Situbondo – Sebuah insiden kebakaran hebat mengguncang warga Desa Pawoan, Kecamatan Panarukan, Situbondo, pada Selasa siang (17/6/2025). Rumah milik seorang nenek bernama Ennik (60) dilalap si jago merah hingga rata dengan tanah. Tak hanya itu, api juga merembet dan sempat membakar bagian atap dan dinding belakang bangunan TK Aisyiyah 2 Panarukan yang berdampingan langsung dengan rumah tersebut.
Peristiwa memilukan ini berlangsung saat sebagian warga masih beraktivitas di rumah dan anak-anak tengah mengikuti proses belajar-mengajar di sekolah TK tersebut. Suasana mendadak berubah panik saat asap tebal mengepul disertai kobaran api yang membesar dalam waktu singkat.
Seorang warga setempat bernama Lilik, menjadi saksi awal terjadinya kebakaran. Ia mengatakan melihat api sudah membesar sekitar pukul 11.00 WIB dan langsung berteriak memberi tahu warga dan guru di sekolah.
“Saya lihat api sudah besar dan langsung teriak kebakaran dan lari ngasih tahu guru TK, mas. Warga berdatangan mau padamkan pakai alat seadanya, tapi api sudah sangat besar, merembet ke TK.” ujar Lilik saat ditemui di lokasi.
Kepanikan sempat melanda guru dan siswa TK yang ada di dalam kelas. Beruntung, para guru sigap mengevakuasi anak-anak keluar dari gedung sekolah sebelum api menjalar lebih luas. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian material ditaksir cukup besar.
Respons Cepat Tim Pemadam: Butuh Waktu Berjam-jam Padamkan Api
Laporan kebakaran dengan cepat diterima oleh tim pemadam kebakaran Kabupaten Situbondo. Koordinator Pusat Pengendalian Operasi dan Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Situbondo, Puriyono yang akrab disapa Ipong, membenarkan bahwa pihaknya menerima informasi kejadian sekitar pukul 10.30 WIB.
“Informasi yang masuk sekitar pukul 10.30 WIB, personel Damkar dengan dua unit mobil pemadam langsung turun ke lokasi kejadian,” ujarnya.
Namun proses pemadaman tidak berlangsung mudah. Api yang cepat membesar, ditambah dengan hembusan angin yang cukup kencang, membuat upaya pemadaman berlangsung lebih lama dari biasanya.
“Proses pemadaman berlangsung cukup lama yakni baru bisa dipadamkan pada pukul 13.45 WIB, karena api sudah membesar dan angin yang juga membuat api terus berkobar,” jelas Ipong.
Rumah Hangus Total, TK Rusak Berat di Bagian Atap
Dalam laporan akhir BPBD Situbondo, rumah semi permanen milik Ennik mengalami kerusakan total. Hampir seluruh bangunan hangus terbakar dan tidak tersisa. Sementara itu, gedung TK Aisyiyah 2 Panarukan mengalami kerusakan cukup parah terutama di bagian atap dan dinding belakang dua ruang kelas.
“Akibat kebakaran tersebut, rumah semi permanen milik Ennik mengalami kerusakan total dengan kerugian mencapai Rp 50 juta. Pada bangunan sekolah TK Aisyiyah 2 Panarukan kerusakan berat pada bagian atas dua ruang kelas, untuk kerugiannya masih dalam penghitungan pihak sekolah,” imbuh Ipong.
Hingga saat ini, belum diketahui pasti penyebab kebakaran. Pihak berwenang masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan sumber api yang memicu peristiwa tragis tersebut.
Pihak BPBD dan Damkar Situbondo juga mengimbau agar warga melaporkan kejadian serupa secepat mungkin agar dapat segera direspon dan diminimalisir dampaknya.(Az)
Editor : Mukhyidin Khifdhi