El Nino Mengancam Tuban, BMKG Ingatkan Warga: Jangan Bakar Lahan!

- Reporter

Selasa, 6 Oktober 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Kalaksa BPBD Tuban (Baju Oranye) saat memberikan materi dalam FGD BMKG Tuban (06/10/2026) (gambar : Assa Annazili)

Tuban – Ancaman kekeringan dan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) mulai menjadi perhatian serius di Kabupaten Tuban. Di tengah kondisi kemarau yang berlangsung panjang, Stasiun Meteorologi BMKG Kelas III Tuban mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan, terutama di sekitar kawasan pertanian dan hutan.

Peringatan itu disampaikan dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk ‘Siaga El Nino: Informasi BMKG untuk Antisipasi Kekeringan dan Karhutla’. Forum tersebut menjadi ruang koordinasi lintas instansi untuk menyatukan langkah menghadapi dampak kemarau ekstrem yang berpotensi melanda wilayah Bumi Wali.

FGD melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tuban, pengelola kawasan hutan hingga perwakilan sektor industri. Pembahasan difokuskan pada langkah pencegahan dan penanganan kekeringan sekaligus potensi Karhutla.

Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Kelas III Tuban, Muchammad Nur, mengatakan forum tersebut penting untuk memberikan gambaran berdasarkan data ilmiah mengenai kondisi iklim yang tengah terjadi. Menurutnya, fenomena El Nino dengan intensitas cukup signifikan telah memberikan dampak nyata terhadap kondisi cuaca di Tuban. Bahkan, curah hujan disebut nihil selama lebih dari dua bulan berturut-turut.

“Kondisi ini tentu berdampak terhadap kekeringan, terutama pada lahan pertanian maupun kawasan hutan jati yang cukup luas di Tuban,” ujar Nur.

Tidak hanya menyampaikan kondisi cuaca, BMKG juga mengenalkan pemanfaatan teknologi sebagai bagian dari upaya mempercepat deteksi potensi Karhutla. Salah satunya melalui integrasi Sistem Peringatan Kebakaran Hutan dan Lahan (SPARTAN) dengan sistem pemantauan titik panas atau hotspot. Teknologi tersebut memungkinkan pemantauan potensi kebakaran secara lebih cepat, termasuk kondisi lapisan bahan bakar organik di permukaan tanah.

Data tersebut dinilai penting untuk menentukan langkah pencegahan sebelum api benar-benar muncul dan meluas. Karena itu, Nur meminta seluruh pemangku kepentingan ikut memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya petani dan warga yang tinggal di sekitar kawasan hutan.

Ia secara tegas meminta masyarakat menunda aktivitas pembakaran lahan karena kondisi cuaca belum memungkinkan. Karena akan percuma saja karena tidak akan ada hujan untuk waktu dekat ini, belum bisa dipakai untuk tanam.

“Kami mengimbau kalau ada tetangganya atau mungkin petani yang mau membakar lahan, jangan dibakar dulu,” tegasnya.

BMKG memprediksi hujan mulai muncul pada November mendatang. Namun, intensitasnya masih terbatas sehingga belum dapat menjadi penanda bahwa musim hujan telah sepenuhnya tiba.

Secara teknis, musim hujan diperkirakan baru mulai memasuki Dasarian I dan II pada awal Desember. Sementara puncak musim hujan diprediksi terjadi pada Februari. Kondisi tersebut membuat kewaspadaan terhadap ancaman kekeringan dan Karhutla masih perlu dipertahankan dalam beberapa pekan ke depan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tuban, Sudarmaji, menyambut positif pelaksanaan FGD tersebut. Menurutnya, informasi yang disampaikan BMKG menjadi bekal penting bagi daerah dalam menentukan langkah antisipasi menghadapi kemarau panjang.

“Tentu ini menjadi sesuatu yang sangat berharga buat kami, terutama adalah mengantisipasi musim kemarau yang nantinya diprediksi cukup panjang dan kering, dan hari ini dibahas tentang bagaimana cara antisipasinya,” kata Sudarmaji.

BPBD, lanjut dia, tidak ingin penanganan dilakukan setelah kebakaran terjadi. Langkah pencegahan harus diperkuat sejak awal, terutama di kawasan yang memiliki potensi tinggi terhadap Karhutla.

Karena itu, hasil FGD tersebut akan ditindaklanjuti dengan memperkuat koordinasi bersama instansi pengelola kawasan hutan di Kabupaten Tuban. “Nantinya usai FGD ini kita akan membentuk tim terpadu agar upaya mitigasi dan pencegahan Karhutla ini lebih diutamakan,” pungkasnya. (Az/Kiev)

Editor : Mukhyidin Khifdi

Berita Terkait

Bocah 8 Tahun Tenggelam di Pantai Karangagung Tuban
30 Tahun Tukar Guling TKD Purworejo dari PT TPU Buntu
Kontrak Habis 30 September, PPPK Paruh Waktu Tuban Tetap Diminta Masuk Kerja
Tower BTS Belum Berizin Disegel, Satpol PP Tuban Mulai Sisir Sejumlah Titik
Kekeringan Ekstrem, 28 Desa di Tuban Bergantung Droping Air
LP2B Sumberejo Kulon Disorot, DPRD Tulungagung Minta Pengawasan Diperketat
Wakapolresta Tuban Resmi Dijabat AKBP, Windy Syafutra Gantikan Kompol Supiyan
Tanggulangi Kebakaran di GRR, PPN dan Damkar Tuban Gelar Simulasi

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:11 WIB

El Nino Mengancam Tuban, BMKG Ingatkan Warga: Jangan Bakar Lahan!

Senin, 5 Oktober 2026 - 18:36 WIB

Bocah 8 Tahun Tenggelam di Pantai Karangagung Tuban

Senin, 5 Oktober 2026 - 18:25 WIB

30 Tahun Tukar Guling TKD Purworejo dari PT TPU Buntu

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 19:07 WIB

Kontrak Habis 30 September, PPPK Paruh Waktu Tuban Tetap Diminta Masuk Kerja

Jumat, 2 Oktober 2026 - 14:02 WIB

Tower BTS Belum Berizin Disegel, Satpol PP Tuban Mulai Sisir Sejumlah Titik

Berita Terbaru

Daerah

Bocah 8 Tahun Tenggelam di Pantai Karangagung Tuban

Senin, 5 Okt 2026 - 18:36 WIB

Daerah

30 Tahun Tukar Guling TKD Purworejo dari PT TPU Buntu

Senin, 5 Okt 2026 - 18:25 WIB

Exit mobile version