Situbondo – Kementerian Kesehatan RI melakukan monitoring dan evaluasi Program Adaptasi Tenaga Medis WNI Lulusan Luar Negeri di RSUD Besuki, Kabupaten Situbondo, Kamis (02/10/2025). Program ini menjadi perhatian nasional karena dinilai mampu menghadirkan energi baru dalam peningkatan mutu layanan kesehatan di daerah.
Program Adaptasi: Satu Tahun, Transfer Ilmu dan Pelayanan
Program adaptasi bagi tenaga medis lulusan luar negeri berlangsung selama satu tahun. Selain diwajibkan melayani pasien, para peserta program juga memiliki tanggung jawab untuk mentransfer ilmu kepada tenaga medis lokal.
Harapannya, keberadaan mereka tidak hanya menambah jumlah dokter, tetapi juga meningkatkan kualitas layanan sekaligus memperkaya kompetensi tenaga kesehatan daerah.
Monitoring yang dilakukan Kemenkes turut dihadiri oleh Komite Bersama Adaptasi drg. Oscar Primadi, Ketua Kolegium DVE dr. Prasetyadi Mawardi, serta Sekda Situbondo Wawan Setiawan.
RSUD Besuki: Dampak Positif bagi Kualitas Pelayanan
Direktur RSUD Besuki, dr. Imam Hariyono, menilai keberadaan dokter lulusan luar negeri membawa pengaruh positif.
“Program ini terbukti membawa dampak positif. Dr. Lim, misalnya, bekerja sangat profesional dan mampu beradaptasi dengan baik. Kami berharap program ini terus berlanjut,”
ujarnya.
Sejak November 2024, dr. Lim Suyanto, Sp.DVE, lulusan Jerman, telah menangani hampir 400 pasien rawat jalan maupun inap. Kasus yang paling sering ia tangani antara lain scabies, tinea, hingga jerawat.
Selain praktik, dr. Lim juga aktif memberikan edukasi kepada rekan sejawat di puskesmas sekitar.
Dokter Asing Berbaur dengan Kehidupan Lokal
Tak hanya dalam pelayanan medis, dr. Lim juga berusaha menyatu dengan masyarakat Situbondo.
“Saya banyak belajar, bukan hanya medis tapi juga budaya. Saya ikut merasakan keramahan masyarakat, bahkan mencoba kuliner khas lokal. Itu pengalaman yang berharga,”
ungkapnya.
Respons Pasien: Puas dengan Layanan
Salah satu pasien, Putri Sari, mengaku puas dengan pelayanan dokter adaptasi tersebut.
“Dokternya profesional dan jelas dalam memberikan penjelasan. Meski kadang ada kendala bahasa, perawat selalu membantu sehingga komunikasi tetap lancar,”
katanya.
Dengan hasil positif yang ditunjukkan, publik Situbondo berharap program adaptasi dokter lulusan luar negeri terus berlanjut. Selain menutup kebutuhan tenaga kesehatan, program ini juga dinilai mampu mendukung peningkatan mutu layanan medis di daerah. (Fia)
Editor : Kief