Live Steaming di TikTok Kenakan Seragam PT SKS, Perusahaan Akan Laporkan Pemilik Akun

- Reporter

Jumat, 6 Desember 2024

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Live Steaming di TikTok Kenakan Seragam Perusahaan Tambang, Pengusaha Tempuh Jalur Hukum

SITUBONDO, JATIM – Akun TikTok bernama @andisirajxx menjadi pusat perhatian setelah menampilkan siaran langsung (live streaming) dengan mengenakan pakaian yang menyerupai seragam resmi PT Surya Karya Semesta (SKS). Perusahaan pertambangan galian C yang berlokasi di Desa Tambak Ukir, Kecamatan Kendit, Kabupaten Situbondo, tersebut merasa dirugikan dan mempertimbangkan langkah hukum.

Hery Sampurno, kuasa hukum PT SKS, menegaskan bahwa orang dalam video tersebut bukan bagian dari perusahaan.

“Akun tersebut, termasuk individu yang muncul di live streaming, tidak memiliki keterkaitan dengan kami. Kami khawatir pakaian berlogo yang menyerupai seragam resmi perusahaan bisa menimbulkan dampak negatif bagi citra perusahaan,” jelas Hery.

Live streaming itu diyakini berlangsung setelah perayaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) awal Desember 2024 dan telah disaksikan oleh 229 pengguna.

Hery, yang juga dikenal sebagai wartawan senior di salah satu stasiun televisi nasional, mengungkapkan bahwa ini bukan pertama kalinya PT SKS menghadapi kasus serupa.

“Kami pernah mengalami insiden seragam perusahaan digunakan untuk hal yang merugikan. Kejadian tersebut menjadi pembelajaran agar kami lebih tegas melindungi identitas perusahaan,” katanya.

Untuk mencegah insiden serupa, PT SKS berencana melibatkan pihak berwenang. Perusahaan juga menyediakan layanan pengaduan bagi masyarakat yang merasa dirugikan oleh tindakan yang melibatkan atribut serupa.

“Kami mengimbau masyarakat untuk segera melapor jika menemukan aktivitas mencurigakan yang menggunakan identitas menyerupai perusahaan kami. Langkah ini penting untuk menjaga kepercayaan publik dan reputasi perusahaan,” tegas Hery.

Hingga berita ini diterbitkan, pemilik akun TikTok @andisirajxx belum memberikan tanggapan atas dugaan ini. Kasus ini menjadi peringatan agar masyarakat lebih berhati-hati dalam menggunakan atribut yang dapat menyerupai identitas resmi institusi atau perusahaan untuk menghindari kesalahpahaman maupun potensi kerugian. (*).

Editor : Agus Susanto

Berita Terkait

Desakan Transparansi Aliran Dana Dugaan Korupsi Kuota Haji Menguat
KOMPAK Akan Gelar Aksi Besar di KPK, Desak Penahanan Oknum Politisi PPP
Gus Lilur Resmi Laporkan Anggota DPR RI Khilmi ke MKD Atas Dugaan Pencatutan Nama PT Rapetu
NasDem Tuban Resmi Lantik Pengurus Baru, Targetkan 7 Kursi di Pemilu 2029
Syuriah PBNU Desak Gus Yahya Mundur, Dugaan Pelanggaran Keuangan Warnai Gejolak Internal Organisasi
DPRD Tuban Sidak Jabung Ring Dyke, 16 Lahan Petani Belum Diganti Rugi
Larang Mahasiswa Ikut HMI, KAHMI Desak Ketua Kampus STAI Senori  Dicopot
Aksi Solidaritas di Mapolres, Ojol Tuban Tuntut Kasus Kematian Rekannya Diusut Tuntas

Berita Terkait

Sabtu, 10 Januari 2026 - 13:03 WIB

Desakan Transparansi Aliran Dana Dugaan Korupsi Kuota Haji Menguat

Senin, 5 Januari 2026 - 10:33 WIB

KOMPAK Akan Gelar Aksi Besar di KPK, Desak Penahanan Oknum Politisi PPP

Selasa, 9 Desember 2025 - 09:07 WIB

Gus Lilur Resmi Laporkan Anggota DPR RI Khilmi ke MKD Atas Dugaan Pencatutan Nama PT Rapetu

Senin, 8 Desember 2025 - 01:31 WIB

NasDem Tuban Resmi Lantik Pengurus Baru, Targetkan 7 Kursi di Pemilu 2029

Sabtu, 22 November 2025 - 11:26 WIB

Syuriah PBNU Desak Gus Yahya Mundur, Dugaan Pelanggaran Keuangan Warnai Gejolak Internal Organisasi

Berita Terbaru

Daerah

Dua Nelayan Tuban yang Hilang Berhasil Ditemukan Selamat

Sabtu, 10 Jan 2026 - 21:49 WIB

Advertisement
Exit mobile version