Tuban – Langkah Persatu Tuban di ajang Liga 4 Kapal Api Piala Gubernur Jawa Timur 2026 harus terhenti di babak 32 besar Grup BB. Bermain di hadapan pendukung sendiri di Stadion Tuban Sport Center (TSC), Persatu justru menelan kekalahan telak 0-3 dari Pasuruan United, Jumat (09/01/2026) sore.
Hasil ini membuat Persatu gagal melaju ke babak 16 besar, meski sebelumnya peluang untuk lolos masih terbuka.
Gol Cepat Buyarkan Konsentrasi Persatu
Alih-alih tampil percaya diri, Persatu Tuban justru dikejutkan oleh gol cepat tim tamu. Pertandingan baru berjalan sekitar satu setengah menit, ketika Husyen berhasil memanfaatkan celah di sisi kanan pertahanan Persatu.
Sepakan tenang pemain Pasuruan United tersebut tak mampu diantisipasi kiper tuan rumah, sekaligus membawa tim tamu unggul cepat 1-0.
Gol kilat itu membuat tempo pertandingan meningkat, dengan kedua tim saling melancarkan serangan.
Penalti dan Gol Tambahan Tutup Babak Pertama
Meski Persatu berusaha merespons, Pasuruan United tampil lebih efektif dalam memanfaatkan peluang. Tekanan berbuah hasil pada menit ke-31, saat kapten tim Ricko sukses mengeksekusi tendangan penalti, menggandakan keunggulan menjadi 2-0.
Dominasi Pasuruan United berlanjut hingga menjelang turun minum. Tepat pada menit ke-44, Affiludin kembali mencatatkan namanya di papan skor. Gol tersebut menutup babak pertama dengan keunggulan meyakinkan 3-0 untuk tim tamu.
Unggul Jumlah Pemain Tak Dimanfaatkan Persatu
Memasuki babak kedua, Pasuruan United harus bermain dengan sepuluh pemain setelah salah satu pemainnya diganjar kartu merah. Namun situasi tersebut tak mampu dimanfaatkan secara maksimal oleh Persatu Tuban.
Alih-alih menekan, Persatu justru kesulitan mengembangkan permainan dan menembus pertahanan rapat Pasuruan United yang tampil disiplin hingga akhir laga.
Penalti Gagal, Skor Tak Berubah
Peluang terbaik Persatu untuk memperkecil ketertinggalan datang di menit-menit akhir melalui hadiah penalti. Sayangnya, eksekusi penalti tersebut berhasil ditepis kiper Pasuruan United.
Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 3-0 tetap bertahan untuk kemenangan Pasuruan United.
Slamet Sampurno: Saya Bertanggung Jawab Penuh
Pelatih Kepala Persatu Tuban, Slamet Sampurno, mengakui kekalahan tersebut menjadi pukulan berat bagi timnya. Ia menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Kabupaten Tuban dan para pendukung Persatu.
“Gol cepat di awal laga menjadi titik balik yang sangat memengaruhi mental pemain. Padahal peluang untuk lolos ke babak 16 besar sangat terbuka, bahkan hasil imbang sudah cukup. Atas hasil ini saya bertanggung jawab penuh dan memohon maaf karena belum mampu membawa Persatu melangkah lebih jauh,” ujarnya.
Pelatih Pasuruan United Apresiasi Mental Pemain
Sementara itu, Pelatih Kepala Pasuruan United, Bio Paulin Pierre, menyampaikan apresiasi kepada para pemainnya. Menurutnya, kemenangan tersebut merupakan hasil dari kedisiplinan dan komitmen menjalankan strategi yang telah disiapkan.
“Saya bangga dengan penampilan para pemain. Mereka bermain sesuai rencana dan menunjukkan mental bertanding yang kuat. Semoga ke depan Pasuruan United bisa terus melangkah dan bersaing hingga level nasional,” pungkasnya. (Az)
Editor : Kief