Tuban – Jumlah warga Kabupaten Tuban yang mengidap disabilitas mental tercatat mencapai 2.006 orang. Data tersebut tersebar di seluruh kecamatan dan diungkap langsung oleh Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dinsos P3A PMD) Kabupaten Tuban.
Kepala Dinsos P3A PMD Tuban, Sugeng Purnomo, menjelaskan bahwa jumlah tersebut merupakan hasil pendataan resmi dinas hingga Oktober 2025.
“Itu yang terdata ya, soalnya ada juga yang sudah kami ketahui namun keluarga tidak mau didata,” ujar Sugeng kepada LiputanSatu.id.
Sebaran Pengidap Disabilitas Mental di Tuban
Berikut rincian jumlah pengidap disabilitas mental di masing-masing kecamatan:
| Kecamatan | Jumlah Pengidap |
|---|---|
| Bancar | 101 |
| Bangilan | 68 |
| Grabagan | 45 |
| Jatirogo | 96 |
| Jenu | 84 |
| Kenduruan | 71 |
| Kerek | 78 |
| Merakurak | 89 |
| Montong | 61 |
| Palang | 129 |
| Parengan | 117 |
| Plumpang | 163 |
| Rengel | 42 |
| Semanding | 172 |
| Senori | 78 |
| Singgahan | 66 |
| Soko | 154 |
| Tambakboyo | 90 |
| Tuban | 156 |
| Widang | 146 |
| Total | 2.006 |
Asmara Jadi Penyebab Utama
Sugeng membeberkan bahwa penyebab disabilitas mental di Tuban sangat beragam, mulai dari masalah asmara, ekonomi, hingga pola asuh dalam keluarga.
“Dari bermacam penyebab tersebut, masalah asmara menjadi penyebab mayoritas penyandang disabilitas mental,” ungkapnya.
Masalah percintaan—baik karena ditinggal pasangan, diselingkuhi, atau hubungan yang kandas—menjadi pemicu terbesar gangguan kejiwaan. Di posisi berikutnya adalah masalah ekonomi, lalu konflik keluarga, dan pola asuh anak yang tidak tepat.
“Anak yang biasa dimanja ini menjadi rentan terkena disabilitas mental. Apalagi kalau ditinggal orang tuanya atau menghadapi lingkungan sosial baru. Anak yang terbiasa dimanja sering tidak kuat,” lanjut Sugeng.
Dinsos Imbau Masyarakat Aktif Melapor
Dinsos mengimbau agar masyarakat yang memiliki anggota keluarga dengan gejala disabilitas mental segera melapor ke Dinas Sosial atau melalui relawan Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK).
“Kalau ada yang keluarganya mengalami disabilitas mental, segera laporkan. Kami siap membantu proses penanganannya,” katanya.
Sugeng menambahkan bahwa warga yang sudah terdata akan diprioritaskan mendapatkan BPJS JKN, agar proses pengobatan dan perawatan berjalan lebih mudah.
“Kalau pengidap mengalami kambuh, langsung saja dibawa ke Puskesmas supaya diberi obat,” ujarnya.
Penanganan dan Rujukan Gratis
Bagi pasien yang tidak menunjukkan perbaikan setelah mendapatkan penanganan awal di Puskesmas, pihak medis akan merujuk ke RSJ Menur di Surabaya. Proses pengantaran pasien akan difasilitasi langsung oleh petugas dari Dinsos Tuban.
“Semua penanganannya gratis,” tegas Sugeng.
Pemerintah Kabupaten Tuban melalui Dinsos berharap masyarakat semakin sadar pentingnya kesehatan mental, serta tidak ragu untuk mencari pertolongan medis sejak dini agar pengidap mendapatkan perawatan yang tepat. (Az)
Editor : Kief