Dugaan Pembunuhan Satu Keluarga di Situbondo, Polisi Temukan Luka Sayat dan Tusuka pada Korban

- Reporter

Senin, 5 Januari 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Kasatreskrim Polres Situbondo AKP Agung Hartawan menyampaikan keterangan pers terkait perkembangan penyelidikan kasus dugaan pembunuhan satu keluarga di Desa Demung, Kecamatan Besuki, Situbondo, (Fia Rahma/Liputansatu.id).

Situbondo – Kasus dugaan pembunuhan satu keluarga di Desa Demung, Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo, masih terus didalami oleh Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Situbondo. Dugaan sementara, motif pembunuhan dipicu oleh sengketa harta kekayaan. Polisi juga menemukan sejumlah luka sayat dan luka tusuk pada tubuh para korban.

Perbedaan Luka pada Tiga Korban

Kasatreskrim Polres Situbondo, AKP Agung Hartawan, menjelaskan bahwa hasil pemeriksaan awal menunjukkan perbedaan jenis luka pada masing-masing korban.
“Luka pada leher tiga jenazah berbeda-beda. Ada yang mengalami luka sayat pada leher saja, ada yang luka sayat di tangan dan luka tusuk pada leher korban,” jelas AKP Agung, Senin (05/01/2026).
Ia merinci, korban Mohammad Hasyim (58) mengalami luka sayat cukup dalam dan lebar pada bagian leher. Sementara Suningsih (38) mengalami luka sayat di leher serta luka di lengan yang diduga akibat upaya menangkis serangan. Sedangkan putrinya, Umi Rahmania (18), mengalami luka tusuk pada leher, bukan bekas sayatan.

Motif Sementara Sengketa Harta

Berdasarkan hasil pendalaman awal, polisi menduga kuat motif pembunuhan berkaitan dengan konflik atau sengketa harta kekayaan. Meski demikian, penyidik menegaskan masih terus mengumpulkan bukti dan keterangan tambahan untuk memastikan motif tersebut.

AKP Agung menyampaikan bahwa proses pengungkapan kasus tidak mudah dan membutuhkan tahapan panjang, salah satunya dengan memeriksa sebanyak mungkin saksi.
“Saksi-saksi yang sudah kami periksa lebih dari 15 orang. Ke depan kemungkinan akan bertambah lagi, baik dari pihak keluarga, tetangga, maupun teman dekat para korban,” ungkapnya.

Minim CCTV Jadi Kendala Penyidikan

Dalam proses penyelidikan, polisi mengaku mengalami sejumlah kendala. Salah satunya minimnya rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian. Bahkan, CCTV yang terpasang diketahui dalam kondisi tidak aktif saat peristiwa pembunuhan terjadi.
“Minimnya CCTV lingkungan, kemudian ada juga beberapa pihak yang enggan dimintai keterangan,” kata AKP Agung.

Polisi Imbau Warga Beri Informasi

Polisi mengimbau masyarakat yang memiliki informasi, bukti, atau petunjuk terkait kasus dugaan pembunuhan tersebut agar segera melapor.
“Harapan kami, warga yang memiliki bukti-bukti segera memberikan informasi kepada polisi. Tidak perlu takut. Semakin banyak petunjuk, maka semakin cepat pula kasus ini bisa terungkap,” pungkasnya. (Fia)

Editor : Kief

Berita Terkait

Jalan Rusak di Pantura Tuban Kembali Makan Korban, Pengendara Tewas Usai Hindari Lubang
Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban
Dua Nelayan Tuban yang Hilang Berhasil Ditemukan Selamat
Desakan Transparansi Aliran Dana Dugaan Korupsi Kuota Haji Menguat
Kalah Dari Pasuruan United, Langkah Persatu Tuban Terhenti Dibabak 32 Besar Liga 4 Jatim 2026
Update Penemuan Mayat di Sungai Sampean Lama: Korban Dipastikan Perempuan
Pembalakan Liar Marak di Tuban, 11 Batang Kayu Jati Diamankan di KPH Jatirogo
Kasus Burung Cendet Baluran: Kakek Masir Bebas Setelah 5 Bulan 20 Hari Ditahan

Berita Terkait

Minggu, 11 Januari 2026 - 18:42 WIB

Jalan Rusak di Pantura Tuban Kembali Makan Korban, Pengendara Tewas Usai Hindari Lubang

Sabtu, 10 Januari 2026 - 23:55 WIB

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban

Sabtu, 10 Januari 2026 - 21:49 WIB

Dua Nelayan Tuban yang Hilang Berhasil Ditemukan Selamat

Sabtu, 10 Januari 2026 - 13:03 WIB

Desakan Transparansi Aliran Dana Dugaan Korupsi Kuota Haji Menguat

Sabtu, 10 Januari 2026 - 07:54 WIB

Kalah Dari Pasuruan United, Langkah Persatu Tuban Terhenti Dibabak 32 Besar Liga 4 Jatim 2026

Berita Terbaru

Daerah

Dua Nelayan Tuban yang Hilang Berhasil Ditemukan Selamat

Sabtu, 10 Jan 2026 - 21:49 WIB

Advertisement
Exit mobile version