Pemeriksaan Ketat di Pasar Hewan Lumajang, Satu Sapi Positif PMK Ditemukan

- Reporter

Sabtu, 4 Januari 2025

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Lumajang melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap sapi yang masuk ke pasar hewan Lumajang,(Ist).

LUMAJANG, JATIM – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Lumajang melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap sapi yang masuk ke pasar hewan Lumajang. Setiap sapi diperiksa secara detail, terutama pada bagian mulut dan kuku, oleh petugas untuk mendeteksi penyakit mulut dan kuku (PMK).

Dalam pemeriksaan tersebut, petugas menemukan satu ekor sapi yang positif terjangkit PMK. Tindakan langsung dilakukan, seperti penyemprotan disinfektan, pemberian obat, serta larangan menjual sapi tersebut di pasar.

“Kami rutin memeriksa sapi yang akan dijual di pasar hewan. Hari ini, kami menemukan satu ekor sapi yang positif dan langsung melarang penjualannya,” jelas Kepala DKPP Lumajang, Retno, Jumat (3/1/2025).

Lonjakan Kasus Penyakit Mulut dan Kuku di Lumajang

Data DKPP Lumajang menunjukkan peningkatan signifikan kasus PMK sejak November 2024 hingga awal Januari 2025. Dari total 900 sapi yang terjangkit, 70 di antaranya dilaporkan mati akibat penyakit tersebut.

“Sejak November 2024, jumlah sapi yang terjangkit PMK mencapai 900 ekor, dan 70 di antaranya mati,” ungkap Retno.

Baca juga: Puluhan Sapi di Situbondo Terpapar PMK, Upaya Vaksinasi Gencar Dilakukan

Hotib, salah satu pedagang sapi, mengungkapkan bahwa sapinya telah terjangkit PMK sejak dua bulan lalu dengan gejala mengeluarkan air liur secara berlebihan. Namun, sapinya kini mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan dari dokter hewan.

“Kondisi sapi saya sudah terjangkit sejak dua bulan lalu. Tadi sudah diperiksa dan diberi obat oleh dokter,” ujar Hotib.

Langkah Preventif DKPP Lumajang

Selain pemeriksaan rutin, DKPP Lumajang juga memasang spanduk di area pasar hewan sebagai pengingat larangan menjual sapi yang positif. Langkah ini diharapkan dapat meminimalkan penyebaran penyakit dan menjaga kesehatan hewan lainnya.

Editor : Agus Susanto

Berita Terkait

Jalan Rusak di Pantura Tuban Kembali Makan Korban, Pengendara Tewas Usai Hindari Lubang
Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban
Dua Nelayan Tuban yang Hilang Berhasil Ditemukan Selamat
Desakan Transparansi Aliran Dana Dugaan Korupsi Kuota Haji Menguat
Kalah Dari Pasuruan United, Langkah Persatu Tuban Terhenti Dibabak 32 Besar Liga 4 Jatim 2026
Update Penemuan Mayat di Sungai Sampean Lama: Korban Dipastikan Perempuan
Pembalakan Liar Marak di Tuban, 11 Batang Kayu Jati Diamankan di KPH Jatirogo
Kasus Burung Cendet Baluran: Kakek Masir Bebas Setelah 5 Bulan 20 Hari Ditahan

Berita Terkait

Minggu, 11 Januari 2026 - 18:42 WIB

Jalan Rusak di Pantura Tuban Kembali Makan Korban, Pengendara Tewas Usai Hindari Lubang

Sabtu, 10 Januari 2026 - 23:55 WIB

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban

Sabtu, 10 Januari 2026 - 21:49 WIB

Dua Nelayan Tuban yang Hilang Berhasil Ditemukan Selamat

Sabtu, 10 Januari 2026 - 13:03 WIB

Desakan Transparansi Aliran Dana Dugaan Korupsi Kuota Haji Menguat

Sabtu, 10 Januari 2026 - 07:54 WIB

Kalah Dari Pasuruan United, Langkah Persatu Tuban Terhenti Dibabak 32 Besar Liga 4 Jatim 2026

Berita Terbaru

Daerah

Dua Nelayan Tuban yang Hilang Berhasil Ditemukan Selamat

Sabtu, 10 Jan 2026 - 21:49 WIB

Advertisement
Exit mobile version