Sampah Jadi Energi, Tuban Akhirnya Punya TPS Terpadu Berbasis RDF

- Reporter

Selasa, 11 Maret 2025

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Gunung Panggung Kabupaten Tuban,(Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Tuban – Management pengolahan sampah memang selalu menjadi tantangan tersendiri bagi kebanyakan Kota di Indonesia. Apalagi sebagai kota yang sedang berkembang seperti Tuban, tentu tak lepas dari masalah management pengolahan sampah.

Proses konversi sampah menjadi energi merupakan salah satu solusi dari masalah tersebut. Melalui program yang dicanangkan oleh pemerintah pusat yang rencananya akan membangun tempat pengolahan sampah terpadu berbasis refused derived fuel (TPST-RDF) di Tuban yang penandatanganan kontraknya akan dilaksanakan akhir bulan ini.

Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLH-P) melalui Kabid Pengolahan Sampah dan B3 Arwin Mustofa ketika ditemui Liputansatu.id, menyampaikan program tersebut akan segera dilakukan penandatanganan tender di akhir bulan ini. Proses pembangunan proyek tersebut didanai sepenuhnya dari pinjaman bank dunia melalui Kementerian PUPR.

“Rencananya besok tanggal 27 Maret akan dilakukan penandatanganan tender,” ungkap Arwin sapaan akrabnya.

Proyek yang menghabiskan dana hingga 101,97 milyar rupiah tersebut rencananya akan dibangun di atas lahan eksisting tempat pembuangan akhir (TPA) Gunung Panggung Kelurahan Gedongombo Kecamatan Semanding Kabupaten Tuban. Lahan seluas 2 hektar tersebut rencananya akan dibangun TPST-RDF yang mampu mengolah 150 ton sampah sehari dan 90 persen akan diubah menjadi RDF yang dapat menjadi bahan bakar pengganti batu bara.

“Di Tuban keseluruhan ada setidaknya 505 ton sampah, jadi sangat berpotensi untuk mengolah sampah tersebut dijadikan bahan bakar RDF, karena kita juga dekat dengan kawasan industri,” ungkapnya.

Dia menambahkan hasil pengolahan sampah tadi akan dijual ke pabrik semen yang membutuhkan batu bara sebagai bahan bakarnya. Lokasi pabrik semen yang dekat menjadikan pembangunan tersebut memiliki potensi berkelanjutan.

“Untuk bahan bakar PLTU ukuran RDF nanti terlalu besar karena dari mesin hanya mampu memproduksi berukuran 20 milimeter, sedangkan PLTU kebutuhannya ukuran 2 milimeter, selain itu PLTU hanya menerima yang dari organik, sedangkan TPST-RDF nanti produksinya ada campuran sampah plastik juga,” imbuhnya.

Proyek pembangunan TPST-RDF di Tuban sendiri sudah direncanakan sejak tahun 2023 silam. Namun baru akan berjalan di awal tahun ini. Semoga dengan adanya program ini, kedepan mampu mengatasi permasalahan management pengolahan sampah di Kabupaten Tuban.(Az)

Editor : Mukhyidin Khifdhi

Berita Terkait

Jalan Rusak di Pantura Tuban Kembali Makan Korban, Pengendara Tewas Usai Hindari Lubang
Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban
Dua Nelayan Tuban yang Hilang Berhasil Ditemukan Selamat
Desakan Transparansi Aliran Dana Dugaan Korupsi Kuota Haji Menguat
Kalah Dari Pasuruan United, Langkah Persatu Tuban Terhenti Dibabak 32 Besar Liga 4 Jatim 2026
Update Penemuan Mayat di Sungai Sampean Lama: Korban Dipastikan Perempuan
Pembalakan Liar Marak di Tuban, 11 Batang Kayu Jati Diamankan di KPH Jatirogo
Kasus Burung Cendet Baluran: Kakek Masir Bebas Setelah 5 Bulan 20 Hari Ditahan

Berita Terkait

Minggu, 11 Januari 2026 - 18:42 WIB

Jalan Rusak di Pantura Tuban Kembali Makan Korban, Pengendara Tewas Usai Hindari Lubang

Sabtu, 10 Januari 2026 - 23:55 WIB

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban

Sabtu, 10 Januari 2026 - 21:49 WIB

Dua Nelayan Tuban yang Hilang Berhasil Ditemukan Selamat

Sabtu, 10 Januari 2026 - 13:03 WIB

Desakan Transparansi Aliran Dana Dugaan Korupsi Kuota Haji Menguat

Sabtu, 10 Januari 2026 - 07:54 WIB

Kalah Dari Pasuruan United, Langkah Persatu Tuban Terhenti Dibabak 32 Besar Liga 4 Jatim 2026

Berita Terbaru

Daerah

Dua Nelayan Tuban yang Hilang Berhasil Ditemukan Selamat

Sabtu, 10 Jan 2026 - 21:49 WIB

Advertisement
Exit mobile version