Parkir di Tempat Karaoke, Tapi Demi Negara?
Tuban – Sebuah mobil dinas berpelat merah dengan nomor polisi S 1261 EP mendadak jadi viral di jagat maya. Bukan karena prestasi, tapi karena terparkir dengan santainya di depan tempat karaoke di Kota Malang. Warganet pun langsung heboh, sebagian tertawa geli, sisanya berdoa agar mobil dinas mereka juga bisa “kerja” seasyik itu.
Rekaman video berdurasi singkat itu menunjukkan momen langka ketika kendaraan rakyat tampak bersandar di parkiran tempat hiburan malam, tampaknya sedang melakukan ritual charging energi sebelum kembali melayani rakyat esok hari.
Netizen: “Studi Banding Versi Remix”
Kolom komentar di media sosial langsung dibanjiri komentar satire. Akun @kiki_pur* menulis dengan polosnya,
“Jangan salah sangka kawan, mungkin dalam rangka kunjungan kerja dan studi banding.”
Sementara akun @aliv_honda**** memberi dukungan penuh,
“Wah bagus ini, bisa dijadikan contoh untuk para pejabat Tuban lainnya.”
Sungguh teladan yang patut ditiru — bila dunia ini adalah film komedi absurd.
Akun lain, @ntrahman2013, tampaknya punya teori menarik:
“Plat merah perlu meregangkan otot-ototnya supaya fresh, agar besok bisa kembali melayani rakyat dengan setulus lagu.”
Kita tidak tahu apakah itu satire atau bentuk dukungan spiritual.
Ada pula yang mencoba menebar positive vibes. Akun @dita939 menulis:
“Mungkin lagi salat di musala karaoke, Kak. Positif thinking aja.”
Sebuah bentuk husnuzan yang layak diapresiasi — atau setidaknya dijadikan skrip sinetron.
Ketua DPRD: Jangan Parkir Sembarangan, Kecuali Kalau Bisa Jawab Nanti
Menanggapi hebohnya video tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Tuban, Sugiantoro, tampil sebagai suara kenormalan. Ia mengingatkan bahwa kendaraan dinas
“selayaknya digunakan untuk kegiatan dinas.”
Kecuali, tentu saja, kalau yang bersangkutan punya urusan penting di balik tirai karaoke yang tidak bisa dijelaskan ke publik.
“Saya harapkan tidak ada lagi parkir-parkir yang tidak semestinya,” ucap beliau, mungkin sambil berharap mobil-mobil lain tak ikut-ikutan wisata malam.
Kepala BPKPAD: Tenang, Itu Video Lama, Cuma Nostalgia 2023
Tak mau ketinggalan, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan, Pendapatan dan Aset Daerah (BPKPAD) Tuban, Agung Triwibowo, turut bersuara.
Menurutnya, video tersebut hanyalah kenangan manis tahun 2023 yang diputar ulang.
“Itu berita basi, Mas,” tulis Agung santai, seolah menyindir warganet yang belum move on.
Lalu dengan penuh keyakinan ia menjelaskan bahwa saat itu memang ada agenda ke karaoke — demi studi banding pajak hiburan. Ya, studi banding. Ke karaoke. Untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Mungkin setelah karaoke, lanjut evaluasi di tempat pijat refleksi, siapa tahu bisa naikkan PAD juga.
“Habis rapat, mencari info apakah dapat diterapkan untuk mendapatkan pendapatan dari tempat karaoke,” ujarnya mantap, sambil tak menyebut siapa gerangan tokoh utama di balik setir mobil dinas tersebut.
Penutup: Plat Merah Jangan Lelah
Agung menutup dengan wejangan bernilai tinggi:
“Kami harap masyarakat tidak langsung mempercayai isu-isu yang belum tentu valid.”
Namun sayangnya, ia tidak menjawab siapa pengguna mobil dinas itu, seolah ingin menjaga agar misteri ini tetap hidup dalam ingatan rakyat seperti sinetron tak berkesudahan.
Yang jelas, satu pelajaran penting dari kasus ini adalah:
Jika kamu ingin karaoke, pastikan niatmu murni — dan mobilmu bukan pelat merah.(Az)
Editor : Mukhyidin Khifdhi