Tuban, 15 April 2025 – Warga Kelurahan Gedongombo, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, digemparkan oleh penemuan sesosok jenazah pria dalam kondisi telah membusuk di salah satu rumah di Perumahan Tuban Permai, sore hari ini. Korban diketahui berinisial SF, warga Kelurahan Kingking, Kecamatan Tuban.
kronologi Penemuan Mayat Oleh Rekan Korban
Penemuan ini pertama kali dilaporkan oleh seorang rekan korban bernama Roni Irawan yang sejak pagi telah mencoba menghubungi SF melalui sambungan telepon. Karena tak kunjung mendapat respons, Roni mendatangi langsung kediaman korban di kawasan perumahan Tuban Permai.
Setibanya di lokasi sekitar pukul 09.00 WIB, Roni merasa curiga karena pintu rumah tampak tidak terkunci. Ia pun memutuskan untuk masuk ke dalam rumah.
“Melihat rumah tidak terkunci, Roni Irawan mencoba masuk ke dalam,” ungkap Kapolsek Semanding, AKP M. Lukman saat dikonfirmasi oleh awak media.
Saat memasuki ruang keluarga, Roni langsung terkejut melihat kondisi korban yang sudah tidak bernyawa dan membusuk. Korban ditemukan dalam posisi tergeletak dengan pakaian berupa kaos putih dan sarung cokelat.
Setelah menemukan jenazah, Roni segera menghubungi Ketua RT setempat untuk melaporkan kejadian tersebut. Beberapa saat kemudian, pihak kepolisian bersama tim medis datang ke lokasi untuk melakukan evakuasi dan penyelidikan awal. Jenazah kemudian dibawa ke RSUD dr. Koesma Tuban untuk dilakukan pemeriksaan medis.
Dugaan Sementara Korban Meninggal Karna Sakit
Dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), polisi menemukan sebuah tas berwarna hitam di dekat jenazah. Di dalam tas tersebut terdapat beberapa barang pribadi milik korban, seperti obat Antasida Doen (yang biasa digunakan untuk mengatasi masalah lambung), sebuah telepon genggam, dan dompet.
AKP Lukman menyatakan bahwa tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Dugaan sementara, korban meninggal karena sakit dan telah meninggal beberapa hari sebelum ditemukan, mengingat kondisi jenazah yang sudah membusuk.
“Tidak ditemukan tanda kekerasan. Dari barang-barang yang ditemukan dan kondisi korban, kuat dugaan korban meninggal karena sakit,” jelas AKP Lukman.
Pihak Keluarga Menolak dilakukannya Autopsi
Keluarga korban yang datang ke rumah duka menyatakan bahwa SF memang memiliki riwayat penyakit lambung. Atas dasar itu, mereka menolak untuk dilakukan autopsi dan memilih agar jenazah segera dimakamkan secara layak sesuai prosesi keluarga.
Jenazah SF kemudian dimakamkan di pemakaman umum tidak jauh dari rumah duka pada hari yang sama.
Baca juga: Penemuan Mayat di Tuban: Suami Bunuh Istri, Lalu Gantung Diri di Bojonegoro
Baca juga: Mahasiswi Asal Situbondo Ditemukan Meninggal di Kamar Kos di Jember
Peristiwa ini sempat mengundang perhatian warga sekitar. Banyak warga yang berkumpul di depan rumah korban sejak sore hari, saat petugas mulai melakukan evakuasi. Mereka mengaku terkejut karena selama beberapa hari terakhir tidak mencium bau menyengat atau melihat hal mencurigakan.
Beberapa warga menyebut bahwa SF dikenal sebagai sosok yang pendiam dan jarang bersosialisasi dengan tetangga sekitar. Hal ini membuat kepergian korban selama beberapa hari tidak terlalu disadari.
Polisi masih melakukan pendalaman atas kasus ini, meskipun dugaan kuat menunjukkan bahwa tidak ada unsur pidana.(Az)
Editor : Mukhyidin Khifdhi