Polres Situbondo Turunkan Penyelam Periksa Pipa 400 Meter, Dugaan Pembuangan Limbah ke Laut Diselidiki

- Reporter

Senin, 22 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas Satpolairud Polres Situbondo bersama tim penyelam melakukan pemeriksaan di perairan Banyuglugur untuk mengecek pipa sepanjang 400 meter yang diduga menjadi saluran pembuangan limbah ke laut. Pengecekan dilakukan menyusul viralnya video dugaan pencemaran laut yang beredar di media sosial, (Fia Rahma/Liputansatu.id).

Petugas Satpolairud Polres Situbondo bersama tim penyelam melakukan pemeriksaan di perairan Banyuglugur untuk mengecek pipa sepanjang 400 meter yang diduga menjadi saluran pembuangan limbah ke laut. Pengecekan dilakukan menyusul viralnya video dugaan pencemaran laut yang beredar di media sosial, (Fia Rahma/Liputansatu.id).

Situbondo – Video viral yang memperlihatkan dugaan pembuangan limbah ke perairan Banyuglugur, Kabupaten Situbondo, menjadi perhatian serius aparat kepolisian. Menindaklanjuti beredarnya rekaman tersebut, Satuan Polisi Air dan Udara (Satpolairud) bersama Unit Reskrim Polres Situbondo dan Polsek Banyuglugur turun langsung ke lokasi untuk melakukan penyelidikan.
Kasat Polairud Polres Situbondo, AKP Gede Sukarmadiyasa, mengatakan petugas melakukan pengecekan terhadap pipa sepanjang kurang lebih 400 meter yang disebut-sebut menjadi saluran pembuangan limbah ke laut dan diduga milik PT Fuyuan Biologi Technologi.
Tidak hanya melakukan pemeriksaan di darat, petugas juga menerjunkan penyelam untuk memastikan kondisi pipa di bawah permukaan laut. Dari hasil pengecekan awal, ditemukan adanya aliran cairan yang keluar dari ujung pipa yang berada di dalam laut.
“Anggota Satpolairud melakukan penyelidikan langsung dengan menggunakan penyelam untuk mengecek kondisi pipa di bawah laut. Kami menemukan adanya cairan yang keluar dari pipa tersebut sehingga perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” ujar AKP Gede Sukarmadiyasa, Senin (22/06/2026).
Dalam proses penyelidikan, polisi juga meminta keterangan dari warga yang diketahui merekam video yang kemudian viral di media sosial. Berdasarkan keterangannya, video tersebut ternyata direkam pada tahun 2024 lalu.
Warga yang bekerja secara freelance sebagai teknisi di salah satu usaha pembenihan udang (benur) itu mengaku merekam kondisi laut untuk membandingkan kualitas air yang disedot ke perusahaan dengan kondisi air laut sebenarnya di lapangan. Saat itu, ia tidak mengetahui bahwa video yang direkamnya akan menyebar luas dan menjadi viral.

Hasil Uji Laboratorium Masih Sesuai Baku Mutu

Meski demikian, aparat tetap melakukan langkah-langkah pendalaman. Selain mengecek pipa di laut, petugas juga melakukan pemeriksaan terhadap Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) milik perusahaan serta meneliti dokumen hasil uji laboratorium lingkungan hidup yang dimiliki perusahaan.
Dari hasil pengecekan awal, dokumen laboratorium menunjukkan bahwa parameter kualitas air yang diuji masih berada dalam batas baku mutu yang berlaku. Namun demikian, polisi menegaskan proses penyelidikan belum berhenti.
“Untuk sementara hasil laboratorium yang kami cek masih sesuai dengan baku mutu air laut. Namun demikian, kami tetap akan menindaklanjuti dengan melibatkan tim ahli guna memastikan apakah limbah yang dibuang ke laut benar-benar telah memenuhi seluruh standar lingkungan yang berlaku,” tegas AKP Gede.

