Dirgahayu Republik Indonesia ke-81

Longsor Trenggalek: Hari Ke-2, Tim SAR Berhasil Menemukan Seluruh Korban

- Reporter

Minggu, 2 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim SAR gabungan mengevakuasi korban tanah longsor di Dusun Banaran, Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek, (hms/Basarnas).

Tim SAR gabungan mengevakuasi korban tanah longsor di Dusun Banaran, Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek, (hms/Basarnas).

Trenggalek – Setelah melalui proses pencarian intensif selama dua hari, Tim SAR gabungan akhirnya berhasil menemukan seluruh korban bencana tanah longsor yang terjadi di Dusun Banaran, Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek. Operasi yang berlangsung sejak Sabtu malam itu menutup pencarian dengan hasil lima korban ditemukan—satu orang selamat dan empat lainnya meninggal dunia.

Seluruh Korban Berhasil Ditemukan

Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit P.H., yang bertindak sebagai SAR Mission Coordinator (SMC), menjelaskan bahwa korban pertama ditemukan pada hari pertama pencarian, Sabtu (01/11/2025) sekitar pukul 23.50 WIB.
Korban atas nama Wijianto berhasil diselamatkan dalam kondisi hidup setelah tertimbun material longsor selama beberapa jam.
“Pada hari pertama operasi SAR, tim berhasil menemukan satu korban atas nama Wijianto dalam kondisi hidup. Kemudian pada hari kedua, empat korban lainnya kembali ditemukan dan dievakuasi,” ujar Nanang, Minggu (02/11/2025).
Empat korban lainnya yang ditemukan di hari kedua pencarian masing-masing adalah Syarif, Welas, Rohman, dan Fajar (19). Seluruhnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan telah dievakuasi ke RSUD dr. Soedomo Trenggalek untuk proses identifikasi lebih lanjut.

Tantangan di Lapangan: Medan Sempit dan Minim Penerangan

Nanang menuturkan, sejak menerima laporan kejadian, pihaknya segera mengerahkan satu tim rescue dari Pos SAR Trenggalek untuk bergabung dengan unsur potensi SAR di lapangan. Tim melakukan koordinasi lintas instansi, asesmen situasi, dan menentukan strategi pencarian sesuai kondisi medan.
Koordinator Pos SAR Trenggalek, Bayu Prasetyo, yang bertugas sebagai On Scene Commander (OSC), menjelaskan bahwa proses pencarian dilakukan menggunakan alat gali sederhana seperti cangkul dan sekop.
“Selama proses pencarian berlangsung, kami menempatkan safety officer di lokasi untuk mengawasi keamanan seluruh personel. Petugas ini bertugas memberikan peringatan apabila muncul tanda-tanda bahaya atau potensi longsor susulan,” terang Bayu.
Kendala utama yang dihadapi tim antara lain minimnya penerangan di malam hari, kondisi tanah yang labil, dan medan curam yang sulit dijangkau kendaraan berat. Meski begitu, semangat tim di lapangan tidak surut hingga seluruh korban berhasil ditemukan.

Puluhan Personel Gabungan Terlibat dalam Operasi SAR

Dalam operasi ini, puluhan personel dari berbagai unsur terlibat, di antaranya Pos SAR Trenggalek, Kodim 0806 Trenggalek, BPBD Kabupaten Trenggalek, Polres Trenggalek, Koramil Bendungan, Polsek Bendungan, Dinas Kesehatan, Damkar, BP 1303 Trenggalek, serta warga sekitar dan relawan.
Sinergi antarlembaga menjadi kunci keberhasilan pencarian di lokasi dengan kondisi medan ekstrem. Tidak adanya akses alat berat membuat kerja sama manual antarpetugas menjadi satu-satunya opsi efektif.

