Promo

Nekat Rampas Kalung Bocah 7 Tahun, Ibu Muda di Situbondo Ditangkap – Kasus Berakhir Damai Lewat Restorative Justice

- Reporter

Rabu, 4 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kasat Reskrim Polres Situbondo, AKP Agung Hartawan, (Fia Rahma/Liputansatu.id).

Kasat Reskrim Polres Situbondo, AKP Agung Hartawan, (Fia Rahma/Liputansatu.id).

Situbondo – Seorang ibu rumah tangga berinisial FD (27), warga Kelurahan Patokan, ditangkap setelah nekat merampas kalung emas milik bocah berusia 7 tahun di Desa Semiring, Kecamatan Mangaran. Pelaku berhasil diamankan oleh Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Situbondo.
Kasat Reskrim Polres Situbondo, AKP Agung Hartawan, membenarkan penangkapan tersebut. Ia menjelaskan, pelaku diamankan setelah polisi melakukan serangkaian penyelidikan hingga berhasil mengidentifikasi ciri kendaraan yang digunakan saat beraksi.
“Pelaku sudah kami amankan beserta barang bukti sepeda motor dan helm yang digunakan saat kejadian. Saat ini yang bersangkutan telah menjalani pemeriksaan oleh penyidik Satreskrim,” ujarnya, Rabu (04/02/2026).

Modus Tanya Alamat, Kalung Bocah Ditarik Paksa

Peristiwa itu terjadi pada Senin (02/02/2026) siang. Saat itu, korban berinisial K (7) tengah bersama saudaranya pergi ke toko kelontong di kawasan belakang SDN Semiring dengan menggunakan sepeda.
Tiba-tiba, pelaku datang mengendarai sepeda motor matik warna putih, mengenakan helm berwarna pink dan masker. Untuk mengelabui korban, pelaku berpura-pura menanyakan alamat sambil menunjukkan foto seseorang.
Ketika korban lengah, pelaku langsung menarik paksa kalung emas yang melingkar di leher bocah tersebut, lalu melarikan diri ke arah barat.

Polisi Lacak Pelaku dari Keterangan Saksi

Korban yang ketakutan segera pulang dan menceritakan kejadian itu kepada orang tuanya. Pihak keluarga kemudian melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Mangaran.
Berbekal keterangan saksi dan petunjuk di lapangan, Tim Resmob Satreskrim Wilayah Tengah bergerak cepat hingga akhirnya berhasil melacak dan menangkap pelaku.

Terhimpit Utang dan Anak Sakit, Kasus Diselesaikan Lewat RJ

Meski pelaku telah diamankan, penanganan perkara ini berakhir dengan pendekatan Restorative Justice (RJ). AKP Agung menjelaskan, langkah tersebut diambil setelah pihak korban sepakat menempuh jalan damai atas pertimbangan kemanusiaan.
“Dalam pemeriksaan terungkap motif pelaku melakukan aksi tersebut karena terhimpit utang rentenir serta anaknya sedang sakit dan membutuhkan biaya pengobatan,” jelasnya.
Alasan tersebut membuat hati keluarga korban terketuk. Ditambah lagi, keluarga pelaku menunjukkan itikad baik dengan mengganti seluruh kerugian yang dialami korban. Atas dasar itu, pihak korban secara resmi mencabut laporan dan polisi memfasilitasi proses mediasi agar perkara diselesaikan melalui mekanisme RJ.
“Penyelesaian ini ditempuh karena syarat formil dan materiil telah terpenuhi, serta ada kesepakatan damai tanpa paksaan dari kedua belah pihak. Ini merupakan wujud penegakan hukum yang tegas dan transparan, namun tetap mengedepankan sisi kemanusiaan,” tegas AKP Agung.

Polisi Imbau Orang Tua Lebih Waspada

Di akhir keterangannya, polisi mengimbau para orang tua agar lebih waspada terhadap keamanan anak-anak.
“Sebisa mungkin tidak memakaikan perhiasan berlebihan kepada anak. Lengah sedikit saja bisa dimanfaatkan pelaku kejahatan,” pungkasnya. (Fia)

Editor : Kief

Berita Terkait

Saber Pangan Sidak Pasar Baru Tuban, Ini Daftar Harga Terbaru Bapokting
Sengketa Penyegelan SPPG Tegalbang Tuban Berakhir dengan Kesepakatan Rp20 Juta
Gaji Belum Dibayar, Vendor Mundur dari SIG Tuban; 105 Pekerja Mogok Kerja
Mobil Dinas Diduga Ganti Pelat Demi Isi Pertalite, Pertamina Jatuhkan Sanksi ke SPBU di Tuban
VIRAL Porsi Minim MBG di Bancar, Pengelola Akui Ada Kelalaian
Pencurian Kabel Sibel Marak di Merakurak, Sejumlah HIPPA Rugi Jutaan Rupiah
Mantan Anggota DPRD Tuban Jadi Tersangka Tambang Ilegal, Polisi Sita Excavator hingga Truk
Kuasa Hukum Erhamni Bantah Tuduhan, Polemik SPPG Tegalbang Tuban Masih Memanas

Berita Terkait

Sabtu, 14 Februari 2026 - 16:47 WIB

Saber Pangan Sidak Pasar Baru Tuban, Ini Daftar Harga Terbaru Bapokting

Sabtu, 14 Februari 2026 - 11:39 WIB

Sengketa Penyegelan SPPG Tegalbang Tuban Berakhir dengan Kesepakatan Rp20 Juta

Jumat, 13 Februari 2026 - 21:38 WIB

Gaji Belum Dibayar, Vendor Mundur dari SIG Tuban; 105 Pekerja Mogok Kerja

Jumat, 13 Februari 2026 - 18:41 WIB

Mobil Dinas Diduga Ganti Pelat Demi Isi Pertalite, Pertamina Jatuhkan Sanksi ke SPBU di Tuban

Jumat, 13 Februari 2026 - 16:57 WIB

VIRAL Porsi Minim MBG di Bancar, Pengelola Akui Ada Kelalaian

Berita Terbaru

Tampilan sajian MBG di Bancar yang dipersoalkan wali murid, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Pendidikan

VIRAL Porsi Minim MBG di Bancar, Pengelola Akui Ada Kelalaian

Jumat, 13 Feb 2026 - 16:57 WIB

Advertisement
Promo Shopee