Dirgahayu Republik Indonesia ke-81

Hari Santri Nasional 2025 di Situbondo: Ribuan Santri Tumpah Ruah Rayakan Tradisi Nasi Tabheg Bersama

- Reporter

Rabu, 22 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tradisi Nasi Tabheg dalam perayaan Hari Santri Nasional di Situbondo, (Fia Rahma/Liputansatu.id).

Tradisi Nasi Tabheg dalam perayaan Hari Santri Nasional di Situbondo, (Fia Rahma/Liputansatu.id).

Situbondo – Suasana haru dan khidmat menyelimuti peringatan Hari Santri Nasional 2025 di Kabupaten Situbondo, Rabu (22/10/2025).
Ribuan santri memadati area Alun-alun Situbondo, mengikuti apel akbar yang kemudian dilanjutkan dengan tradisi makan Nasi Tabheg bersama — sebuah warisan khas pesantren yang sarat makna kebersamaan dan kesederhanaan.
Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo, Wakil Bupati Ulfiyah, dan jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) turut hadir dan duduk lesehan bersama para santri menikmati nasi gulung ala santri di sepanjang Jalan KHR As’ad Syamsul Arifin.
Kebersamaan itu menjelma menjadi simbol nyata semangat persaudaraan antara pemerintah, pesantren, dan masyarakat Situbondo.

Santri Garda Terdepan Ketahanan Bangsa

Bertindak sebagai pembina apel, Wakil Bupati Situbondo, Ulfiyah, menyampaikan pesan penuh makna tentang peran santri dalam perjalanan bangsa.
Dalam amanatnya, ia menegaskan bahwa santri bukan hanya penjaga moral bangsa, tetapi juga garda terdepan dalam menjaga keutuhan dan ketahanan nasional melalui pendidikan, dakwah, dan pengabdian sosial.
“Santri telah menjadi bagian penting dari sejarah perjuangan kemerdekaan hingga pembangunan bangsa. Kini tugas kita adalah menjadikan santri pelopor kemajuan tanpa kehilangan akhlak dan adab yang menjadi jati diri santri sejati,” ujar Wabup yang akrab disapa Mbak Ulfi.
Ia juga mengingatkan agar santri masa kini melek teknologi, beradaptasi dengan perubahan zaman, dan mandiri, namun tetap berpegang teguh pada nilai keislaman dan kebangsaan.

Nasi Tabheg: Simbol Kesederhanaan dan Syukur

Usai apel, ribuan santri bersama pejabat daerah berbaur menikmati Nasi Tabheg — nasi gulung khas Situbondo yang dibungkus daun pisang dan dikukus agar tahan lama.
Hidangan sederhana itu disantap bersama lauk tempe kering, telur dadar, ikan asin, dan sambal, menjadi simbol rasa syukur dan kebersamaan warga Situbondo.
Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo menjelaskan bahwa Nasi Tabheg bukan sekadar kuliner tradisional, melainkan warisan budaya santri yang sarat filosofi hidup.
“Dulu, Nasi Tabheg adalah bekal para santri ketika menempuh perjalanan jauh menuju pesantren. Lewat tradisi ini, kita belajar tentang kesederhanaan, keikhlasan, dan makna kebersamaan,” tutur Mas Rio.
Ia menegaskan bahwa nilai yang terkandung dalam tradisi ini sejalan dengan semangat Hari Santri: hidup sederhana, mandiri, dan bersyukur dalam setiap keadaan.
“Kebahagiaan sejati tidak datang dari kemewahan, tetapi dari rasa syukur dan kebersamaan. Itulah nilai yang ingin kita hidupkan lewat Hari Santri ini,” imbuhnya.

Sinergi Pemerintah dan Pesantren Bangun Kabupaten Santri

Kegiatan makan Nasi Tabheg bersama menjadi puncak kemeriahan Hari Santri Nasional 2025 di Situbondo.
Tak hanya menjadi perayaan spiritual, kegiatan ini juga menjadi simbol sinergi antara pemerintah, pesantren, dan masyarakat dalam membangun daerah yang religius, berdaya saing, dan berkarakter.
“Kami ingin menjadikan Situbondo sebagai kabupaten santri yang religius, berdaya saing, dan berkarakter. Tradisi seperti ini adalah identitas yang harus kita jaga bersama,” pungkas Mas Rio.

Makna “Jihad Santri Jayakan Negeri”

Dengan mengusung tema “Jihad Santri Jayakan Negeri,” peringatan Hari Santri Nasional 2025 di Situbondo menjadi lebih dari sekadar seremoni.
Ia adalah peneguhan tekad ribuan santri untuk terus meneladani keikhlasan para kiai, menjaga kesederhanaan hidup, dan menebar keberkahan bagi negeri.
Melalui perpaduan nilai religius, budaya, dan kebersamaan, Situbondo menegaskan diri sebagai daerah santri yang menjunjung tradisi, namun tetap melangkah maju menghadapi tantangan zaman. (Fia)

Editor : Kief

Berita Terkait

Terperosok ke Sumur Tua, Pemuda di Tuban Bertahan Hidup Semalaman
Pengepul Solar Bersubsidi Ilegal Diamankan Polisi di Tuban
Polemik TITD Kwan Sing Bio Tuban Kembali Ke Ruang DPRD
Saling Klaim Legalitas Pengelolaan Kwan Sing Bio Tuban
Tanggapi Larangan Liputan di Kelenteng Tuban, Polda Jatim : Jaga Keutuhan TKP
Polda Jatim Segel Ruang Pelayanan, Pengurus Tak Mau Umat Jadi Korban
Cekcok Saat Pesta Tuak Berujung Berdarah, Pria di Palang Bacok Pemilik Warung
36 Merek Rokok Ilegal Beredar di Tuban, Ribuan Batang Disita!

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 14:56 WIB

Terperosok ke Sumur Tua, Pemuda di Tuban Bertahan Hidup Semalaman

Jumat, 6 November 2026 - 14:43 WIB

Pengepul Solar Bersubsidi Ilegal Diamankan Polisi di Tuban

Jumat, 6 November 2026 - 11:06 WIB

Polemik TITD Kwan Sing Bio Tuban Kembali Ke Ruang DPRD

Rabu, 4 November 2026 - 18:34 WIB

Saling Klaim Legalitas Pengelolaan Kwan Sing Bio Tuban

Selasa, 3 November 2026 - 18:58 WIB

Polda Jatim Segel Ruang Pelayanan, Pengurus Tak Mau Umat Jadi Korban

Berita Terbaru

Gedung Satreskrim Polresta Tuban (gambar : Assa Annazili)

Hukum Kriminal

Pengepul Solar Bersubsidi Ilegal Diamankan Polisi di Tuban

Jumat, 6 Nov 2026 - 14:43 WIB

Suasana Gedung DPRD Tuban saat dilakukan hearing kasus Klenteng Kwan Sing Bio Tuban (gambar : Assa Annazili)

Daerah

Polemik TITD Kwan Sing Bio Tuban Kembali Ke Ruang DPRD

Jumat, 6 Nov 2026 - 11:06 WIB

Suasana di Klenteng Kwan Sing Bio Tuban saat adanya olah TKP dari Polda Jatim (gambar : Assa Annazili)

Daerah

Saling Klaim Legalitas Pengelolaan Kwan Sing Bio Tuban

Rabu, 4 Nov 2026 - 18:34 WIB

Banner Liputansatu
Banner Liputansatu
Banner Liputansatu