Tuban — Misteri hilangnya Samen, warga Desa Lerankulon, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, akhirnya terungkap. Pria berusia 69 tahun itu ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di kawasan hutan RPH Wangun, Selasa (15/09/2026) sore setelah menghilang sejak Juni lalu.
Jenazah Samen ditemukan di Petak 13 G tanaman mauni, BKPH Sundulan KPH Tuban, turut wilayah Desa Wangun, Kecamatan Palang. Lokasi penemuan berada di kawasan hutan yang sebelumnya menjadi titik pencarian korban setelah dilaporkan hilang.
Informasi penemuan mayat tersebut diterima Polsek Palang melalui layanan darurat 110 sekitar pukul 16.30 WIB. Petugas yang mendatangi lokasi kemudian memastikan bahwa mayat tersebut merupakan Samen.
Identitas korban diperkuat dengan sejumlah barang yang ditemukan di sekitar jenazah. Keluarga korban juga membenarkan identitas tersebut berdasarkan ciri-ciri dan barang milik korban.
Sebelumnya, Samen diketahui meninggalkan rumah pada Selasa (14/07/2026) sekitar pukul 07.00 WIB. Ia berangkat ke kawasan hutan Wangun untuk mencari rumput sebagai pakan ternak sapi dengan mengendarai sepeda motor Yamaha Vega.
Namun, hingga malam hari, Samen tak kunjung pulang. Keluarga yang mulai khawatir kemudian melaporkan kehilangan tersebut ke Polsek Palang pada Rabu (15/07/2026) sekitar pukul 21.00 WIB. Sehari kemudian, petugas mendapat informasi mengenai ditemukannya sepeda motor Yamaha Vega warna biru putih milik korban di kawasan hutan Desa Wangun.
Di lokasi tersebut juga ditemukan gerobak berukuran sekitar 150 sentimeter serta sebuah karung warna putih. Di dalamnya terdapat sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan korban, antara lain bekas minuman, kacamata dan bekas bungkus sarapan.
Pencarian kemudian dilakukan secara intensif. Polsek Palang bersama Tim BASARNAS menyisir kawasan hutan selama tujuh hari. Namun, upaya tersebut belum menemukan keberadaan Samen hingga akhirnya pencarian dihentikan.
Dua bulan berselang, keberadaan Samen akhirnya ditemukan. Kali ini bukan dalam kondisi yang diharapkan keluarga, melainkan sebagai jenazah yang ditemukan di kawasan hutan RPH Wangun.
Dari lokasi, petugas mengamankan sejumlah barang yang melekat maupun berada di sekitar korban, di antaranya celana warna hitam, sepatu boot warna hitam serta sebuah dompet warna cokelat. Dompet tersebut berisi KTP dan SIM atas nama korban serta uang tunai sebesar Rp630 ribu.
Setelah proses identifikasi awal di lokasi, jenazah Samen kemudian dievakuasi dan dibawa ke RSUD dr. R. Koesma Tuban untuk menjalani pemeriksaan medis, termasuk pemeriksaan luar dan dalam.
Kasi Humas Polresta Tuban IPTU Mohammad Iksan membenarkan adanya penemuan jenazah tersebut. Polisi memastikan identitas korban berdasarkan barang-barang milik korban serta keterangan keluarga.
“Setelah dilakukan pengecekan di lokasi, temuan mayat tersebut diketahui bernama Samen. Identitasnya diperkuat dengan barang-barang milik korban dan dibenarkan oleh pihak keluarga,” ujar Iksan.
Polisi selanjutnya melakukan pemeriksaan terhadap jenazah guna mengetahui kondisi dan penyebab kematian korban.
Penemuan ini sekaligus mengakhiri pencarian panjang terhadap Samen yang sebelumnya dinyatakan hilang setelah pergi mencari rumput di kawasan hutan Wangun. Kasus tersebut kini dalam penanganan Polsek Palang dan Polresta Tuban untuk memastikan penyebab kematian korban. (Az/Kiev)
Editor : Mukhyidin Khifdi