Perusahaan Sebut Video Merupakan Rekaman Lama

Sementara itu, Quality Assurance and Quality Control PT Fuyuan Biologi Technologi, Fyah Samsiah Palupi, membenarkan bahwa pipa yang terlihat dalam video merupakan milik perusahaan. Namun ia menegaskan video yang beredar merupakan rekaman lama dan kondisi saat ini sudah berbeda.
“Pipa itu memang milik Fuyuan, tetapi video yang beredar merupakan video lama. Untuk kondisi sekarang tidak seperti itu lagi. Air yang keluar menuju laut rutin kami uji, baik setiap bulan maupun enam bulan sekali, dan hasilnya selalu kami laporkan kepada Dinas Lingkungan Hidup,” jelasnya.
Menurut Fyah, seluruh hasil pengujian menunjukkan air buangan yang dialirkan ke laut telah memenuhi standar dan regulasi lingkungan yang berlaku di Indonesia.
Terkait warna air yang terlihat keruh dalam video, ia menjelaskan kondisi tersebut terjadi karena posisi pembuangan berada di permukaan sehingga tampak berbeda. Saat bercampur dengan air laut, limbah cair yang telah melalui proses pengolahan akan menjadi netral.
Ia juga menyatakan pihak perusahaan berencana melakukan penyesuaian pada posisi pipa agar sesuai dengan regulasi yang berlaku.
“Ke depan pipa tersebut akan kami tenggelamkan sesuai ketentuan sehingga air yang keluar dapat langsung bercampur dengan air laut. Untuk perizinan dan kelengkapan IPAL juga sudah dilakukan pengecekan oleh kepolisian maupun Dinas Lingkungan Hidup,” tambahnya.
Hingga kini, kasus tersebut masih dalam tahap pendalaman. Polres Situbondo memastikan akan terus melakukan pengawasan dan pemeriksaan secara menyeluruh guna memastikan aktivitas pembuangan limbah di perairan Banyuglugur tidak menimbulkan dampak pencemaran lingkungan maupun kerugian bagi masyarakat pesisir. (Fia)

Berita Terkait

Janji PT Waskita Karya Mulai Ditagih Warga Mondokan, Drainase hingga Debu Proyek Sekolah Rakyat Jadi Sorotan
Proyek Drainase Jalan Diponegoro Tuban Garuk Pipa PDAM, Warga Sampai Mandi di SPBU
Kebakaran Hebat di Babat Lamongan, Puluhan Lapak dan 2 Motor Ludes Terbakar
Jalan Desa Jadi Jalur Tambang, DPRD Tuban: DLH-P Jangan Lempar Tanggung Jawab
Penemuan Potongan Kaki Manusia Gegerkan Warga Pesisir Palang Tuban
Waskita Klaim Upah Sudah Dibayar, Sejumlah Pekerja Proyek Sekolah Rakyat Tuban Mengaku Belum Menerima
Pemkab Tulungagung Gelar Gerakan Pangan Murah dan Produk Unggulan 2026
Diduga Kurang Hati-hati, Lansia Tewas Tertabrak Dump Truck di Merakurak Tuban Saat Menyeberang

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 19:22 WIB

Janji PT Waskita Karya Mulai Ditagih Warga Mondokan, Drainase hingga Debu Proyek Sekolah Rakyat Jadi Sorotan

Senin, 10 Agustus 2026 - 19:09 WIB

Proyek Drainase Jalan Diponegoro Tuban Garuk Pipa PDAM, Warga Sampai Mandi di SPBU

Minggu, 9 Agustus 2026 - 07:21 WIB

Kebakaran Hebat di Babat Lamongan, Puluhan Lapak dan 2 Motor Ludes Terbakar

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 13:04 WIB

Jalan Desa Jadi Jalur Tambang, DPRD Tuban: DLH-P Jangan Lempar Tanggung Jawab

Jumat, 7 Agustus 2026 - 22:44 WIB

Penemuan Potongan Kaki Manusia Gegerkan Warga Pesisir Palang Tuban

Berita Terbaru