Tuban – Polemik pembayaran upah pekerja proyek pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Tuban kembali mencuat. Meski PT Waskita Karya menyatakan pembayaran upah telah disalurkan melalui masing-masing mandor, sejumlah pekerja mengaku hingga kini belum menerima hak mereka.
Pengakuan tersebut disampaikan para pekerja beberapa hari setelah aksi mogok kerja yang dipicu dugaan keterlambatan pembayaran upah. Mereka mengaku masih menunggu kepastian pembayaran, sementara komunikasi dengan mandor disebut tidak membuahkan hasil.
Pekerja Mengaku Terus Dijanjikan
Salah seorang pekerja berinisial P mengaku hingga kini upahnya belum juga dibayarkan. Menurutnya, setiap kali meminta kejelasan kepada mandor, ia hanya mendapat janji bahwa pembayaran akan segera dilakukan.
“Sejak bulan kemarin dijanjikan besok-besok terus sama Suwarno,” ujarnya kepada Liputansatu.id, Jumat (07/08/2026).
Ia mengaku sejak pagi berusaha menghubungi mandor melalui telepon. Namun nomor tersebut tidak dapat dihubungi. Upaya menghubungi wakil mandor juga belum memperoleh tanggapan.
Keluhan serupa disampaikan pekerja lain berinisial WS. Berdasarkan percakapannya dengan mandor, pembayaran upah disebut belum dapat dilakukan karena dana dari pihak pelaksana proyek belum diterima.
“Ini saya chat, kata bosnya (Suwarno) belum ada pencairan, disuruh nunggu padahal sudah lebih dari tiga minggu,” keluhnya.
PT Waskita Karya: Pembayaran Sudah Disalurkan ke Mandor
Di sisi lain, Koordinator Wilayah Pembangunan Sekolah Rakyat Tuban dari PT Waskita Karya, Agus Saputra, menyatakan persoalan pembayaran upah telah diselesaikan.
Menurutnya, pembayaran telah disalurkan kepada masing-masing mandor.
“Untuk gaji sudah kami sampaikan ke masing-masing mandor ya, sudah close,” ujarnya saat dikonfirmasi Liputansatu.id.
Pernyataan tersebut berbeda dengan pengakuan sejumlah pekerja yang menyebut hingga kini belum menerima pembayaran upah.
Liputansatu.id juga berupaya mengonfirmasi Suwarno, salah seorang mandor yang disebut para pekerja.
Namun hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan atas konfirmasi yang disampaikan.
Belum adanya penjelasan dari pihak mandor membuat perbedaan informasi mengenai penyaluran upah tersebut belum dapat dipastikan penyebabnya.
Perbedaan Keterangan Masih Menunggu Kejelasan
Kasus ini menjadi perkembangan terbaru dari polemik proyek pembangunan Sekolah Rakyat Tuban yang sebelumnya sempat diwarnai keterlambatan penyelesaian proyek, aksi mogok kerja pekerja, hingga keluhan mengenai pembayaran upah.
Hingga berita ini diterbitkan, masih terdapat perbedaan keterangan antara para pihak. PT Waskita Karya menyatakan pembayaran upah telah disalurkan kepada masing-masing mandor, sementara sejumlah pekerja mengaku belum menerima hak mereka. Adapun mandor yang dikonfirmasi belum memberikan keterangan resmi.
Liputansatu.id akan terus berupaya memperoleh konfirmasi lanjutan dari pihak-pihak terkait guna memberikan informasi yang utuh kepada pembaca. (Az)












