JAKARTA – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden Amerika Serikat Joe Biden dalam pertemuan mereka di Gedung Putih pada Selasa (12/11) menegaskan kembali komitmen kedua negara untuk memperkuat kerja sama di bidang pertahanan.
“Presiden Biden dan Presiden Subianto sepakat untuk meningkatkan kerja sama pertahanan bilateral, memperkuat komitmen bersama mereka terhadap keamanan dan stabilitas regional, serta menekankan pentingnya pengaturan kerja sama pertahanan yang telah disepakati pada tahun 2023,” demikian pernyataan yang diterbitkan oleh Gedung Putih di situs resmi whitehouse.gov, yang dikutip di Jakarta pada Rabu.
Kedua pemimpin sepakat untuk bekerja sama dalam meningkatkan kapasitas keamanan maritim dan memerangi aktivitas ilegal, termasuk penangkapan ikan yang tidak dilaporkan, tidak diatur, serta penangkapan ikan yang terkait dengan kejahatan transnasional.
Selain itu, kedua pemimpin menyambut baik kerja sama yang berkelanjutan di bidang pertahanan dan modernisasi militer, dengan tetap mematuhi hukum internasional terkait hak asasi manusia dan hukum humaniter internasional.
Presiden Biden juga memberikan pujian kepada Indonesia yang berhasil menjadi tuan rumah latihan Super Garuda Shield 2024, yang melibatkan delapan negara mitra, dua belas negara pengamat, dan lebih dari 6.000 personel. Latihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan keamanan kolektif dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.
Kedua pemimpin juga mengonfirmasi niat mereka untuk menyelenggarakan beberapa dialog strategis, termasuk Dialog Kebijakan Luar Negeri dan Pertahanan Pejabat Senior AS-Indonesia yang kedua, Dialog Keamanan AS-Indonesia (IUSSD) ke-21, dan Diskusi Pertahanan Bilateral AS-Indonesia (USIBDD), yang rencananya akan dilaksanakan sebelum akhir kuartal pertama 2025.
Dalam hal kerja sama maritim, kedua pemimpin menyambut baik pendirian Pusat Pelatihan Maritim “Anambas” Bakamla di Batam, yang didanai oleh AS pada tahun ini.
Selain itu, kedua pemimpin juga sepakat untuk mengadakan dialog maritim lebih lanjut dan menjajaki peluang kerja sama baru di bidang ekonomi maritim berkelanjutan serta pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kelautan.
Di bidang pertahanan, kedua negara juga berencana membentuk jaringan alumni pertahanan untuk mempererat ikatan kerja sama lebih lanjut.
Terkait upaya penanggulangan terorisme, kedua pemimpin mengutuk segala bentuk terorisme dan ekstremisme kekerasan, serta berkomitmen untuk bekerja sama dalam mencegah dan melawan terorisme. Mereka juga memuji kerja sama yang sudah terjalin dalam pemberantasan terorisme dan menyambut pembaruan Nota Kesepahaman AS-Indonesia dalam kontraterorisme hingga tahun 2027 sebagai bagian dari langkah penanggulangan terorisme.
Editor : Agus Susanto