Tuban – Menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Bhayangkara, Kepolisian Resor (Polres) Tuban menggelar kegiatan bakti sosial religi yang menyentuh hati masyarakat. Kegiatan ini berupa aksi bersih-bersih di tempat ibadah lintas agama serta pemakaman umum, sebagai bentuk nyata kontribusi Polri dalam menjaga keharmonisan sosial dan nilai-nilai kemanusiaan, Jumat (13/06/2025).
Kapolres Turun Langsung, Anggota Polres Lintas Satuan Bergerak Bersama
Dipimpin langsung oleh Kapolres Tuban, AKBP William Cornelis Tanasale, kegiatan ini melibatkan ratusan personel dari berbagai satuan di lingkungan Polres Tuban. Para anggota tampak antusias membersihkan area sekitar rumah ibadah dan pemakaman, mengenakan sarung tangan kerja dan membawa alat kebersihan seperti sapu, cangkul, dan kantong sampah besar.
“Ini adalah bentuk pengabdian kami yang tulus kepada masyarakat, lintas agama dan lintas budaya. Kami ingin Polri selalu hadir dalam setiap dimensi kehidupan sosial masyarakat,” ungkap Kapolres saat meninjau lokasi kegiatan.
Lintas Tempat Ibadah: Dari Kelenteng, Gereja, Pura hingga Pemakaman
Aksi bersih-bersih dilakukan secara serentak di berbagai lokasi strategis dan religius di wilayah Kota Tuban. Di antaranya:
• Kelenteng Tjoe Ling Kong, yang berlokasi di Jalan Panglima Sudirman, sebagai simbol keberagaman budaya Tionghoa.
• Gereja Beth El Tabernakel di Jalan Sumurgempol, yang menjadi salah satu pusat ibadah umat Kristiani di Tuban.
• Pura Sanggah Pamuja, rumah ibadah umat Hindu di Jalan Lukman Hakim, Kelurahan Doromukti.
• Pemakaman Umum Mbah Randu, yang terletak tepat di belakang Mapolsek Tuban, juga tak luput dari perhatian.
Setiap tempat dibersihkan secara menyeluruh mulai dari halaman, pagar, hingga selokan dan taman-taman sekitar.
Pesan Toleransi di Tengah Keberagaman
Kasihumas Polres Tuban, AKP Jemy Mintoro, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar formalitas seremonial, melainkan merupakan cerminan semangat Bhayangkara dalam menjaga kedamaian dan kerukunan di tengah masyarakat yang majemuk.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menyampaikan pesan bahwa Polri adalah bagian dari masyarakat. Kami peduli pada lingkungan dan menjunjung tinggi toleransi antarumat beragama,” ujarnya.
Ia menyebutkan, dalam peringatan HUT Bhayangkara ke-79 ini, Polres Tuban tidak hanya fokus pada upacara militer atau lomba, melainkan juga ingin memperbanyak kegiatan sosial yang bermanfaat langsung bagi masyarakat.
Kegiatan ini mendapat apresiasi dari masyarakat sekitar dan para tokoh lintas agama. Beberapa pengurus tempat ibadah menyampaikan rasa terima kasih atas kepedulian Polres Tuban. Bahkan, sejumlah warga ikut bergabung membantu kegiatan bersih-bersih.
“Ini langkah luar biasa. Polisi tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga hadir membersihkan tempat ibadah kami. Ini sangat menyentuh,” ujar Lim Sutikno, pengurus Kelenteng Tjoe Ling Kong.
Berlanjut ke Kegiatan Sosial Lain
Menurut AKP Jemy, kegiatan sosial seperti ini akan terus dilakukan sepanjang rangkaian HUT Bhayangkara hingga awal Juli mendatang. Selain bersih-bersih tempat ibadah, Polres Tuban juga menjadwalkan donor darah, pembagian sembako, dan pelayanan kesehatan gratis di berbagai desa.
“Kami ingin merayakan HUT Bhayangkara dengan cara yang lebih bermakna, bukan hanya untuk Polri, tapi juga bagi seluruh masyarakat Tuban,” pungkasnya.
Melalui aksi ini, Polres Tuban ingin menegaskan bahwa Polri bukan sekadar institusi penegak hukum, melainkan juga mitra masyarakat dalam membangun nilai kemanusiaan, solidaritas, dan toleransi. Di tengah dinamika sosial dan politik, kegiatan seperti ini menjadi cermin bahwa Bhayangkara hadir bukan hanya di saat krisis, tapi juga dalam kegiatan kecil yang penuh makna.(Az)
Editor : Mukhyidin Khifdhi