Pemeriksaan Ketat di Pasar Hewan Lumajang, Satu Sapi Positif PMK Ditemukan

- Reporter

Sabtu, 4 Januari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Lumajang melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap sapi yang masuk ke pasar hewan Lumajang,(Ist).

Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Lumajang melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap sapi yang masuk ke pasar hewan Lumajang,(Ist).

LUMAJANG, JATIM – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Lumajang melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap sapi yang masuk ke pasar hewan Lumajang. Setiap sapi diperiksa secara detail, terutama pada bagian mulut dan kuku, oleh petugas untuk mendeteksi penyakit mulut dan kuku (PMK).

Dalam pemeriksaan tersebut, petugas menemukan satu ekor sapi yang positif terjangkit PMK. Tindakan langsung dilakukan, seperti penyemprotan disinfektan, pemberian obat, serta larangan menjual sapi tersebut di pasar.

“Kami rutin memeriksa sapi yang akan dijual di pasar hewan. Hari ini, kami menemukan satu ekor sapi yang positif dan langsung melarang penjualannya,” jelas Kepala DKPP Lumajang, Retno, Jumat (3/1/2025).

Lonjakan Kasus Penyakit Mulut dan Kuku di Lumajang

Data DKPP Lumajang menunjukkan peningkatan signifikan kasus PMK sejak November 2024 hingga awal Januari 2025. Dari total 900 sapi yang terjangkit, 70 di antaranya dilaporkan mati akibat penyakit tersebut.

“Sejak November 2024, jumlah sapi yang terjangkit PMK mencapai 900 ekor, dan 70 di antaranya mati,” ungkap Retno.

Baca juga: Puluhan Sapi di Situbondo Terpapar PMK, Upaya Vaksinasi Gencar Dilakukan

Hotib, salah satu pedagang sapi, mengungkapkan bahwa sapinya telah terjangkit PMK sejak dua bulan lalu dengan gejala mengeluarkan air liur secara berlebihan. Namun, sapinya kini mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan dari dokter hewan.

“Kondisi sapi saya sudah terjangkit sejak dua bulan lalu. Tadi sudah diperiksa dan diberi obat oleh dokter,” ujar Hotib.

Langkah Preventif DKPP Lumajang

Selain pemeriksaan rutin, DKPP Lumajang juga memasang spanduk di area pasar hewan sebagai pengingat larangan menjual sapi yang positif. Langkah ini diharapkan dapat meminimalkan penyebaran penyakit dan menjaga kesehatan hewan lainnya.

Editor : Agus Susanto

Berita Terkait

Pembangunan Belum Rampung, MPLS Sekolah Rakyat Tuban Ditunda
Tabrakan Dua Kapal di Perairan Panarukan Situbondo, Satu Kapal Tenggelam
Viral Keluhan Barcode BBM Subsidi Dipakai Orang Lain, SPBU di Tuban Akui Lalai
Bupati Situbondo Lantik Tiga Kades PAW, Minta Rangkul Semua Warga Pascapemilihan
Kebakaran Pasar Agrobis Babat Hanguskan Tujuh Stand, Kerugian Ditaksir Rp1 Miliar
Rekaman CCTV Bongkar Aksi Maling di Tuban, Satu Pelaku Masih DPO
Gibran Tinjau Tol Prosiwangi, Target Waktu Tempuh Probolinggo –Banyuwangi Dipangkas Jadi 3 Jam
Hampir 6 Jam Berjuang, Damkar Akhirnya Jinakkan Kebakaran TPA Gunung Panggung Tuban

Berita Terkait

Senin, 13 Juli 2026 - 16:54 WIB

Pembangunan Belum Rampung, MPLS Sekolah Rakyat Tuban Ditunda

Senin, 13 Juli 2026 - 14:58 WIB

Tabrakan Dua Kapal di Perairan Panarukan Situbondo, Satu Kapal Tenggelam

Senin, 13 Juli 2026 - 14:33 WIB

Viral Keluhan Barcode BBM Subsidi Dipakai Orang Lain, SPBU di Tuban Akui Lalai

Senin, 13 Juli 2026 - 13:45 WIB

Bupati Situbondo Lantik Tiga Kades PAW, Minta Rangkul Semua Warga Pascapemilihan

Senin, 13 Juli 2026 - 11:34 WIB

Kebakaran Pasar Agrobis Babat Hanguskan Tujuh Stand, Kerugian Ditaksir Rp1 Miliar

Berita Terbaru

Molornya penyelesaian gedung membuat MPLS bagi 196 siswa baru tidak dapat dimulai sesuai jadwal. Bahkan masih terlihat beberapa pekerja di depan Sekolah Rakyat, (Assa/Liputansatu.id).

Pemerintah

Pembangunan Belum Rampung, MPLS Sekolah Rakyat Tuban Ditunda

Senin, 13 Jul 2026 - 16:54 WIB