Dirgahayu Republik Indonesia ke-81

Warga Mulai Bersurat, Janji Waskita Karya di Proyek Sekolah Rakyat Tuban Tak Kunjung Terealisasi

- Reporter

Kamis, 16 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aktivitas pembangunan Sekolah Rakyat di Kelurahan Mondokan, Kecamatan Tuban, masih menjadi sorotan. Warga sekitar menagih realisasi sejumlah komitmen PT Waskita Karya, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Aktivitas pembangunan Sekolah Rakyat di Kelurahan Mondokan, Kecamatan Tuban, masih menjadi sorotan. Warga sekitar menagih realisasi sejumlah komitmen PT Waskita Karya, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Tuban – Persoalan pembangunan Sekolah Rakyat (SR) Tuban kembali menjadi sorotan. Setelah proyek molor hingga memaksa penundaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) bagi siswa baru, kini muncul persoalan lain yang tak kunjung tuntas. Sejumlah komitmen kepada warga sekitar lokasi proyek di Kelurahan Mondokan, Kecamatan Tuban, disebut belum juga direalisasikan.
Warga mengaku telah berulang kali menyampaikan keluhan sejak awal pembangunan pada Maret 2026. Namun hingga pertengahan Juli, sebagian besar tuntutan mereka masih belum mendapat kepastian.

Janji Tinggal Janji, Baru Perbaikan Rumah yang Direalisasikan

Anggota Komisi I DPRD Tuban, Siswanto, mengungkapkan bahwa warga telah melayangkan surat kepada Kelurahan Mondokan dan PT Waskita Karya untuk mempertanyakan tindak lanjut hasil audiensi yang digelar di lokasi proyek pada Ramadan lalu.
Menurutnya, dari sejumlah tuntutan yang disampaikan warga, baru perbaikan rumah terdampak proyek yang telah direalisasikan.
Sementara itu, sejumlah permintaan lain seperti pembangunan saluran drainase, pembuatan saluran drainase induk, pembangunan balai warga melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), hingga pelibatan masyarakat sekitar sebagai tenaga kerja proyek belum menunjukkan perkembangan.
“Warga sempat bersurat ke Waskita dan kelurahan menanyakan tindak lanjut keluhan mereka,” ujar Siswanto.

Warga Khawatir Kebanjiran Saat Musim Hujan

Persoalan yang paling dikhawatirkan warga adalah belum adanya penyelesaian sistem drainase di sekitar proyek.
Masyarakat menilai pembangunan Sekolah Rakyat berpotensi mengganggu saluran air yang sudah ada apabila tidak segera dibangun drainase induk sesuai hasil pembahasan sebelumnya.
“Di sana warga khawatir jika saluran tidak segera diperbaiki dan tidak dibuat saluran induk, kalau musim hujan nanti bisa banjir,” kata Siswanto.
Selain persoalan drainase, warga juga masih menunggu realisasi pembangunan balai warga yang sebelumnya disebut akan menjadi bagian dari program CSR perusahaan.

Kelurahan Sebut Menunggu Tindak Lanjut Waskita

Lurah Mondokan, Adit Darmawan, membenarkan bahwa pihaknya menerima tembusan surat dari warga terkait berbagai keluhan tersebut.
Namun, ia menegaskan surat tersebut ditujukan kepada PT Waskita Karya selaku pelaksana proyek.
Menurutnya, hingga kini baru kompensasi berupa perbaikan rumah warga yang telah direalisasikan.
“Untuk pembangunan drainase dan balai warga itu ranahnya PT Waskita,” ujarnya.

Waskita Karya Belum Berikan Penjelasan

Hingga berita ini diterbitkan, PT Waskita Karya belum memberikan tanggapan atas berbagai keluhan warga maupun pertanyaan terkait tindak lanjut hasil audiensi beberapa bulan lalu.
Liputansatu.id telah berupaya mengonfirmasi Koordinator Wilayah Tuban PT Waskita Karya, Agus Saputra. Namun, yang bersangkutan belum memberikan jawaban.
Belum adanya penjelasan dari pihak kontraktor BUMN tersebut semakin memunculkan pertanyaan mengenai komitmen penyelesaian dampak sosial proyek Sekolah Rakyat Tuban.
Padahal sebelumnya proyek ini juga menjadi sorotan setelah penyelesaiannya melampaui target, sehingga pelaksanaan MPLS bagi siswa baru harus mengalami penundaan. Kini, selain persoalan keterlambatan pembangunan, tuntutan warga sekitar proyek yang belum terealisasi ikut menjadi perhatian dan dinilai perlu segera mendapatkan kepastian. (Az)

Berita Terkait

Janji Ditilang, Motor Eks BB Tuban Berpelat Diduga Palsu Masih Dibawa Pemilik
Operasi Tumpas Narkoba, Polresta Tuban Sita 53,6 Gram Sabu
Blackspot Tuban Jadi Sorotan, Polisi Pasang Blue Light untuk Tekan Kecelakaan
Chef MBG di Jenu Diduga Peras Kekasih Gelap, Ancam Sebar Video Intim
AGP 2026 Jadi Panggung Guru Tulungagung Pamerkan Inovasi Pendidikan
100 Hari Pasca Panen Raya, Lahan Pesanggem Tuban Sulit Ditanami
Jejak Uang Suap dan Nama EDP di Pusaran Skandal Kejari Tuban
Polresta Tuban Respon Permintaan Perlindungan Hukum Advokat

Berita Terkait

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 06:53 WIB

Janji Ditilang, Motor Eks BB Tuban Berpelat Diduga Palsu Masih Dibawa Pemilik

Jumat, 28 Agustus 2026 - 20:03 WIB

Operasi Tumpas Narkoba, Polresta Tuban Sita 53,6 Gram Sabu

Kamis, 27 Agustus 2026 - 18:47 WIB

Blackspot Tuban Jadi Sorotan, Polisi Pasang Blue Light untuk Tekan Kecelakaan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 18:38 WIB

Chef MBG di Jenu Diduga Peras Kekasih Gelap, Ancam Sebar Video Intim

Kamis, 27 Agustus 2026 - 15:18 WIB

AGP 2026 Jadi Panggung Guru Tulungagung Pamerkan Inovasi Pendidikan

Berita Terbaru

Polresta Tuban memaparkan hasil Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2026. Polisi mengungkap empat kasus dengan empat tersangka dan menyita total 53,649 gram sabu, (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Hukum Kriminal

Operasi Tumpas Narkoba, Polresta Tuban Sita 53,6 Gram Sabu

Jumat, 28 Agu 2026 - 20:03 WIB

Petugas kepolisian Polsek Jenu, berhasil mengamankan AYL saat berada di sebuah gazebo kawasan Pantai Cemara Tuban, Rabu (26/08/2026), (Assayid Annazili/Liputansatu.id).

Hukum Kriminal

Chef MBG di Jenu Diduga Peras Kekasih Gelap, Ancam Sebar Video Intim

Kamis, 27 Agu 2026 - 18:38 WIB

Banner Liputansatu
Banner Liputansatu
Banner Liputansatu