Tuban – Sebelumnya debu dan bau batu bara PT Semen Indonesia Group (SIG) Tuban dikeluhkan oleh warga Kecamatan Kerek, kini giliran warga Desa Glondonggede, Kecamatan Tambakboyo, yang ikut bersuara. Mereka mengaku aktivitas bongkar muat batu bara di dermaga jetty milik PT SIG sudah sejak lama menimbulkan bau dan debu hingga ke pemukiman warga, menyebabkan sesak napas serta gangguan kesehatan.
Menurut AR, warga setempat, aktivitas tersebut bukan hal baru. Namun, keresahan warga Tambakboyo mulai mencuat setelah adanya pemberitaan terkait keluhan warga Kerek.
“Kami sebenarnya sudah lama terganggu, tiap ada bongkaran bau dan debunya bikin sesak napas.” ujarnya.
Debu Sampai ke Permukiman
Ahmad, warga lainnya, menambahkan bahwa debu batu bara kerap masuk ke rumah-rumah warga. Ia berharap PT SIG lebih memperhatikan dampak lingkungan dari aktivitas industrinya.
Dari pemberitaan sebelumnya, warga Kecamatan Kerek mengaku bau menyengat dari batu bara bisa tercium hingga radius lebih dari 5 km dari pabrik, terutama saat musim kemarau atau cuaca berangin.
DLHP: Laporan Warga Akan Ditindaklanjuti
Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) Tuban, Anton Tri Laksono, mengatakan bahwa pada prinsipnya semua perusahaan diperbolehkan beroperasi, namun tidak boleh menimbulkan gangguan lingkungan.
“Perusahaan selalu menyampaikan laporan berkala ke kami, tapi apakah laporan itu sesuai dengan kondisi lapangan akan dicek oleh tim kami,” tegas Anton.
PT SIG Masih Bungkam
Sementara itu, pihak PT SIG hingga saat ini belum memberikan tanggapan resmi atas keluhan masyarakat baik di Tambakboyo maupun Kerek. Saat dihubungi awak media, Senior Manager of Corporate Communication SIG Pabrik Tuban, Dharma Sunyata, memilih tidak memberikan komentar.
Sebagai tambahan, pemerintah melalui Permenaker No. 13 Tahun 2011 telah menetapkan nilai ambang batas paparan debu yang wajib dipatuhi perusahaan. Selain itu, regulasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) juga mengatur pemantauan serta pelaporan emisi debu demi menjaga kualitas udara di sekitar kawasan industri.(Az)
Editor : Kief