Tuban – Keluhan demam yang dialami sejumlah warga di Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban, memicu kekhawatiran akan potensi penularan virus chikungunya. Kondisi tersebut muncul di tengah cuaca ekstrem yang melanda wilayah Tuban dalam beberapa pekan terakhir.
Keluhan serupa juga disampaikan warga di Desa Sumurgung dan Desa Jetak. Sejumlah warga mengaku mengalami gejala demam tinggi hingga nyeri pada persendian.
Warga Desa Jetak Alami Gejala Mirip Chikungunya
Salah satu warga Desa Jetak, Fani, mengaku sempat mengalami demam tinggi disertai nyeri sendi. Bahkan, ia mengaku merasakan kondisi yang tidak biasa selama sakit.
“Beberapa hari lalu saya demam tinggi, sakit dan nyeri di sendi, juga pernah mengalami semacam halusinasi. Memang belum pernah dicek ke dokter, tapi takut karena gejalanya mirip chikungunya,” ujar Fani, Senin (05/01/2026).
Dinkes Tuban: Diagnosis Harus Melalui Uji Laboratorium
Menanggapi kekhawatiran warga, Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Tuban menegaskan bahwa kemunculan gejala tertentu tidak dapat langsung disimpulkan sebagai penyakit chikungunya.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes Tuban, drg. Roikan, menyampaikan bahwa kepastian diagnosis hanya dapat ditegakkan melalui pemeriksaan laboratorium.
“Untuk memastikan itu chikungunya atau tidak, perlu dilakukan uji laboratorium. Tidak bisa hanya berdasarkan dugaan, karena gejalanya bisa mirip flu atau penyakit lainnya,” jelas Roikan, Senin (5/1/2026).
Cuaca Ekstrem Picu Kerentanan Kesehatan
Roikan menjelaskan, cuaca ekstrem yang diperkirakan masih berlangsung hingga akhir Januari 2026 turut memengaruhi daya tahan tubuh masyarakat. Kondisi ini membuat warga lebih rentan mengalami gangguan kesehatan ringan seperti demam dan influenza.
“Cuaca ekstrem ini memang menjadi salah satu faktor yang membuat masyarakat lebih mudah terserang penyakit,” imbuhnya.
Imbauan Dinkes: Warga Diminta Tetap Tenang
Melalui imbauan resminya, Dinkes Tuban meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik menyikapi isu chikungunya. Warga diimbau menjaga daya tahan tubuh dengan pola hidup sehat, istirahat cukup, serta menjaga kebersihan lingkungan.
Masyarakat juga diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat apabila keluhan kesehatan tidak kunjung membaik.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, menjaga kesehatan, istirahat cukup, dan menerapkan pola hidup sehat, terutama di tengah cuaca ekstrem,” tandasnya.
Dinkes Tuban memastikan pemantauan serta pelayanan kesehatan kepada masyarakat terus dilakukan. Peran aktif warga dalam menjaga kebersihan lingkungan dan kesehatan pribadi dinilai menjadi kunci penting dalam mencegah penyebaran berbagai penyakit di musim cuaca ekstrem. (Az)
Editor : Kief