Situbondo – Kebakaran melanda kawasan perumahan karyawan PG Asembagus di Kampung Tengah, RT 002 RW 005, Desa Trigonco, Kecamatan Asembagus, Kabupaten Situbondo, Selasa (13/01/2026) dini hari. Peristiwa tersebut menghanguskan dua rumah warga dan menyebabkan kerugian puluhan juta rupiah.
Dua rumah yang terdampak masing-masing milik Hendri Fathor Rahman (31) dan Yoga (37). Kebakaran diketahui terjadi sekitar pukul 04.10 WIB, saat sebagian besar warga masih terlelap tidur.
Api Pertama Kali Terlihat Warga
Api pertama kali diketahui oleh Sura (64), warga setempat, yang saat itu melintas di depan rumah Hendri. Melihat kobaran api mulai membesar, Sura segera memberi tahu warga sekitar dan melaporkan kejadian tersebut ke pos jaga PG Asembagus. Laporan kemudian diteruskan ke petugas Pemadam Kebakaran.
Kepala UPT Pemadam Kebakaran Situbondo, Ferdi Ujang, menjelaskan bahwa rumah milik Hendri diduga menjadi titik awal munculnya api.
“Pada saat kejadian, pemilik rumah tidak berada di lokasi. Hendri bersama istri dan anaknya sedang menginap di rumah mertuanya di Kecamatan Banyuputih selama dua malam,” ujar Ferdi.
Satu Penghuni Berhasil Selamatkan Diri
Sementara itu, rumah milik Yoga yang berdempetan dengan rumah Hendri ikut terdampak akibat cepatnya perambatan api. Beruntung, Yoga yang saat itu berada di dalam rumah berhasil menyelamatkan diri sebelum api membesar.
“Sebelumnya, sekitar pukul 04.00 WIB, pemilik rumah juga sempat dihubungi oleh seorang warga bernama Hendrik, penjual kue yang biasa mangkal di sekitar lokasi, yang mengabarkan bahwa rumahnya terbakar,” tambah Ferdi.
Dua Unit Damkar Diterjunkan
Menindaklanjuti laporan tersebut, satu unit mobil pemadam kebakaran yang disiagakan di Kecamatan Asembagus serta satu unit dari Mako Damkar Situbondo langsung diterjunkan ke lokasi kejadian.
“Petugas segera melakukan pemadaman dan pembasahan untuk memastikan api tidak kembali menyala dan merembet ke bangunan lain. Proses pemadaman dinyatakan selesai sekitar pukul 07.00 WIB,” jelasnya.
Kerugian Capai Rp80,5 Juta
Ferdi memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa tersebut. Namun, kerugian materiil ditaksir cukup besar.
Rumah permanen milik Hendri dengan ukuran sekitar 10 x 15 meter mengalami rusak berat dengan estimasi kerugian mencapai Rp75 juta. Sementara rumah milik Yoga mengalami rusak sedang dengan taksiran kerugian sekitar Rp5,5 juta. Total kerugian akibat kebakaran tersebut diperkirakan mencapai Rp80,5 juta.
“Penyebab kebakaran sementara diduga akibat korsleting listrik. Namun hingga kini pihak kepolisian setempat masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kebakaran,” pungkas Ferdi. (Fia)
Editor : Kief