Tradisi Spiritual Menjelang Pelantikan
SURABAYA – Gubernur Jawa Timur terpilih, Khofifah Indar Parawansa, melakukan ziarah ke makam suami dan kedua orang tuanya di pemakaman umum kawasan Wonocolo, Surabaya, pada Senin (17/2/2025). Tradisi ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada keluarga yang telah berpulang, sekaligus sebagai doa dan ikhtiar spiritual menjelang pelantikannya sebagai Gubernur Jawa Timur periode 2025-2030.
Khofifah dijadwalkan akan dilantik bersama wakilnya, Emil Dardak, oleh Presiden Prabowo Subianto pada Kamis (20/2/2025) di Jakarta. Setelah pelantikan, seluruh kepala daerah yang dilantik akan mengikuti program orientasi dan pembekalan selama satu pekan di Akademi Militer (Akmil) Magelang.
Momen Khusyuk dalam Ziarah
Dalam suasana yang penuh haru, Khofifah bersama keluarga memanjatkan doa di pusara suami dan kedua orang tuanya. Setelah berdoa, ia memimpin prosesi tabur bunga sebagai simbol penghormatan terakhir.
“Menjelang pelantikan ini, kami bertawasul memohon restu dari suami dan orang tua yang telah berpulang, berharap semua proses berjalan lancar atas izin Allah SWT,” ujar Khofifah.
Tradisi ziarah ini hampir selalu dilakukan oleh Khofifah sebelum memulai amanah baru dalam pemerintahan. Ia meyakini bahwa doa dari keluarga yang telah berpulang akan membawa keberkahan serta kelancaran dalam tugasnya sebagai pemimpin Jawa Timur.
Berbagi Kepada Warga Kurang Mampu
Selain melakukan ziarah, Khofifah juga menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat dengan membagikan paket sembako kepada 150 warga kurang mampu yang tinggal di sekitar area pemakaman. Aksi sosial ini merupakan bagian dari kebiasaannya dalam membantu masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan.
“Berbagi sembako ini adalah bentuk sedekah, seperti mengetuk pintu langit dengan harapan Allah mempermudah segala urusan kita. Semoga langkah yang kami ambil ke depan membawa keberkahan dan kebaikan bagi masyarakat Jawa Timur,” ungkapnya.
Menurut Khofifah, sedekah memiliki banyak hikmah, salah satunya adalah membuka pintu kemudahan dalam segala urusan. Ia mengutip hadis Rasulullah SAW yang menyebutkan bahwa sedekah dapat menolak bala dan mendatangkan rezeki.
Persiapan Menuju Pelantikan
Sebelumnya, Khofifah dan Emil telah menjalani tes kesehatan di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan dinyatakan dalam kondisi sehat untuk menjalani seluruh rangkaian pelantikan. Pemeriksaan kesehatan ini merupakan salah satu tahapan wajib bagi kepala daerah yang akan dilantik.
Pelantikan pada 20 Februari mendatang akan menjadi periode kedua bagi Khofifah dan Emil dalam memimpin Jawa Timur. Mereka berkomitmen untuk melanjutkan berbagai program pembangunan, khususnya dalam bidang pendidikan, ekonomi, dan kesejahteraan sosial.
Komitmen untuk Jawa Timur yang Lebih Baik
Sebagai pemimpin yang dikenal dekat dengan masyarakat, Khofifah menegaskan bahwa kepemimpinannya ke depan akan tetap berorientasi pada kesejahteraan rakyat. Ia berjanji untuk melanjutkan berbagai program unggulan yang telah dijalankan pada periode sebelumnya, serta merancang inovasi baru guna menjawab tantangan di masa mendatang.
“Kami ingin memastikan bahwa pembangunan di Jawa Timur terus berlanjut dan semakin inklusif. Semoga apa yang kami lakukan ke depan membawa manfaat besar bagi masyarakat,” pungkasnya.(Ron)
Editor : Mukhyidin khifdhi