Ikuti Latihan Perang Bersama TNI AL, Kapal Perang Rusia Bersandar di Surabaya

- Reporter

Senin, 4 November 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapal perang Rusia bersandar di Dermaga Jamrud Utara, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, (Ist).

Kapal perang Rusia bersandar di Dermaga Jamrud Utara, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, (Ist).

Surabaya – Kapal perang Rusia bersandar di Dermaga Jamrud Utara, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Jawa Timur, untuk mengikuti Latihan Perang (Latma) Orruda 2024 selama 4 hari, mulai dari 4 hingga 8 November mendatang bersama kapal perang Republik Indonesia KRI I Gusti Ngurah Rai-368 dan KRI Frans Kaisiepo-368.

Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Komando Armada II TNI AL Kolonel Laut (P) Widyo Sasongko mengungkapkan, jika Rusia mengirim dua korvetnya, RFS Gromky dan RFS Aldar Tsydenzhapov, satu fregat RFS Rezkiy, satu kapal medium tanker-nya RFS Pechenga, satu helikopter KA-27, dan kapal tunda penyelamat (tug salvage) Alatau.

“Empat kapal dari Angkatan Laut Rusia sandar di Dermaga Jamrud Utara, Pelabuhan Perak, Surabaya, Minggu (3/11) sore. Kehadiran kapal perang itu dalam rangka mengikuti latihan bersama dengan TNI AL yaitu dari Koarmada II yang diberi sandi Latma Orruda 24,” tutur Kadispen Koarmada II, Senin (4/11).

Kedatangan empat kapal perang Rusia itu disambut secara langsung oleh Komandan Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) V Surabaya Laksamana Pertama TNI Arya Delano yang didampingi Wakil Komandan (Wadan) Satuan Tugas (Satgas) Latma Orruda 24 Letkol Laut (P) Rivo Havilland.

Sementara delegasi Rusia turut hadir Dubes Rusia untuk Indonesia Sergei G. Tolcenov, COTG Captain Aleksei Antsiferov, Atase Rusia Colonel Maxim Lukianov, serta para Komandan dari empat kapal perang Rusia.

Danlantamal V dalam sambutannya mengucapkan selamat datang atas kedatangan kapal-kapal perang Rusia. Dia menyebut latihan bersama itu merupakan wujud hubungan baik TNI AL dan Angkatan Laut Rusia.

Sementara itu, COTG Captain Aleksei Antsiferov, yang mewakili delegasi Angkatan Laut Rusia, menilai Latma Orruda 24 menjadi kesempatan yang baik untuk menguji kesiapan prajurit dari dua armada.

“Latma Orruda 24 juga menjadi ajang bertukar pengalaman dan keterampilan, dan memperkuat persahabatan antar-prajurit dari Indonesia dan Rusia,” jelasnya.

Latma Orruda 2024 yang digelar di perairan sekitar Surabaya merupakan tindak lanjut atas pertemuan TNI AL dan Angkatan Laut Rusia dalam Navy-to-Navy Talk pada 2018. Latihan itu merupakan latihan perdana yang digelar oleh TNI AL dan Angkatan Laut Rusia.

Tidak hanya mengerahkan dua kapal perang, TNI AL juga menerjunkan satu helikopter anti-kapal selam AS565 MBe Panther.

Editor : Agus Santoso

Berita Terkait

Janji PT Waskita Karya Mulai Ditagih Warga Mondokan, Drainase hingga Debu Proyek Sekolah Rakyat Jadi Sorotan
Jalan Desa Jadi Jalur Tambang, DPRD Tuban: DLH-P Jangan Lempar Tanggung Jawab
Waskita Klaim Upah Sudah Dibayar, Sejumlah Pekerja Proyek Sekolah Rakyat Tuban Mengaku Belum Menerima
Pemkab Tulungagung Gelar Gerakan Pangan Murah dan Produk Unggulan 2026
DLH-P Tuban Minta Pengusaha Tambang Bertanggung Jawab Perbaiki Jalan Desa Kepohagung
Pekerja Proyek Sekolah Rakyat Tuban Mengaku Diminta Pilih Berhenti atau Digaji Bertahap
LSM BADAK Soroti SILPA Rp477 Miliar, DPRD Tulungagung Akui Hanya Terima Laporan Administrasi
Polemik Upah Buruh Proyek Sekolah Rakyat Tuban Berujung Mogok Kerja Massal

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 19:22 WIB

Janji PT Waskita Karya Mulai Ditagih Warga Mondokan, Drainase hingga Debu Proyek Sekolah Rakyat Jadi Sorotan

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 13:04 WIB

Jalan Desa Jadi Jalur Tambang, DPRD Tuban: DLH-P Jangan Lempar Tanggung Jawab

Jumat, 7 Agustus 2026 - 13:13 WIB

Pemkab Tulungagung Gelar Gerakan Pangan Murah dan Produk Unggulan 2026

Kamis, 6 Agustus 2026 - 17:51 WIB

DLH-P Tuban Minta Pengusaha Tambang Bertanggung Jawab Perbaiki Jalan Desa Kepohagung

Kamis, 6 Agustus 2026 - 17:37 WIB

Pekerja Proyek Sekolah Rakyat Tuban Mengaku Diminta Pilih Berhenti atau Digaji Bertahap

Berita Terbaru