Partisipasi Angkatan Kerja di Kabupaten Tuban Terus Menurun, BPS Beri Peringatan

- Reporter

Rabu, 26 November 2025

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Kepala BPS, Andhie Surya Mustari menjelaskan perihal merosotnya jumlah partisipasi angkatan kerja di Tuban, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Tuban – Dalam rilis terbaru, angka tingkat pengangguran di Kabupaten Tuban menunjukkan penurunan. Namun, Badan Pusat Statistik (BPS) Tuban justru memberikan peringatan atas kondisi tersebut. Apa yang sebenarnya terjadi?
Kepala BPS Tuban, Andhie Surya Mustari, saat dikonfirmasi Liputansatu.id menjelaskan bahwa data ketenagakerjaan merupakan salah satu indikator penting dalam menggambarkan kondisi perekonomian suatu daerah, selain Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), Produk Domestik Bruto (PDB), dan pertumbuhan ekonomi.

Metode Survei dan Data Pengangguran

Andhie menjelaskan, survei ketenagakerjaan nasional dilakukan pada bulan Agustus dan melibatkan warga berusia di atas 15 tahun, yang masuk dalam kategori usia kerja. Warga yang bekerja selama satu minggu terakhir dihitung sebagai pekerja. Jika tidak bekerja, mereka ditanya apakah sedang mencari pekerjaan atau tidak.
Dalam rilis tersebut, angka pengangguran di Kabupaten Tuban pada Agustus 2024 tercatat sebanyak 31.425 orang. Sementara pada Agustus 2025, angka pengangguran berkurang menjadi 24.854 orang dari total usia siap kerja.
“Terjadi penurunan sebanyak 6.571 orang pengangguran dibanding tahun sebelumnya,” ujar Andhie.

Penurunan Jumlah Pekerja dan Kenaikan Bukan Angkatan Kerja

Data BPS juga menunjukkan bahwa jumlah pekerja pada tahun 2024 mencapai 702.498 orang, namun mengalami penurunan sebesar 0,64% menjadi 698.005 orang pada tahun 2025.
Di sisi lain, kelompok bukan angkatan kerja (warga usia produktif yang tidak bekerja dan tidak mencari pekerjaan) justru meningkat dari 250.576 orang pada 2024 menjadi 269.213 orang pada tahun ini.
“Kenaikan ini menunjukkan semakin banyak warga Tuban di usia produktif yang memilih tidak mencari pekerjaan. Namun, survei kami belum meneliti secara mendalam penyebab fenomena tersebut,” jelas Kepala BPS Tuban.

Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja dan Implikasinya

Jumlah pekerja dan pengangguran (yang sedang mencari kerja) jika dijumlahkan disebut sebagai angkatan kerja. Jika angkatan kerja dibandingkan dengan total usia kerja, maka akan menghasilkan tingkat partisipasi angkatan kerja.
“Selama tingkat partisipasi masih di atas 70 persen, kondisi perekonomian di suatu daerah masih tergolong aman,” jelas Andhie.
Namun data BPS menunjukkan tren penurunan tingkat partisipasi angkatan kerja di Tuban, yakni dari 74,73% di tahun 2023, turun menjadi 74,55% di tahun 2024, dan kini menurun lagi menjadi 72,86% pada tahun 2025.
“Ini menjadi peringatan meskipun masih di atas 70 persen, karena partisipasi warga usia kerja terus menurun. Penurunan ini bisa berdampak negatif pada perekonomian daerah,” tambahnya.

Tanggapan Dinas Ketenagakerjaan dan Perindustrian Tuban

Ketika ditemui Liputansatu.id untuk menanggapi data tersebut, Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Perindustrian (Disnakerin) Tuban, Rohman Ubaid, enggan berkomentar lebih jauh. Ia menyatakan bahwa memahami data BPS membutuhkan analisis yang mendalam agar tidak salah dalam mengambil kesimpulan.
“Kalau tidak jelas, saya berkomentar malah salah nanti,” ujarnya singkat.

Penurunan angka pengangguran di Kabupaten Tuban memang membawa kabar baik. Namun, menurunnya tingkat partisipasi angkatan kerja menjadi sinyal peringatan yang tidak boleh diabaikan. Fenomena warga usia produktif yang memilih tidak bekerja maupun tidak mencari pekerjaan perlu menjadi perhatian bersama agar dampak negatif terhadap perekonomian daerah dapat diminimalkan. (Az)

Editor : Kief

Berita Terkait

Izin Kirab Belum Turun, Aktivitas di Kwan Sing Bio Tuban Tetap Ramai
May Day di Situbondo 2026 Tanpa Demo, Buruh Pilih Dialog Terbuka di Pendopo
Ribuan Buruh Gelar Aksi May Day di Tuban, Enam Tuntutan Disampaikan ke Bupati
Pekerja Tewas Tersengat Listrik Saat Pasang Totem di SPBU Bancar Tuban
DLHP Tuban Perketat Pengawasan Tambang Kuarsa di Jenu, 25 Titik Disorot
Masalah IT Jadi Biang Kerok Turunnya Akreditasi RSUD dr Koesma Tuban
Kirab Kimsin Tetap Digelar Meski Tak Berizin, Pengelola Kwan Sing Bio: Ilegal dan Berpotensi Picu Konflik
Izin Kepolisian Belum Terbit, Kirab Kimsin Kwan Sing Bio Tuban Terancam Batal

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 17:11 WIB

Izin Kirab Belum Turun, Aktivitas di Kwan Sing Bio Tuban Tetap Ramai

Jumat, 1 Mei 2026 - 15:16 WIB

May Day di Situbondo 2026 Tanpa Demo, Buruh Pilih Dialog Terbuka di Pendopo

Jumat, 1 Mei 2026 - 14:18 WIB

Ribuan Buruh Gelar Aksi May Day di Tuban, Enam Tuntutan Disampaikan ke Bupati

Jumat, 1 Mei 2026 - 09:13 WIB

Pekerja Tewas Tersengat Listrik Saat Pasang Totem di SPBU Bancar Tuban

Kamis, 30 April 2026 - 20:43 WIB

DLHP Tuban Perketat Pengawasan Tambang Kuarsa di Jenu, 25 Titik Disorot

Berita Terbaru

Advertisement
Exit mobile version