Belum Bisa Sumbang PAD,  Perseroda RSM Tuban Fokus Benahi Legalitas dari Nol

- Reporter

Rabu, 14 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Perseroda Ronggolawe Sukses Mandiri (RSM) Tuban, Ricco Pramudia Winarto, saat memberikan keterangan kepada wartawan mengenai proses penataan legalitas dan arah bisnis BUMD tahun 2026, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Direktur Perseroda Ronggolawe Sukses Mandiri (RSM) Tuban, Ricco Pramudia Winarto, saat memberikan keterangan kepada wartawan mengenai proses penataan legalitas dan arah bisnis BUMD tahun 2026, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Tuban – Kebangkitan Perseroan Daerah (Perseroda) Ronggolawe Sukses Mandiri (RSM) Kabupaten Tuban ternyata masih sebatas tahap administratif. Sepanjang tahun 2026, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) ini dipastikan belum mampu memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) karena masih harus menuntaskan fondasi hukum dan tata kelola perusahaan.

Direktur Perseroda RSM Tuban, Ricco Pramudia Winarto, mengungkapkan bahwa perusahaan berada dalam kondisi restart total setelah lama tidak beroperasi secara efektif.
“Secara administrasi kami ini memulai lagi dari nol. Banyak hal yang harus dibenahi, terutama legalitas usaha seperti AHU dan KBLI yang sampai sekarang masih dalam proses,” ujarnya.

BUMD Tuban Kembali dari Titik Nol

Ricco menegaskan, akibat vakumnya aktivitas Perseroda RSM di masa lalu, seluruh perizinan dan struktur hukum perusahaan harus diurus ulang, layaknya perusahaan baru.
Tanpa legalitas yang sah, RSM belum bisa menjalankan kegiatan usaha apa pun secara formal.
“Kalau izin dan KBLI belum selesai, kami tidak mungkin bicara usaha apa yang akan dijalankan. Semua harus jelas dulu supaya tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari,” tegasnya.
Fakta ini menempatkan RSM dalam posisi yang rawan: BUMD sudah hidup kembali secara struktur, tetapi belum bisa menghasilkan apa pun secara bisnis.

Alih Daya Jadi Pilihan Awal, Bukan Ekspansi Bisnis

Meski belum bisa menjalankan unit usaha, manajemen mulai memetakan sektor yang paling realistis untuk digarap. Pilihan awal jatuh pada jasa alih daya (outsourcing).
Namun, Ricco menegaskan bahwa orientasi sektor ini bukan murni mengejar profit, melainkan untuk menyelamatkan dan memberi kepastian hukum bagi tenaga kerja yang selama ini terlibat dalam operasional Pemkab Tuban.
“Alih daya ini penting agar pekerja yang selama ini ada tetap punya payung hukum dan keberlanjutan kerja,” katanya.
Artinya, pada fase awal, RSM lebih berfungsi sebagai alat stabilisasi tenaga kerja, bukan mesin pendapatan daerah.

Direktur Baru, Perusahaan Masih Masa Penyesuaian

Ricco juga mengungkapkan bahwa jajaran direksi baru resmi bekerja sejak awal Januari 2026, setelah menerima Surat Keputusan (SK) hasil RUPS.
“SK kami terima awal Januari, jadi memang ini masih tahap penyesuaian dan pembenahan,” ujarnya.
Kondisi ini membuat 2026 praktis menjadi tahun pemulihan internal, bukan tahun produksi atau ekspansi bisnis.

Persoalan lain yang belum bisa dipastikan adalah skema kepegawaian dan pengupahan. Manajemen belum bisa menentukan pola hubungan kerja karena semuanya masih menunggu hasil final klasifikasi usaha (KBLI).
“Kalau KBLI sudah jelas, baru aturan ketenagakerjaan bisa ditetapkan. Sekarang belum bisa diputuskan,” terang Ricco.
Situasi ini membuat banyak aspek operasional masih menggantung, termasuk status tenaga kerja dan struktur biaya perusahaan.

BUMD Hidup, Tapi Belum Menghasilkan

Dengan seluruh kondisi tersebut, Perseroda RSM menegaskan tidak akan memaksakan target finansial di 2026. Fokus utama tahun ini adalah membangun fondasi hukum dan manajemen.
Secara de facto, RSM sudah hidup kembali. Namun secara ekonomi, BUMD ini belum menjadi penggerak PAD.
Jika proses legalitas dan pemetaan usaha molor, maka Tuban berpotensi kehilangan satu tahun lagi untuk memaksimalkan peran BUMD sebagai mesin pendapatan daerah. (Az)

Editor : Kief

Berita Terkait

BUMD RSM Tuban Siapkan Kelola Bus Simas Ganteng dan Toilet Premium, Masih Terkendala Perizinan
Penemuan Mayat Misterius di Perairan Bancar Tuban, Polisi Selidiki Identitas Korban
Polres Situbondo Turunkan Penyelam Periksa Pipa 400 Meter, Dugaan Pembuangan Limbah ke Laut Diselidiki
Diduga Bocor, Warung Miras di Tuban Kembali Tutup Sebelum Razia
Aksi Nekat Curi Hasil Panen Petani Tuban Berakhir di Pos Kamling Dusun Jembel
Reskrim dan Lantas Jadi Sorotan dalam Mutasi Besar Polres Tuban
Pengurus Baru IDI Melawi Resmi Dilantik, Siap Jawab Tantangan Kesehatan di Era Modern
Festival Bakcang 2026 Pontianak, Ratusan Warga Susuri Sungai Kapuas

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 21:26 WIB

BUMD RSM Tuban Siapkan Kelola Bus Simas Ganteng dan Toilet Premium, Masih Terkendala Perizinan

Senin, 22 Juni 2026 - 20:14 WIB

Penemuan Mayat Misterius di Perairan Bancar Tuban, Polisi Selidiki Identitas Korban

Senin, 22 Juni 2026 - 07:25 WIB

Polres Situbondo Turunkan Penyelam Periksa Pipa 400 Meter, Dugaan Pembuangan Limbah ke Laut Diselidiki

Minggu, 21 Juni 2026 - 06:47 WIB

Diduga Bocor, Warung Miras di Tuban Kembali Tutup Sebelum Razia

Sabtu, 20 Juni 2026 - 01:30 WIB

Reskrim dan Lantas Jadi Sorotan dalam Mutasi Besar Polres Tuban

Berita Terbaru

Mobil pikap Isuzu Carry terbakar hebat di Jalan Raya Bulu–Jatirogo, Desa Latsari, Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Peristiwa

Isuzu Carry Ludes Dilalap Api di Jalan Bulu–Jatirogo, Tuban

Senin, 22 Jun 2026 - 19:58 WIB

Razia miras di Tuban kembali diwarnai fenomena warung yang tutup sebelum petugas datang. Satpol PP menemukan puluhan botol arak dan minuman oplosan yang diduga siap edar, (Aji Swasto/Liputansatu.id).

Pemerintah

Diduga Bocor, Warung Miras di Tuban Kembali Tutup Sebelum Razia

Minggu, 21 Jun 2026 - 06:47 WIB