Tuban – Mendengkur atau ngorok kerap dianggap sebagai hal lumrah, bahkan sering jadi bahan candaan dalam kehidupan sehari-hari. Namun, di balik suara yang terdengar lucu itu, mendengkur bisa menjadi pertanda adanya gangguan kesehatan yang lebih serius, terutama jika berlangsung terus-menerus dan disertai gejala seperti rasa kantuk berlebihan di siang hari atau terbangun dengan napas terengah
Apa yang Menyebabkan Kita Mendengkur?
Mendengkur terjadi ketika aliran udara terhambat saat tidur, biasanya karena jaringan di sekitar tenggorokan bergetar. Beberapa faktor yang umum jadi penyebab antara lain:
- Kelebihan berat badan
- Posisi tidur, terutama telentang
- Gangguan hidung dan sinus, seperti pilek kronis atau deviasi septum
- Konsumsi alkohol dan obat penenang sebelum tidur
- Masalah anatomi seperti amandel besar atau langit-langit lunak yang rendah
Menurut dr. Andika Prasetya, Sp.THT-KL, dokter spesialis Telinga Hidung Tenggorokan, “Mendengkur bisa terjadi karena hambatan fisik di saluran napas atas. Jika frekuensinya tinggi dan tidak ditangani, hal ini dapat berkembang menjadi obstructive sleep apnea yang berbahaya.”
(Sumber: wawancara dalam seminar kesehatan RS Hermina Depok, 2023)
Dampak Kesehatan yang Mungkin Terjadi
Banyak orang tak sadar bahwa mendengkur bisa memicu komplikasi. Dalam kasus tertentu, mendengkur disertai dengan henti napas sesaat saat tidur, dikenal sebagai sleep apnea. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko:
- Hipertensi
- Gangguan jantung
- Stroke
- Diabetes tipe 2
- Penurunan daya konsentrasi dan produktivitas
dr. Laila Mustika, Sp.P, spesialis paru dari RSUP Persahabatan Jakarta, menjelaskan:
“Sleep apnea menyebabkan oksigen berkurang saat tidur. Akibatnya, jantung bekerja lebih keras, dan ini bisa menyebabkan tekanan darah meningkat atau ritme jantung terganggu.”
(Sumber: Paparan ilmiah dalam simposium pernapasan nasional, 2022)
Apa yang Bisa Kita Lakukan?
Mendengkur bisa dikendalikan, terutama jika diketahui penyebab pastinya. Beberapa langkah yang disarankan:
- Ubah posisi tidur, hindari tidur telentang
- Turunkan berat badan jika mengalami obesitas
- Hindari konsumsi alkohol dan obat penenang menjelang tidur
- Gunakan alat bantu seperti CPAP untuk kasus sleep apnea
- Konsultasi ke dokter spesialis THT atau paru jika mendengkur terus berlanjut
Kata dr. Laila, “Banyak pasien baru menyadari bahaya mendengkur setelah bertahun-tahun mengalami kelelahan kronis. Padahal, penanganan sedini mungkin bisa sangat membantu memperbaiki kualitas hidup mereka.”
Baca juga: Benarkah Minum Es Saat Berbuka Bisa Menyebabkan Radang Tenggorokan? Ini Faktanya!
Baca juga: Manfaat Bersepeda di Kota: Solusi Sehat dan Ramah Lingkungan
Kesimpulan
Mendengkur bukan sekadar gangguan kecil di malam hari. Ia bisa menjadi alarm dari tubuh bahwa ada masalah serius yang harus ditangani. Jika kamu atau orang terdekatmu mendengkur setiap malam, jangan ragu untuk memeriksakan diri. Ingat, tidur yang nyenyak adalah dasar dari kesehatan tubuh dan pikiran.(Kief)
Editor : Mukhyidin Khifdhi