R-BES Siapkan Program Pengantaran Pasien Tak Mampu

- Reporter

Jumat, 11 September 2026

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Pengurus dan relawan R-BES bersama sejumlah komunitas sosial dan ambulans berfoto usai rapat rutin di basecamp Medaeng, Waru, Sidoarjo, Kamis (10/9/2026). Pertemuan tersebut membahas kolaborasi program pengantaran pasien tidak mampu untuk mendapatkan layanan pengobatan secara gratis, (Said/Liputansatu.id)

Sidoarjo – Komunitas relawan bencana emergency sosial (R-BES) menggelar rapat rutin di basecamp Medaeng, Kecamatan Waru, Sidoarjo, Kamis (10/09/2026) malam.

Rapat ini dihadiri beberapa komunitas, yang nantinya berkolaborasi dalam program sosial pengantaran berobat bagi pasien tidak mampu. Mereka dari perwakilan Rescue Mandiri Indonesia, Persaudaraan Pengemudi Ambulan Indonesia (PPAI), Jawara Community, Sedekah Rombongan, Jamaah Lorong eduCation, dan Komunitas Jatiroto Kenangan Surabaya

Ketua R-BES, Sumariati, menjelaskan,  program layanan pengantaran pasien miskin ini sebagai bentuk kepedulian terhadap warga tidak mampu yang membutuhkan bantuan.

Menurut perempuan berkacamata minus ini, sebelumnya sudah dicoba menghubungi pihak terkait, seperti kelurahan dan kecamatan tentang adanya warga yang memerlukan bantuan. Akan tetapi responnya terlalu prosedural lantaran terkait kelengkapan administrasi.

“Kasihan warga kurang mampu tidak memiliki beberapa dokumen yang dipersyaratkan, sementara perlu penanganan penyakitnya, sehingga kami mencoba membantu sebisanya,” kata Sumariati.

Untuk itulah pertemuan kali ini ia ingin mengajak untuk berkolaborasi dalam program baru tersebut. Sekaligus saling menguatkan dan memberi semangat.

Sementara itu, Hariyono, dari PPAI mengatakan unit ambulannya siap mendukung program kolaborasi ini, tinggal disepakati saja hari dan tanggal pelaksanaannya beserta jumlah relawan yang ikut.

Sedangkan Bambang dari Rescue Mandiri berharap, komunitas yang masuk dalam tim kolaborasi pengantaran pasien harus semakin solid. Mereka akan saling menguatkan untuk menjaga kepercayaan masyarakat, bahwa tim ini mampu dan bertanggung jawab.

“Ada warga yang minta bantuan kaki palsu. Sebaiknya menghubungi siapa ya?  Mungkin teman-teman ada yang punya akses tolong dibantu,” pungkasnya. (Sa)

Berita Terkait

Bulog Tegaskan PBP Berhak Terima 30 Kg Bapang
Pria di Kebonsari Tuban Ditemukan Meninggal di Sumur, Polisi Temukan Obat Rumput
Warga Desa Gaji Tuban Keluhkan Pembagian Beras Bantuan Bulog, Ada Apa?
77 ASN Purna Tugas Akhir Tahun Ini, Bupati Berikan Wejangan
Pemuda 17 Tahun, Tewas Terjatuh di Tambang Batu Kumbung Tuban
“Ber-NU Tanpa Ber-PBNU”, Gus Lilur Soroti Kepemimpinan PBNU Pasca Muktamar ke-35
Dandim Tuban Buka Kompetisi Beach Open 2026
Geliat Warga Karang Tuban Menyulap Teras Rumah Menjadi Pasar Kuliner Malam

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 14:49 WIB

Bulog Tegaskan PBP Berhak Terima 30 Kg Bapang

Rabu, 16 September 2026 - 12:53 WIB

Pria di Kebonsari Tuban Ditemukan Meninggal di Sumur, Polisi Temukan Obat Rumput

Selasa, 15 September 2026 - 18:58 WIB

Warga Desa Gaji Tuban Keluhkan Pembagian Beras Bantuan Bulog, Ada Apa?

Senin, 14 September 2026 - 21:07 WIB

77 ASN Purna Tugas Akhir Tahun Ini, Bupati Berikan Wejangan

Senin, 14 September 2026 - 12:54 WIB

Pemuda 17 Tahun, Tewas Terjatuh di Tambang Batu Kumbung Tuban

Berita Terbaru

Daerah

Bulog Tegaskan PBP Berhak Terima 30 Kg Bapang

Rabu, 16 Sep 2026 - 14:49 WIB

Hukum Kriminal

Dua Bulan Dicari, Samen Ditemukan Tak Bernyawa di Hutan Wangun Palang

Rabu, 16 Sep 2026 - 09:15 WIB

Exit mobile version