Longsor Dipicu Hujan Deras, Rumah Warga Rata Tertimbun

Berdasarkan laporan awal, bencana tanah longsor itu terjadi pada Sabtu (01/11/2025) sekitar pukul 23.00 WIB. Material tanah dari tebing di sekitar permukiman tiba-tiba longsor dan menimpa satu rumah warga yang dihuni lima orang.
Peristiwa itu diduga dipicu hujan deras yang mengguyur wilayah Bendungan sejak sore hingga malam hari, membuat struktur tanah di lereng menjadi jenuh air dan tidak mampu menahan beban.

Operasi Resmi Ditutup, Warga Diminta Waspada Longsor Susulan

Dengan ditemukannya seluruh korban, operasi SAR dinyatakan resmi selesai dan ditutup. Namun, pihak berwenang tetap mengimbau masyarakat di sekitar lokasi agar tetap waspada terhadap potensi longsor susulan, mengingat curah hujan tinggi masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan.
“Operasi SAR kami nyatakan selesai, namun kami tetap mengimbau warga di sekitar lokasi untuk tetap berhati-hati, karena kondisi tanah masih rawan,” tegas Nanang. (Ron)

Catatan Redaksi:
BMKG dan BPBD Trenggalek mengimbau warga di wilayah perbukitan untuk tetap waspada terhadap potensi longsor susulan, terutama memasuki puncak musim hujan yang diperkirakan terjadi pada Desember hingga Februari mendatang.

Editor : Kief

Berita Terkait

Terperosok ke Sumur Tua, Pemuda di Tuban Bertahan Hidup Semalaman
Pengepul Solar Bersubsidi Ilegal Diamankan Polisi di Tuban
Polemik TITD Kwan Sing Bio Tuban Kembali Ke Ruang DPRD
Saling Klaim Legalitas Pengelolaan Kwan Sing Bio Tuban
Tanggapi Larangan Liputan di Kelenteng Tuban, Polda Jatim : Jaga Keutuhan TKP
Polda Jatim Segel Ruang Pelayanan, Pengurus Tak Mau Umat Jadi Korban
Cekcok Saat Pesta Tuak Berujung Berdarah, Pria di Palang Bacok Pemilik Warung
36 Merek Rokok Ilegal Beredar di Tuban, Ribuan Batang Disita!

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 14:56 WIB

Terperosok ke Sumur Tua, Pemuda di Tuban Bertahan Hidup Semalaman

Jumat, 6 November 2026 - 14:43 WIB

Pengepul Solar Bersubsidi Ilegal Diamankan Polisi di Tuban

Jumat, 6 November 2026 - 11:06 WIB

Polemik TITD Kwan Sing Bio Tuban Kembali Ke Ruang DPRD

Rabu, 4 November 2026 - 18:34 WIB

Saling Klaim Legalitas Pengelolaan Kwan Sing Bio Tuban

Selasa, 3 November 2026 - 18:58 WIB

Polda Jatim Segel Ruang Pelayanan, Pengurus Tak Mau Umat Jadi Korban

Berita Terbaru

Gedung Satreskrim Polresta Tuban (gambar : Assa Annazili)

Hukum Kriminal

Pengepul Solar Bersubsidi Ilegal Diamankan Polisi di Tuban

Jumat, 6 Nov 2026 - 14:43 WIB

Suasana Gedung DPRD Tuban saat dilakukan hearing kasus Klenteng Kwan Sing Bio Tuban (gambar : Assa Annazili)

Daerah

Polemik TITD Kwan Sing Bio Tuban Kembali Ke Ruang DPRD

Jumat, 6 Nov 2026 - 11:06 WIB

Suasana di Klenteng Kwan Sing Bio Tuban saat adanya olah TKP dari Polda Jatim (gambar : Assa Annazili)

Daerah

Saling Klaim Legalitas Pengelolaan Kwan Sing Bio Tuban

Rabu, 4 Nov 2026 - 18:34 WIB

Banner Liputansatu
Banner Liputansatu
Banner Liputansatu