Tuban – Kebakaran terjadi di Lingkungan SDN 1 Ronggomulyo, Tuban pada Senin (01/12/2025) sore, menyebabkan pos satpam di gerbang sekolah hangus terbakar. Peristiwa yang diduga dipicu konsleting listrik itu sempat menimbulkan kepanikan warga dan pengguna jalan, mengingat lokasi sekolah berada di area padat aktivitas.
Asap Tebal Kepung Gerbang Sekolah
Kejadian bermula saat kepulan asap keluar dari pos satpam yang berada tepat di samping pintu masuk sekolah. Karena berada di ruas Jalan Basuki Rahmat, api dan asap segera menarik perhatian pengendara yang melintas. Beberapa kendaraan bahkan berhenti untuk memastikan kondisi di dalam area sekolah.
Warga sekitar bergegas keluar rumah ketika melihat kobaran api mulai membesar, sementara sebagian lainnya mencoba memadamkan api dari luar pagar sekolah menggunakan air dan alat seadanya.
Barang Mudah Terbakar Percepat Api Menyala
Menurut keterangan warga setempat Dea (27), api cepat membesar karena pos satpam menyimpan banyak barang mudah terbakar.
“Awalnya saya kira ada kejadian lain karena lihat mobil Damkar. Ternyata asap keluar dari pos itu. Di dalamnya ada tongkat, banner, dan barang-barang lain yang gampang terbakar,” terang Dea.
Warga yang berbondong-bondong datang sempat kesulitan mengendalikan api karena material yang terbakar terus menyulut kobaran hingga petugas pemadam tiba.
Damkar Bergerak Cepat, Api Padam dalam Lima Menit
Plt. Kepala Satpol PP dan Damkar Tuban Siswanto mengatakan, pihaknya menerima laporan sekitar pukul 15.28 WIB. Tim pemadam langsung dikerahkan ke lokasi dan melakukan penanganan intensif.
“Pukul 15.33 api sudah padam,” ujarnya.
Kebakaran diperkirakan berasal dari hubungan pendek arus listrik di dalam pos. Di sekitar titik konsleting ditemukan tumpukan kertas dan peralatan yang mempercepat penyebaran api.
Tidak Ada Korban, Kerugian Capai Rp5 Juta
Petugas memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka. Namun pos satpam mengalami kerusakan cukup parah, dengan total kerugian ditaksir mencapai Rp5 juta.
“Tidak ada korban, maupun luka. Kerugian diperkirakan sekitar lima juta rupiah,” tambah Siswanto.
Petugas Damkar mengimbau setiap satuan pendidikan untuk memastikan instalasi listrik dalam kondisi aman, guna menghindari risiko kebakaran yang dapat mengancam keselamatan siswa maupun aktivitas belajar. (Az)
Editor : Kief