TUBAN — Suasana khidmat menyelimuti acara peresmian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Dusun Luwuk, Desa Kedungrejo, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, Sabtu (4/10/2025).
Kegiatan yang menjadi bagian dari implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) itu dihadiri oleh Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimca) Kerek diawali dengan doa bersama dan pemotongan tumpeng, sebagai bentuk rasa syukur sekaligus harapan agar pelaksanaan program berjalan lancar tanpa kendala.
Camat Kerek, Nanang Wahyudi mengatakan, program MBG tersebut merupakan inisiatif Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan meningkatkan asupan gizi masyarakat, terutama anak-anak.
“Kami di wilayah bersama Danramil dan Kapolsek siap mengawal agar program ini berjalan tepat sasaran,” ujar Nanang Wahyudi di sela acara.
Nanang menambahkan, ke depan di Kabupaten Tuban akan dibentuk sekitar 90 titik SPPG yang tersebar di berbagai kecamatan. Selain berperan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, kehadiran SPPG juga diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru di tingkat lokal.
Ketua Yayasan Untung Makmur Bersama selaku pelaksana kegiatan, Binti menegaskan, pentingnya edukasi gizi dalam mendukung keberhasilan program.
“Harapan kami, masyarakat bisa menerima dengan baik dan memahami pentingnya gizi seimbang sebagaimana tujuan pemerintah. Presiden menginginkan anak-anak tumbuh sehat melalui makanan bergizi,” jelasnya.
Program di bawah naungan yayasan tersebut akan mulai disalurkan pada Senin, 6 Oktober 2025 mendatang, dengan target 2.000 porsi makanan bergizi yang dibagikan ke sejumlah sekolah di wilayah Kecamatan Kerek.
Kepala SPPG Kedungrejo 2, Muhammad Hasbi Alifka Rafdi, menuturkan bahwa tahap awal akan disalurkan 1.010 porsi makanan. Jumlah ini akan terus meningkat seiring pemerataan distribusi ke seluruh SPPG di wilayah tersebut.
“Untuk sementara kami akan melayani sejumlah sekolah di empat desa, yakni Kedungrejo, Padasan, Mliwang, dan Margorejo,” ujar Hasbi.
Dengan dimulainya operasional SPPG Kedungrejo, diharapkan program MBG tidak hanya menjadi upaya pemenuhan kebutuhan gizi, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat desa melalui kolaborasi lintas sektor di tingkat kecamatan. (AZ).
Editor : Kiev