Promo
Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadan 1447 H 2026 M Pemerintah Kabupaten Tuban

Laut Keruh dan Dangkal, Nelayan Gadon Minta Penertiban Cucian Pasir Kuarsa Tuban

- Reporter

Selasa, 9 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aktivitas pengolahan pasir kuarsa di wilayah Kecamatan Tambakboyo, Kabupaten Tuban, kembali menjadi sorotan setelah nelayan mengeluhkan dampak limbah yang diduga menyebabkan pendangkalan muara sungai dan keruhnya perairan pesisir, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Aktivitas pengolahan pasir kuarsa di wilayah Kecamatan Tambakboyo, Kabupaten Tuban, kembali menjadi sorotan setelah nelayan mengeluhkan dampak limbah yang diduga menyebabkan pendangkalan muara sungai dan keruhnya perairan pesisir, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Tuban – Keluhan terhadap aktivitas cucian pasir kuarsa kembali mencuat di Kabupaten Tuban. Setelah sebelumnya menjadi sorotan karena lumpur yang memenuhi jalan, kini warga dan nelayan Desa Gadon, Kecamatan Tambakboyo, mengeluhkan dampak limbah yang diduga menyebabkan pendangkalan dan penyumbatan muara sungai.
Kondisi tersebut dinilai mulai berdampak terhadap aktivitas nelayan serta kualitas lingkungan pesisir yang selama ini menjadi sumber penghidupan masyarakat.

Lumpur Diduga Mengendap hingga ke Muara

Berdasarkan pantauan di lapangan, lumpur hasil aktivitas pencucian pasir diduga mengalir ke sungai yang bermuara di kawasan pesisir Desa Gadon.
Endapan lumpur tidak hanya menyebabkan muara menjadi dangkal, tetapi juga berdampak pada kawasan perairan yang biasa digunakan nelayan untuk mencari ikan dan menambatkan perahu.
Ketua Paguyuban Nelayan Desa Gadon, Musa Hilmantoro, mengatakan kondisi laut yang sebelumnya jernih kini berubah menjadi keruh akibat aktivitas tersebut.
“Dulu di sini banyak ikannya, dengan keruhnya air dan banyaknya endapan lumpur ikan pergi,” ujar Musa kepada Liputansatu.id, Selasa (09/06/2026).

Nelayan Keluhkan Pendangkalan dan Debu

Selain menyebabkan air laut menjadi keruh, Musa menyebut endapan lumpur juga memicu pendangkalan yang menyulitkan nelayan saat keluar masuk perairan maupun menambatkan perahu.
Tak hanya itu, warga sekitar juga mengeluhkan debu yang muncul dari aktivitas cucian pasir dan mengganggu lingkungan permukiman maupun pengguna jalan.
Menurut nelayan, kondisi tersebut sudah berlangsung cukup lama dan membutuhkan penanganan yang lebih serius dari pihak terkait.

Nelayan Minta Penertiban Pengusaha Nakal

Musa berharap pemerintah daerah maupun aparat penegak hukum tidak hanya memberikan peringatan kepada pelaku usaha yang terbukti melanggar aturan lingkungan.
Ia meminta adanya tindakan tegas agar persoalan serupa tidak terus berulang dan merugikan masyarakat pesisir.
“Harusnya pemerintah dan aparat penegak hukum benar-benar menertibkan para pengusaha cucian pasir yang seperti ini, bukan hanya memberikan peringatan tapi benar-benar ditertibkan,” tegasnya.

DLHP Tuban Siap Turun ke Lokasi

Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Bidang Tata Lingkungan, Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup pada Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) Kabupaten Tuban, Andik Setiawan, menyatakan pihaknya akan melakukan pengecekan langsung ke lokasi.
Ia juga mengajak masyarakat untuk aktif melaporkan dugaan pencemaran lingkungan agar dapat segera ditindaklanjuti.
“Bisa langsung lapor ke kami, atau melalui Spanlapor,” ujarnya.
DLHP berharap partisipasi masyarakat dapat membantu pemerintah dalam mengawasi potensi pencemaran lingkungan sekaligus memastikan setiap aktivitas usaha tetap berjalan sesuai ketentuan yang berlaku. (Az)

Berita Terkait

Pemkab Tuban Akui Kendala SDM Usai Temuan BPK Soal Pajak dan Retribusi
Polisi Bongkar Hoaks Pocong Jadi-jadian di BTN RSUD Melawi
Tangis Haru Keluarga Sambut Kepulangan 1.126 Jamaah Haji Tuban
Jaring Tersangkut Tiang Pancang Proyek Terminal LPG Tuban, Nelayan Gadon Minta Kompensasi
Polisi Tetapkan Suami Sebagai Tersangka Pembunuhan Bidan di Situbondo
Terkuak! Suami Sendiri Diduga Bunuh Bidan Situbondo Yang Ditemukan Tewas di Drainase
Bidan RSUD Besuki Ditemukan Tewas di Drainase Pantura Situbondo
IMM Tuban Periode 2026-2027 Resmi Dilantik, Isu Perempuan Jadi Prioritas

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 18:33 WIB

Laut Keruh dan Dangkal, Nelayan Gadon Minta Penertiban Cucian Pasir Kuarsa Tuban

Selasa, 9 Juni 2026 - 14:02 WIB

Pemkab Tuban Akui Kendala SDM Usai Temuan BPK Soal Pajak dan Retribusi

Senin, 8 Juni 2026 - 23:25 WIB

Polisi Bongkar Hoaks Pocong Jadi-jadian di BTN RSUD Melawi

Senin, 8 Juni 2026 - 18:29 WIB

Tangis Haru Keluarga Sambut Kepulangan 1.126 Jamaah Haji Tuban

Senin, 8 Juni 2026 - 17:48 WIB

Jaring Tersangkut Tiang Pancang Proyek Terminal LPG Tuban, Nelayan Gadon Minta Kompensasi

Berita Terbaru

Advertisement
Promo Shopee
Berita Terbaru Hari Ini LiputanSatu.id
Ilustrasi LiputanSatu
Berita Tuban Terkini LiputanSatu.id
Gambar Berita LiputanSatu
Kabar Tuban Hari Ini - Klik Selengkapnya di LiputanSatu.id