Tren Penurunan Angka Pernikahan di Tuban! Ada Apa dengan Generasi Muda Zaman Sekarang?

- Reporter

Selasa, 24 Juni 2025

URL berhasil dicopy

URL berhasil dicopy

Kementerian Agama Kabupaten Tuban, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Tuban – Pernikahan, yang sejatinya merupakan momen sakral yang dinantikan oleh banyak orang, kini justru menunjukkan tren penurunan. Data terbaru dari Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tuban mengungkapkan bahwa angka pernikahan hingga Mei 2025 mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Kasi Bimbingan Masyarakat (Binmas) Kemenag Tuban, Masyhari, saat dikonfirmasi pada Selasa (24/06/2025) siang menyampaikan bahwa sejak Januari hingga Mei 2025, tercatat ada sebanyak 2.876 pasangan yang menikah di Kabupaten Tuban.

“Jumlah pernikahan pada Mei 2024 tercatat sebanyak 3.158 pasangan. Artinya ada penurunan sekitar 4% atau 325 pasangan pada tahun ini,” ungkap Masyhari.

Fluktuasi Pernikahan dari Tahun ke Tahun

Penurunan ini bukan hal baru. Menurut Masyhari, fluktuasi angka pernikahan dari tahun ke tahun adalah hal yang lumrah terjadi. Ia kemudian membeberkan data historis jumlah pernikahan di Kabupaten Tuban dari tahun ke tahun:
• Tahun 2020: 9.379 pasangan
• Tahun 2021: 9.086 pasangan
• Tahun 2022: 9.255 pasangan
• Tahun 2023: 8.766 pasangan
• Tahun 2024: 8.174 pasangan
Tren tersebut menunjukkan bahwa angka pernikahan terus mengalami penurunan secara perlahan, terutama pasca-pandemi dan memasuki era modern saat ini.

Pergeseran Nilai dan Budaya Pengaruhi Keputusan Menikah

Saat ditanya lebih lanjut mengenai penyebab menurunnya angka pernikahan, Masyhari menjelaskan bahwa salah satu faktor dominannya adalah pergeseran nilai dan budaya di kalangan generasi muda.

“Anak muda sekarang lebih selektif dalam memilih pasangan hidup. Mereka tidak ingin terburu-buru dan lebih banyak mempertimbangkan aspek kualitas hubungan,” jelasnya.

Ia juga menyebutkan bahwa gaya hidup yang berubah menjadi salah satu pemicu. Banyak yang kini lebih memilih mengejar pendidikan tinggi, karier, dan pencapaian pribadi dibanding menikah muda.

Faktor Ekonomi: Biaya Hidup dan Ketidakstabilan Finansial

Tak hanya perubahan sosial dan budaya, kekhawatiran terhadap kondisi ekonomi juga memegang peranan penting dalam menurunnya angka pernikahan.

“Biaya hidup yang semakin tinggi, ketidakpastian finansial, hingga mahalnya biaya resepsi pernikahan menjadi pertimbangan utama bagi banyak calon pengantin,” tambah Masyhari.

Pendidikan Tinggi dan Angka Perceraian Jadi Pertimbangan Tambahan

Selain itu, tingginya tingkat pendidikan juga membuat usia pernikahan ikut meningkat. Semakin tinggi pendidikan, semakin lama seseorang menunda pernikahan karena ingin menyelesaikan studinya terlebih dahulu.
Tak hanya itu, tingginya angka perceraian di masyarakat juga memengaruhi psikologis generasi muda, yang menjadi lebih skeptis terhadap institusi pernikahan.

“Banyak yang takut gagal dan tidak siap menghadapi tanggung jawab rumah tangga. Ini juga menjadi alasan kenapa mereka memilih menunda atau bahkan menghindari pernikahan,” pungkasnya.

Penurunan angka pernikahan di Tuban menjadi cerminan kondisi sosial yang lebih kompleks. Bukan hanya sekadar tren, tetapi juga menggambarkan perubahan paradigma generasi muda terhadap institusi pernikahan. Perlu adanya pendekatan dan edukasi dari berbagai pihak agar nilai-nilai pernikahan tetap lestari di tengah arus modernisasi yang semakin deras.(Az)

Editor : Mukhyidin Khifdhi

Berita Terkait

Jalan Rusak di Pantura Tuban Kembali Makan Korban, Pengendara Tewas Usai Hindari Lubang
Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban
Dua Nelayan Tuban yang Hilang Berhasil Ditemukan Selamat
Desakan Transparansi Aliran Dana Dugaan Korupsi Kuota Haji Menguat
Kalah Dari Pasuruan United, Langkah Persatu Tuban Terhenti Dibabak 32 Besar Liga 4 Jatim 2026
Update Penemuan Mayat di Sungai Sampean Lama: Korban Dipastikan Perempuan
Pembalakan Liar Marak di Tuban, 11 Batang Kayu Jati Diamankan di KPH Jatirogo
Kasus Burung Cendet Baluran: Kakek Masir Bebas Setelah 5 Bulan 20 Hari Ditahan

Berita Terkait

Minggu, 11 Januari 2026 - 18:42 WIB

Jalan Rusak di Pantura Tuban Kembali Makan Korban, Pengendara Tewas Usai Hindari Lubang

Sabtu, 10 Januari 2026 - 23:55 WIB

Dugaan Penyelewengan BBM Bersubsidi di SPBU Sukolilo Bancar, Tuban

Sabtu, 10 Januari 2026 - 21:49 WIB

Dua Nelayan Tuban yang Hilang Berhasil Ditemukan Selamat

Sabtu, 10 Januari 2026 - 13:03 WIB

Desakan Transparansi Aliran Dana Dugaan Korupsi Kuota Haji Menguat

Sabtu, 10 Januari 2026 - 07:54 WIB

Kalah Dari Pasuruan United, Langkah Persatu Tuban Terhenti Dibabak 32 Besar Liga 4 Jatim 2026

Berita Terbaru

Daerah

Dua Nelayan Tuban yang Hilang Berhasil Ditemukan Selamat

Sabtu, 10 Jan 2026 - 21:49 WIB

Advertisement
Exit mobile version