Tuban – Suasana di sepanjang Jalan Raya Tuban-Bancar, tepatnya di kilometer 4-5 wilayah Desa Sugihwaras, Kecamatan Jenu, mendadak berubah mencekam pada Jumat pagi (18/07/2025). Seorang warga lansia ditemukan tergeletak tak bernyawa di aspal, tubuhnya tersungkur di samping sepeda motor Honda Supra Fit miliknya yang ringsek di bagian depan. Di sisi lain, sebuah dump truck tronton besar berhenti beberapa meter dari lokasi, dengan sopirnya tampak syok dan tak banyak bicara.
Peristiwa itu ternyata menjadi akhir tragis bagi Lasmiran, pria 63 tahun asal Dusun Jabung, Desa Sugihwaras. Ia meregang nyawa seketika setelah sepeda motornya dihantam oleh truk tronton bernomor polisi B 9756 UYZ, yang dikemudikan oleh Zaenal Mufakir (55), warga Paciran, Kabupaten Lamongan.
Kronologi Kecelakaan: Perjalanan Berujung Maut
Menurut keterangan Kanit Penegakan Hukum (Gakkum) Satlantas Polres Tuban, Iptu Eko Sulistyo, truk tersebut melaju dari arah timur ke barat. Di tengah perjalanan, sang sopir mencoba mendahului sebuah kendaraan trailer yang berada di depannya.
“Namun, upaya mendahului itu dilakukan dari sisi kiri,” terang Eko saat diwawancarai di lokasi kejadian.
“Diduga sopir truk kurang konsentrasi dan tidak berhati-hati saat melakukan manuver tersebut, sehingga tidak menyadari ada sepeda motor yang berada di jalurnya.”
Benturan samping tak terhindarkan. Sepeda motor yang dikendarai Lasmiran terseret, dan korban terpental ke badan jalan. Benturan keras di bagian kepala membuat pria lansia itu meninggal dunia di tempat, sebelum sempat mendapatkan pertolongan medis.
Evakuasi dan Pemeriksaan
Tak lama setelah insiden terjadi, petugas kepolisian langsung datang ke lokasi untuk melakukan olah TKP. Warga sekitar yang melihat kejadian turut membantu proses evakuasi jenazah yang kemudian dibawa ke RSUD dr. R. Koesma Tuban.
Petugas juga menyita sejumlah barang bukti berupa kendaraan, surat-surat seperti STNK dan SIM milik sopir truk, serta mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi mata.
“Penanganan langsung kami lakukan begitu menerima laporan. Pengumpulan bukti dan keterangan saksi sangat penting untuk menentukan unsur kelalaian,” jelas Iptu Eko.
Di rumah duka, isak tangis keluarga Lasmiran pecah menyambut kedatangan jenazah. Seorang cucu korban bahkan terus memanggil nama sang kakek yang biasa mengantarnya ke sekolah setiap pagi.
“Bapak memang sering ke sawah naik motor itu. Katanya pagi ini cuma mau melihat tanaman sebentar, ternyata malah begini,” ujar salah satu anggota keluarga dengan mata sembab.
Kerugian dan Peringatan untuk Pengemudi
Selain menelan korban jiwa, kecelakaan ini juga menimbulkan kerugian materiil sekitar Rp2 juta akibat kerusakan kendaraan korban. Namun, lebih dari itu, nyawa seorang warga lansia yang semestinya menikmati masa tua harus melayang di jalanan karena kelalaian pengemudi.
Pihak kepolisian berharap kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi seluruh pengendara, terutama pengemudi kendaraan besar.
“Kami selalu mengimbau agar pengemudi berhati-hati dan tidak mendahului dari sisi kiri, terutama di jalan dengan arus campuran kendaraan besar dan kecil. Keselamatan harus jadi prioritas,” tegas Iptu Eko.(Aj)
Catatan Redaksi:
Jalan Raya Tuban-Bancar kerap menjadi titik rawan kecelakaan karena padatnya lalu lintas truk pengangkut tambang dan kendaraan warga. Diperlukan pengawasan ketat dan pembenahan sistem lalu lintas untuk mencegah korban jiwa berikutnya.
Editor : Mukhyidin Khifdhi