Pemerintah Targetkan 200 Sekolah Gratis untuk Anak Tak Mampu di Jatim
Probolinggo – Program Sekolah Rakyat, inisiatif dari Presiden Prabowo Subianto melalui Kementerian Sosial RI, akan mulai dilaksanakan pada tahun ajaran 2025/2026. Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan bahwa program ini dirancang sebagai solusi konkret untuk anak-anak dari keluarga tidak mampu yang selama ini kesulitan mengakses pendidikan formal.
Pada tahap awal, sebanyak 200 unit Sekolah Rakyat (SR) akan dibangun dan tersebar di berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur. Hingga kini, lebih dari 280 lokasi telah mengusulkan lahan atau gedung sebagai calon lokasi sekolah.
Fokus Pendidikan Inklusif dan Berbasis Kebutuhan Masyarakat
Gus Ipul menjelaskan, Sekolah Rakyat akan mencakup jenjang pendidikan dari SD, SMP hingga SMA. Setiap sekolah ditargetkan mampu menampung hingga 1.000 siswa dan akan mengakomodasi kebutuhan dasar siswa secara penuh, termasuk asrama, makan, seragam, dan transportasi.
“Sekolah ini khusus untuk anak-anak yang putus sekolah atau tidak bisa lanjut karena keterbatasan ekonomi. Kami harap ini jadi jalan keluar agar mereka bisa meraih masa depan lebih baik,” ungkap Gus Ipul saat kunjungan di Rusunawa Baru Kronong, Kota Probolinggo.
Mojokerto dan Probolinggo Siap Jadi Lokasi Awal Sekolah Rakyat
Dua daerah yang sudah siap mengimplementasikan program ini adalah Kabupaten Mojokerto dan Kota Probolinggo.
- Kabupaten Mojokerto akan memulai Sekolah Rakyat dengan dua rombongan belajar (rombel) untuk jenjang SD dan SMP. Salah satu lokasi usulan di Kecamatan Dawarblandong sedang dalam proses survei kelayakan.
- Kota Probolinggo akan membuka empat rombel pada tahun ajaran mendatang dan diproyeksikan sebagai proyek percontohan nasional. Peninjauan dilakukan langsung oleh Gus Ipul bersama tim dari Kementerian Sosial dan tim PU.
Wali Kota Probolinggo, Aminuddin, menyambut baik program ini. Ia menekankan bahwa pendidikan adalah langkah nyata dalam memutus rantai kemiskinan.
“Dengan pendidikan inilah anak-anak kita bisa mengubah nasib keluarganya dan menjadi agen perubahan untuk bangsa,” ujarnya.
Baca juga: Jawa Timur Dukung Sekolah Rakyat, Gus Ipul Ajak Kepala Daerah Berkolaborasi
Baca juga: Sekolah Rakyat Siap Wujudkan Generasi Emas 2045
Tenaga Pengajar dan Pendanaan Sudah Dipersiapkan
Untuk tenaga pendidik, Pemkab Mojokerto memastikan bahwa guru akan diambil dari ASN, PPPK, maupun hasil rekrutmen guru bersertifikasi. Pemerintah juga akan menanggung semua biaya pendidikan siswa secara penuh.
Dengan langkah awal yang menjanjikan di Mojokerto dan Probolinggo, program Sekolah Rakyat diharapkan menjadi solusi sistemik dalam membangun masa depan generasi muda dari kelompok rentan dan ekonomi lemah. Program ini juga menegaskan komitmen negara untuk menghadirkan pendidikan yang setara dan terjangkau bagi semua anak Indonesia.(Pur)
Editor : Mukhyidin Khifdhi