengnya itu agak aneh, kayak ada lengket-lengketnya gitu,” ucap Dewi Aprilia.
Keduanya termasuk dari delapan siswa yang dilarikan ke fasilitas kesehatan setempat untuk mendapatkan pertolongan pertama.
Pihak Sekolah: Kami Hanya Penerima Ransum
Mashuda, Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMKN Tambakboyo, membenarkan adanya insiden dugaan keracunan tersebut. Ia menjelaskan bahwa sekolah hanya berperan sebagai penerima dalam program makan bergizi, bukan penyedia makanan.
“Siswa mendapat ransum berupa nasi goreng, telur ceplok, buah naga, acar, dan kerupuk udang,” jelas Mashuda.
“Gimana lagi, mas. Kami hanya menerima,” ucapnya lesu.
Mashuda menambahkan, pihak sekolah langsung mengevakuasi siswa yang mengalami keluhan ke Puskesmas Tambakboyo dan melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwenang.
Danramil Tambakboyo: Masih Tahap Indikasi, Menunggu Hasil Lab
Terkait kejadian tersebut, Danramil Tambakboyo Kapten Arm. Teguh Hariwibowo mengatakan pihaknya mendapatkan laporan awal dari anggota di lapangan tentang adanya dugaan keracunan yang menimpa sejumlah siswa.
“Kami mendapat informasi dari anggota bahwa ada delapan orang siswa diduga mengalami keracunan. Setelah dicek, ternyata benar, semuanya siswi SMKN Tambakboyo,” ujar perwira asal Desa Mrutuk, Kecamatan Widang, itu.
Ia menegaskan bahwa sejauh ini masih merupakan indikasi dugaan keracunan, karena masih menunggu hasil laboratorium dari petugas kesehatan.
“Jadi masih indikasi karena masih menunggu hasil lab dari petugas kesehatan,” tambahnya.
Kapten Teguh juga memastikan bahwa kondisi para siswa kini sudah membaik.
“Korban saat ini kondisinya sudah semakin membaik dan boleh segera diizinkan untuk pulang,” ujarnya.
Dari 3.120 Penerima Manfaat, 8 Siswi Terindikasi Terdampak
Menurut data yang diterima, program makan bergizi dari SPPG Glondonggede hari itu melayani 3.120 penerima manfaat. Dari jumlah tersebut, delapan orang siswi mengalami gejala diduga akibat ransum yang dikonsumsi.
“Ini dari dapur SPPG Glondonggede,” terang Kapten Teguh.
Semua siswa yang terdampak diketahui berjenis kelamin perempuan dan berasal dari sekolah yang sama.
Evaluasi dan Kemungkinan Penutupan Sementara Dapur SPPG
Kejadian ini bukan kali pertama dapur SPPG Glondonggede menjadi sorotan. Pada insiden sebelumnya, ransum yang didistribusikan dari dapur ini ditemukan mengandung larva serangga. Kini, dengan munculnya kasus baru, publik mempertanyakan pengawasan kualitas makanan dalam program nasional tersebut.
Menanggapi hal itu, Kapten Teguh menyebut kejadian berulang ini berpotensi menjadi bahan evaluasi Badan Gizi Nasional (BGN) selaku penanggung jawab program.
“Ada kemungkinan akan ditutup sementara ke depannya nanti,” pungkasnya. (Az)
Editor : Kief