Kasus PMK di Jatim Melonjak: Pemprov Perketat Pengawasan dan Percepat Penanganan

- Reporter

Sabtu, 4 Januari 2025

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono,(Ist).

SURABYA, JATIM – Kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak kembali ditemukan di 30 kabupaten/kota di Jawa Timur pada awal Januari 2025. Jumlah kasus aktif mencapai 6.072, mengalami peningkatan signifikan sejak Desember 2024.

Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono, mengidentifikasi sejumlah faktor penyebab lonjakan kasus ini. “Pada 2022, PMK sempat menjadi wabah darurat. Namun, kasus kali ini dipengaruhi oleh musim dan peredaran sapi dari luar Jawa Timur. Jika peredaran sapi tidak dijaga dengan ketat, risiko penularan tetap ada,” ujarnya di Gedung Negara Grahadi, Jumat (3/1/2025).

Langkah Pemprov Jatim Mengatasi PMK

Sebagai langkah antisipasi, Pemprov Jatim memperketat arus keluar-masuk hewan ternak, khususnya sapi, di wilayah Jawa Timur. “Kami sudah melakukan koordinasi dengan kabupaten/kota terdampak, serta kementerian pertanian untuk memverifikasi kondisi sapi yang terpapar,” jelas Adhy.

Selain itu, Pemprov akan mengalokasikan suplai obat, vaksin, dan vitamin untuk percepatan penanganan. “Kami memastikan pengobatan langsung, vaksinasi, dan distribusi obat oleh Disnak Jatim dan kabupaten/kota. Anggaran tahun ini juga ditambah untuk mendukung langkah tersebut,” tambahnya.

Baca juga: Pemeriksaan Ketat di Pasar Hewan Lumajang, Satu Sapi Positif PMK Ditemukan

Baca juga: Puluhan Sapi di Situbondo Terpapar PMK, Upaya Vaksinasi Gencar Dilakukan

Edukasi dan Koordinasi Lintas Wilayah

Adhy juga menekankan pentingnya kerja sama dengan Dirjen Peternakan serta bupati dan wali kota di daerah terdampak. “Kami meminta penanganan khusus di daerah yang terkena PMK, serta mengedukasi masyarakat agar penyakit ini cepat terkendali,” pungkasnya.

Upaya sinergis ini diharapkan dapat menekan penyebaran dan mengurangi tingkat kematian hewan ternak di Jawa Timur.

Editor : Agus Susanto

Berita Terkait

Jalan Rusak di Pantura Tuban Kembali Makan Korban, Pengendara Tewas Usai Hindari Lubang
Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban
Dua Nelayan Tuban yang Hilang Berhasil Ditemukan Selamat
Desakan Transparansi Aliran Dana Dugaan Korupsi Kuota Haji Menguat
Kalah Dari Pasuruan United, Langkah Persatu Tuban Terhenti Dibabak 32 Besar Liga 4 Jatim 2026
Update Penemuan Mayat di Sungai Sampean Lama: Korban Dipastikan Perempuan
Pembalakan Liar Marak di Tuban, 11 Batang Kayu Jati Diamankan di KPH Jatirogo
Kasus Burung Cendet Baluran: Kakek Masir Bebas Setelah 5 Bulan 20 Hari Ditahan

Berita Terkait

Minggu, 11 Januari 2026 - 18:42 WIB

Jalan Rusak di Pantura Tuban Kembali Makan Korban, Pengendara Tewas Usai Hindari Lubang

Sabtu, 10 Januari 2026 - 23:55 WIB

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban

Sabtu, 10 Januari 2026 - 21:49 WIB

Dua Nelayan Tuban yang Hilang Berhasil Ditemukan Selamat

Sabtu, 10 Januari 2026 - 13:03 WIB

Desakan Transparansi Aliran Dana Dugaan Korupsi Kuota Haji Menguat

Sabtu, 10 Januari 2026 - 07:54 WIB

Kalah Dari Pasuruan United, Langkah Persatu Tuban Terhenti Dibabak 32 Besar Liga 4 Jatim 2026

Berita Terbaru

Daerah

Dua Nelayan Tuban yang Hilang Berhasil Ditemukan Selamat

Sabtu, 10 Jan 2026 - 21:49 WIB

Advertisement
Exit mobile version