Perkelahian Tiga Lawan Tiga di Probolinggo, Satu Tewas dan Dua Luka-luka, Diduga Bermotif Asmara

- Reporter

Senin, 18 November 2024

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Petugas dari Polres Probolinggo bersama keluarga korban saat melihat kondisi salah satu korban meninggal di RSUD dr Mohamad Saleh, (Ist).

PROBOLINGGO, JATIM – Sebuah perkelahian tiga lawan tiga yang terjadi di Desa Pabean, Dringu, Kabupaten Probolinggo, Minggu (17/11/2024) dini hari berujung pada tragedi. Satu orang tewas dan dua lainnya mengalami luka-luka akibat perkelahian yang diduga dipicu oleh masalah asmara.

Korban meninggal dunia adalah Muhammad Syarifuddin (24), warga Pendil, Kecamatan Banyuanyar. Syarifuddin atau yang akrab disapa Udin, meninggal dunia setelah mengalami luka bacok di beberapa bagian tubuh.

Dua rekannya, Rois dan Ghufron, yang juga merupakan warga Desa Klenang Lor, Banyuanyar, turut menjadi korban. Rois menderita luka serius dan dirawat di RSUD dr. Soetomo, Surabaya, setelah sebelumnya dirawat di RS Wonolangan, Dringu. Sementara Ghufron hanya mengalami luka ringan dan diperbolehkan pulang setelah mendapatkan perawatan di rumah sakit.

Menurut Anwar, paman korban yang berusia 51 tahun, perkelahian tersebut diduga berhubungan dengan masalah asmara. Sebelum kejadian, Udin tengah nongkrong di bengkel milik pamannya pada malam Minggu, dan menerima telepon dari seorang perempuan yang tidak diketahui identitasnya.

Setelah menerima telepon tersebut, Udin pulang untuk mengganti motornya, dan kemudian kembali ke bengkel menggunakan motor jenis KLX. Paman korban menjelaskan bahwa Udin sempat pamit untuk membeli bensin sebelum melanjutkan perjalanan bersama dua temannya.

Sesampainya di depan warung kopi di Jalan Raya Dringu, mereka berhenti untuk berteduh karena hujan deras. Tanpa diduga, tiga orang yang berboncengan menggunakan sepeda motor Beat langsung menyerang Udin dan Rois dengan senjata tajam, membacok mereka hingga jatuh. Ghufron yang berada di tempat tersebut sempat melarikan diri untuk menghindari serangan.

Anwar menduga bahwa perkelahian ini ada kaitannya dengan peristiwa yang terjadi dua hari sebelumnya, pada Jumat (15/11), di mana Udin sempat terlibat pertengkaran dengan seseorang dari Desa Randupitu, Gending. Ia khawatir bahwa kejadian tersebut mungkin menjadi latar belakang pembacokan yang terjadi.

Sementara itu, Supriyani (45), pemilik warung kopi di lokasi kejadian, mengaku tidak mengetahui adanya insiden pembacokan tersebut. Menurutnya, warung kopi miliknya sudah tutup sejak Sabtu (16/11) sore dan baru dibuka kembali pada Minggu pagi. Ketika ia membuka warung, ia terkejut menemukan darah di sekitar lokasi yang sebelumnya tidak ada saat tutup.

Kapolsek Dringu, Iptu Anshori, mengungkapkan bahwa pihaknya bersama Polres Probolinggo tengah menyelidiki peristiwa tersebut. “Kami masih mendalami kronologi kejadian, motif, dan identitas pelaku,” ujarnya.

Kasat Reskrim Polres Probolinggo, AKP Putra Adi Fajar Winarsa, menambahkan bahwa penyelidikan masih berjalan dan pihaknya belum dapat memberikan rincian lebih lanjut mengenai kejadian tersebut.

Sementara itu, jenazah korban yang meninggal dunia, Muhammad Syarifuddin, langsung dibawa pulang oleh pihak keluarga setelah mereka menolak untuk dilakukan otopsi. Berdasarkan pemeriksaan luar, terdapat luka di punggung, paha kiri, dan wajah kiri korban.

Peristiwa ini masih dalam penyelidikan pihak berwajib untuk mengungkap lebih lanjut siapa pelaku dan apa yang menjadi motif utama dalam perkelahian tersebut.

Editor : Agus Susanto

Berita Terkait

Jalan Rusak di Pantura Tuban Kembali Makan Korban, Pengendara Tewas Usai Hindari Lubang
Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban
Dua Nelayan Tuban yang Hilang Berhasil Ditemukan Selamat
Desakan Transparansi Aliran Dana Dugaan Korupsi Kuota Haji Menguat
Kalah Dari Pasuruan United, Langkah Persatu Tuban Terhenti Dibabak 32 Besar Liga 4 Jatim 2026
Update Penemuan Mayat di Sungai Sampean Lama: Korban Dipastikan Perempuan
Pembalakan Liar Marak di Tuban, 11 Batang Kayu Jati Diamankan di KPH Jatirogo
Kasus Burung Cendet Baluran: Kakek Masir Bebas Setelah 5 Bulan 20 Hari Ditahan

Berita Terkait

Minggu, 11 Januari 2026 - 18:42 WIB

Jalan Rusak di Pantura Tuban Kembali Makan Korban, Pengendara Tewas Usai Hindari Lubang

Sabtu, 10 Januari 2026 - 23:55 WIB

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban

Sabtu, 10 Januari 2026 - 21:49 WIB

Dua Nelayan Tuban yang Hilang Berhasil Ditemukan Selamat

Sabtu, 10 Januari 2026 - 13:03 WIB

Desakan Transparansi Aliran Dana Dugaan Korupsi Kuota Haji Menguat

Sabtu, 10 Januari 2026 - 07:54 WIB

Kalah Dari Pasuruan United, Langkah Persatu Tuban Terhenti Dibabak 32 Besar Liga 4 Jatim 2026

Berita Terbaru

Daerah

Dua Nelayan Tuban yang Hilang Berhasil Ditemukan Selamat

Sabtu, 10 Jan 2026 - 21:49 WIB

Advertisement
Exit mobile version