Tuban – Seorang pria paruh baya ditemukan meninggal dunia di area Masjid Agung, Kelurahan Kutorejo, Kecamatan Tuban, Kabupaten Tuban, pada Sabtu (22/03/2025) sore sekitar pukul 17.35 WIB. Kejadian ini menghebohkan para jemaah yang saat itu tengah bersiap menunaikan salat Magrib.
Korban diketahui bernama Nunuk Andi Purnomo (41), warga Dusun Krajan, Desa Penambangan, Kecamatan Semanding. Ia ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di bawah tangga samping masjid oleh seorang jemaah yang kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada pihak keamanan dan pengurus masjid.
Kanit Reskrim Polsek Tuban, Ipda Abdul Latief, membenarkan peristiwa tersebut. Menurutnya, korban ditemukan dalam posisi terlentang dan sudah tidak bernyawa.
“Ditemukan tergeletak di dekat tangga,” ujar Ipda Abdul Latief saat dikonfirmasi.
Setelah mendapatkan laporan, pihak kepolisian segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Polisi kemudian berkoordinasi dengan tim medis untuk membawa jasad korban ke Rumah Sakit dr. Koesma Tuban guna pemeriksaan lebih lanjut.
Dugaan sementara, korban meninggal akibat penyakit yang dideritanya. “Berdasarkan keterangan dari pihak keluarga, korban memiliki riwayat sakit jantung,” tambah Ipda Abdul Latief.
Baca juga: Lansia Asal Jember Meninggal Setelah Berziarah di Makam Sunan Bonang
Baca juga: Heboh! Warga Tuban Temukan Jenazah Wanita di Dalam Rumah
Baca juga: Heboh! Pria Paruh Baya ditemukan Meninggal Dunia di Pasar Sore Bom Tuban
Kabar meninggalnya korban di dalam masjid tersebut dengan cepat menyebar, membuat warga sekitar dan jemaah masjid berkumpul di lokasi kejadian. Beberapa jemaah yang mengenal korban mengaku terkejut karena sebelumnya tidak melihat tanda-tanda yang mencurigakan.
Setelah dilakukan pemeriksaan di rumah sakit, jenazah korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Polisi mengimbau masyarakat agar segera melapor jika menemukan kejadian serupa agar dapat segera ditangani dengan baik.(Aj)
Editor : Mukhyidin Khifdhi