Situbondo – Badan Hisab dan Rukyat (BHR) Kabupaten Situbondo, menyatakan Pantauan hilal dari titik pemantau di pelabuhan Kalbut, Kecamatan Mangaran, Situbondo, tidak terlihat. Jumat (28/2/2025).
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Situbondo, Muhammad Mudhofar mengaku, hasil pengamatan yang dilakukan tim BHR mulai pukul 17:00 hingga 18:06 Wib tidak dapat melihat hilal.
“Rukyatul hilal petang ini tidak bisa melihat hilal baik secara teknologi maupun pandangan mata, sehingga tim BHR Situbondo menyimpulkan bahwa hilal tidak bisa dilihat,” ujarnya.
Muhammad juga mengatakan, Hasil ini akan dilaporkan kepada Kanwil Kemenag Surabaya yang akan diteruskan ke Kemenag Jakarta. “Dan pada pukul 19:00 Wib pemerintah akan memutuskan awal Ramadhan melalui sidang isbat.” Katanya.
Sementara itu, Ketua BHR Kabupaten Situbondo, Irpan Hilmi meyampaikan, hasil pangamatan sampai dengan pukul 18:06 Wib hilal tidak terlihat. Sehingga untuk menentukan 1 Ramadhan masih harus menunggu hasil sidang isbat dari Kemenag.
“Hasil ini kita laporkan ke PWNU, PBNU, maupun ke Kemenag RI, kita tinggal menunggu sidang isbat berdasarkan laporan hasil pengamatan hilal di seluruh Indonesia,” bebernya.
Jika tidak ada yang bisa melihat, maka kemungkinan besar awal Ramadhan 1446 Hijriah akan jatuh pada Minggu, 2 Februari 2025. Namun jika ada yang bisa melihat maka awal puasa akan jatuh pada Sabtu, 1 Maret 2025. “Hal tak terlihat karena terhalang mendung yang tebal,” Jelasnya.(Fia)
Editor : Mukhyidin khifdhi