Tuban – Transportasi umum bukan sekadar soal mobilitas, melainkan cermin kemajuan peradaban. Di banyak negara maju, kualitas sistem transportasi menunjukkan tingkat kesejahteraan dan kecerdasan masyarakatnya. Membangun moda transportasi yang layak, aman, dan nyaman adalah bagian dari membangun peradaban yang lebih beradab dan berkelanjutan.
Berangkat dari semangat tersebut, Pemerintah Kabupaten Tuban mempunyai layanan transportasi umum Si Mas Ganteng — sebuah langkah strategis untuk menghidupkan kembali budaya bertransportasi umum di tengah tantangan modernitas.
Layanan ini dihadirkan bukan hanya sebagai solusi atas berbagai persoalan klasik transportasi, tetapi juga sebagai cerminan visi jangka panjang: membangun sistem transportasi umum yang menjadi pilihan utama masyarakat.
Menjawab Masalah Transportasi Umum di Tuban
Selama bertahun-tahun, sektor transportasi umum di Tuban (dan mungkin juga di Daerah lain) menghadapi banyak tantangan. Mulai dari kendaraan yang tidak layak jalan, pelayanan yang kurang nyaman, hingga praktik ngetem yang membuat penumpang harus menunggu dalam ketidakpastian.
Jika terus dibiarkan, masalah ini tidak hanya menghambat mobilitas masyarakat, tetapi juga berpotensi menambah kemacetan, meningkatkan konsumsi bahan bakar, dan menurunkan keselamatan lalu lintas.
Melalui Si Mas Ganteng, Pemerintah Kabupaten Tuban berupaya menghadirkan layanan transportasi yang lebih modern, nyaman, dan dapat diandalkan di seluruh kecamatan. Program ini dirancang untuk menarik kembali minat masyarakat menggunakan transportasi umum, sebagaimana terjadi di banyak kota-kota maju di dunia.
Fasilitas Modern untuk Menarik Minat Warga
Dalam keterangannya kepada Liputansatu.id (28/04/2025), Kepala Bidang Perhubungan DLHP Kabupaten Tuban, Imam Isdarmawan, menegaskan bahwa Si Mas Ganteng adalah bagian dari inovasi untuk memperbaiki budaya transportasi masyarakat.
“Masyarakat semula ragu untuk naik Si Mas Ganteng karena kendaraannya bagus,” ujar Imam.
Untuk mengubah persepsi itu, Si Mas Ganteng dilengkapi fasilitas berstandar nasional: kendaraan layak jalan, ber-AC, dan didesain nyaman untuk semua kalangan. Langkah ini bukan sekadar kosmetik, tetapi bagian dari upaya serius meningkatkan kualitas layanan transportasi umum secara keseluruhan.
Baca juga: Gubernur Khofifah Hadiri Peresmian 5 Proyek dan Penyerahan CSR Bank Jatim Oleh Bupati Tuban
Rencana Jangka Panjang: Berbayar dan Terintegrasi
Saat ini, Si Mas Ganteng masih digratiskan dalam masa sosialisasi agar masyarakat terbiasa dengan kehadirannya.
“Memeng mahal! Harapannya adalah masyarakat beralih ke transportasi umum, yang tentu saja akan meberi dampak positif yang lebih besar.”
Namun ke depan, layanan ini direncanakan berbayar untuk masyarakat umum, sementara pelajar tetap akan menikmati layanan gratis.
Lebih dari itu, Pemkab Tuban juga menyiapkan sistem transportasi terintegrasi, di mana jadwal keberangkatan dan kedatangan kendaraan diatur secara ketat.
Konsep ini bertujuan menghapus praktik ngetem, sehingga penumpang dapat mengandalkan jadwal pasti — sebuah langkah kecil menuju budaya transportasi umum layaknya negara-negara maju.
“Ke depan, kendaraan umum tidak lagi ngetem. Penumpanglah yang menunggu kendaraan, bukan sebaliknya,” jelas Imam.
Peluang Kolaborasi dengan Pengusaha Lokal
Terkait kekhawatiran dari pengusaha transportasi konvensional, Imam menegaskan bahwa layanan Si Mas Ganteng dan angkutan umum eksisting memiliki segmen pasar yang berbeda. Pemkab Tuban bahkan membuka peluang kolaborasi, dengan syarat pengusaha melakukan peremajaan armada dan berkomitmen pada sistem transportasi yang terintegrasi.
Langkah ini diharapkan menjadi jalan tengah, sekaligus mendorong semua pihak meningkatkan kualitas layanan demi kepentingan masyarakat luas.
Baca juga: Si Mas Ganteng Generasi 2 Diluncurkan, Jangkau Hingga Pelosok Tuban
Tantangan Keberlanjutan Tetap Ada
Meski langkah awal ini patut diapresiasi, tantangan ke depan tetap besar.
Keberlanjutan pembiayaan operasional, konsistensi jumlah penumpang, hingga penerimaan budaya baru dalam bertransportasi akan menjadi ujian tersendiri.
Oleh karena itu, program seperti Si Mas Ganteng perlu dievaluasi secara berkala, agar benar-benar membawa dampak nyata terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat Tuban.(Az)