Situbondo – Pemerintah Kabupaten Situbondo menggelar doa bersama di Pendopo Pate Alos, Kecamatan Besuki, Minggu (25/01/2026). Kegiatan ini menjadi bentuk ikhtiar spiritual pemerintah daerah dalam memohon keselamatan, ketenteraman, serta keberkahan bagi Situbondo di tengah berbagai tantangan pembangunan dan potensi bencana hidrometeorologi.
Doa bersama tersebut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para tokoh agama, tokoh masyarakat, serta aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Situbondo. Kehadiran lintas elemen ini mencerminkan kuatnya semangat kebersamaan dan persatuan dalam menjaga stabilitas daerah.
Doa Bersama sebagai Ikhtiar Spiritual Pemerintah Daerah
Pelaksanaan doa bersama dinilai sebagai bagian dari pendekatan holistik dalam penyelenggaraan pemerintahan, yakni mengombinasikan ikhtiar lahiriah melalui kebijakan dan program pembangunan dengan ikhtiar batiniah melalui pendekatan spiritual.
Suasana khidmat terasa sejak awal kegiatan. Rangkaian doa dipanjatkan untuk memohon perlindungan dari segala bentuk bencana, ketenangan sosial, serta kelancaran roda pemerintahan dan pelayanan publik di Kabupaten Situbondo.
Wakil Bupati: Spiritualitas dan Persatuan Jadi Fondasi Pembangunan
Wakil Bupati Situbondo, Ulfiah atau yang akrab disapa Mbak Ulfi, menegaskan bahwa nilai religius dan persatuan sosial merupakan fondasi penting dalam menghadapi berbagai dinamika dan tantangan pembangunan daerah.
Menurutnya, doa bersama bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan wujud kesadaran bahwa kerja-kerja pemerintahan perlu diiringi dengan permohonan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
“Melalui doa bersama ini, kita memohon agar Situbondo selalu diberi perlindungan, dijauhkan dari bencana, serta diberikan kelancaran dalam menjalankan pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Mbak Ulfi.
Ia menambahkan, sinergi antara pemerintah daerah, tokoh agama, dan masyarakat harus terus dijaga agar Situbondo tetap kondusif dan harmonis.
Perkuat Sinergi Pemerintah, Ulama, dan Masyarakat
Mbak Ulfi juga berharap kegiatan doa bersama mampu menjadi ruang penguat komunikasi dan kebersamaan antara pemerintah daerah dengan para ulama dan tokoh masyarakat. Menurutnya, peran tokoh agama sangat strategis dalam menjaga kesejukan sosial dan membangun kesadaran kolektif masyarakat.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Dukungan moral dan spiritual dari para ulama dan masyarakat sangat dibutuhkan untuk menjaga stabilitas dan keharmonisan daerah,” katanya.
Ulama Ajak Introspeksi dan Perkuat Nilai Sosial
Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Bustanul Faizin, KH Muhammad Ali Makki Bukhori, mengajak seluruh hadirin menjadikan doa bersama sebagai momentum introspeksi diri sekaligus penguatan nilai-nilai sosial.
Ia menekankan pentingnya persaudaraan, kepedulian, dan semangat saling menolong sebagai kunci utama menjaga Situbondo tetap rukun dan damai, terutama di tengah situasi yang penuh tantangan.
“Doa ini bukan hanya permohonan kepada Allah, tetapi juga pengingat bagi kita semua agar terus menjaga persatuan, memperkuat kepedulian sosial, dan berkhidmat untuk kemaslahatan bersama,” tutur KH Muhammad Ali Makki Bukhori.
Menghadapi Tantangan Bencana dengan Kebersamaan
Kegiatan doa bersama ini juga menjadi refleksi atas kondisi Situbondo yang dalam beberapa waktu terakhir menghadapi cuaca ekstrem dan potensi bencana hidrometeorologi. Pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan dan mitigasi bencana, seiring dengan upaya spiritual yang dilakukan bersama masyarakat.
Dengan mengedepankan kebersamaan lintas elemen, Pemkab Situbondo berharap mampu menghadapi berbagai tantangan secara lebih kuat dan terarah.
Harapan Situbondo Aman, Damai, dan Diberkahi
Doa bersama ditutup dengan harapan agar Kabupaten Situbondo senantiasa berada dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa, menjadi daerah yang aman, damai, sejahtera, serta diberkahi dalam setiap langkah pembangunan.
Pemkab Situbondo menegaskan bahwa ikhtiar lahir dan batin akan terus berjalan seiring sebagai bagian dari komitmen membangun daerah yang berketahanan sosial, religius, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. (Fia)
Editor : Kief